Website counter

Kamis, 17 Maret 2011

Tujuh Guci Emas


Baca : Pengkhotbah 6 : 1 – 12
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Roma 14 : 17

Sebuah dongeng menceritakan tentang kisah seorang tukar cukur istana yang pekerjaannya setiap hari mencukur rambut seluruh penghuni istana dengan sukacita. Satu hari saat ia berjalan pulang kerumahnya, dalam kegelapan sebuah pohon terdengar sebuah suara ″Apakah kamu mau kaya? Mempunyai 7 guci berisi emas?″ Tukang cukur ini terdiam dan takut, namun karena dia ingin kaya maka dia menjawab : ″Mau.″ Balas suara itu : ″Nanti kamu sampai dirumah, dikamarmu akan kamu temukan7 guci berisi emas.″ Tukang cukur ini bergegas pulang kerumahnya dan membuka pintu kamarnya. Benar, ada 7 guci, yang setelah dibuka ternyata 6 guci berisi penuh emas, sedangkan guci yang ketujuh berisi emas juga, namun kurang sedikit. Ya, kira-kira kurang 10%. Tukang cukur ini menjadi kecewa, kenapa guci yang ketujuh tidak penuh?

Mulai saat itu tukang cukur ini berpikir ada kemungkinan untuk menjadi orang terkaya di dunia, karena hanya kurang 10% saja guci ketujuh kurang penuh. Sejak itu dia bekerja keras dari pagi buta sampai jauh malam, tidak peduli waktu, tidak peduli keluarga, dan tidak sempat menikmati apa yang dikerjakannya. Tiap hari ia hanya kerja, kerja, kerja, sehingga hilanglah sudah sukacita yang selama ini ia miliki. Ia makin menderita, sengsara, dan murung. Perubahan ini dilihat oleh raja sehingga raja kemudian bertanya : ″Apakah dirumahmu ada 7 guci berisi emas?″ Tukang cukur ini kaget dengan pertanyaan raja dan menjawab : ″Benar raja.″ Raja lalu berkata : ″Aku dahulu juga pernah ditawari 7 guci itu tapi aku tidak mau. Aku mencukupkan diri dengan apa yang ada dan bersyukur. Aku tidak mau terus mengikuti keinginan-keinginan dunia yang tidak sempurna ini.″

Seumur hidup kita pasti memiliki keinginan demi keinginan. Namun jika kita seumur hidup selalu berusaha memenuhi keinginan kita, maka pasti kita tidak akan pernah bisa sukacita dan bersyukur atas indahnya hidup yang Tuhan berikan karena keinginan itu besarnya melebihi bumi. Ambilah contoh kita ingin sepeda, dan Tuhan berikan itu. Kita tidak puas dan minta sepeda motor. Tuhan berikan itu. Tak puas punya sepeda motor, kita ingin mobil. Tuhan pun berikan itu. Tak puas punya mobil satu, ingin mobil dua. Tuhan kembali berikan itu. Hasilnya kita selalu kejar dan kejar segala keinginan yang muncul dan kita lupa apa tujuan sebenarnya kita hidup. Kita selalu merasa kurang, kurang dan kurang, padahal Tuhan sudah memberikan berkat dengan limpah. Di dunia tidak ada yang sempurna, sehingga hanya orang bodoh dan tak kenal Tuhan-lah yang mengisi hidupnya dengan mengejar harta. Tuhan memang tidak melarang kita menjadi orang kaya dan hidup sejahtera, namun Tuhan tak ingin kita menjadi budak keinginan dengan menumpuk harta di bumi dan lupa mengumpulkan harta di surga.

Seseorang dikatakan kaya bukan ditentukan dari seberapa banyak ia memiliki harta benda, namun dari seberapa banyak ia mampu menikmati dan berbagi dengan penuh ucapan syukur. Anda mungkin hari ini hanya seorang karyawan biasa, memiliki satu rumah sederhana, satu motor bebek biasa, dan komputer butut dengan ram 128 MB, namun Anda adalah orang yang kaya saat mampu mengucap syukur atas semua barang kepunyaan Anda dan tidak iri dengan kekayaan orang lain yang jauh diatas Anda. Anda dikatakan orang yang miskin jika Anda memiliki banyak harta atau kecakapan, namun tak pernah bisa menikmati itu semua karena terlalu sibuk memenuhi keinginan hati yang tiada pernah berhenti.

Ringkasnya : Nikmatilah segala berkat yang Tuhan berikan dengan sukacita dan jangan pernah biarkan keinginan hati menjadi prioritas utama Anda. Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya seperti kata firman Tuhan sehingga tanpa Anda minta pun Tuhan pasti berikan dan Anda dengan sukacita mampu menikmati. Marilah kita menjadi anak Tuhan yang kaya di bumi dan kaya di surga karena kita selalu berusaha mengumpulkan harta yang tak bisa dirusak oleh ngengat dan tidak bisa dirampas oleh pencuri yaitu selalu menabur kasih sepanjang hidup kita. • Richard T.G.R

Pertanyaan : Apakah selama ini aku selalu berusaha memuaskan keinginan?
Aplikasi : Utamakan Tuhan dan nikmati apapun yang Anda punya.
Doa : Tuhan, berilah aku hati yang mampu bersyukur dan menikmati berapapun kekayaan yang Engkau percayakan kepadaku. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar