Website counter

Sabtu, 08 Oktober 2011

Belajar Memberikan yang Terbaik


Baca : II Korintus 8 : 1 – 15
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. (II Korintus 8 : 5)

Magdalena Go adalah nama gembala gereja saya di Majenang sewaktu saya kecil. Ketika TK, Tante Go, demikian saya memanggilnya, mengajak saya ikut sekolah minggu. Papa dan Mama yang waktu itu tak pernah ke gereja mengijnkan. Dengan sepeda tuanya, saya dibonceng ke gereja. Ketika saya SD, gereja berlangganan majalah Cip Cop yang dijual kepada anak-anak, namun saya tak  bisa membeli karena almarhum Papa bukanlah orang yang mampu. Karena tahu saya suka membaca, tante Go memberikan gratis sampai saya lulus SD. Tante Go bukanlah orang kaya dan gereja pun kala itu masih kecil, namun ia membayar buku itu dari sebagian gajinya. Dalam pergaulan pun beliau terkenal pluralisme. Walau kedua orangtua saya bukan jemaat gerejanya, beliau kadang berkunjung. Dengan umat muslim pun beliau mudah bergaul sehingga dalam acara-acara keagamaan beliau selalu diundang. Tante Go meninggal pada tahun 2002. Saya hari ini bisa menjadi seorang Kristen dan penulis renungan karena andil beliau yang mengenalkan Tuhan sejak saya kecil.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, Almarhum Tante Go mengajarkan kepada saya dan kita semua untuk belajar memberikan yang terbaik. Untuk memberikan yang terbaik kita tak harus menunggu kaya terlebih dahulu, atau cerdas terlebih dahulu, namun berilah apa yang bisa kita beri dengan sukacita. Memberikan yang terbaik dari kelebihan kita itu mudah, namun memberikan yang terbaik dari kekurangan kita, itulah yang luar biasa dan membuat Tuhan bersukacita. Jemaat Makedonia bisa memberikan lebih sekalipun mereka kekurangan karena hati mereka penuh dengan kasih. Tuhan Yesus memuji persembahan janda yang hanya dua peser karena itulah persembahan terbaiknya.

Persembahan terbaik tidak ditentukan dari seberapa mahal atau seberapa berkualitas pemberian kita, namun dari seberapa tulus dan sukacita kita berusaha memberikan yang terbaik. Mari kita selalu berikan yang terbaik untuk Tuhan maupun orang-orang di sekitar kita. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Selasa, 11 Oktober 2011
Pertanyaan    : Persembahan terbaik apa yang sudah saya berikan?
Aplikasi          : Selalu berikan yang terbaik kapan pun.
Doa                 : Tuhan, mampukanlah aku untuk selalu memberi dengan sukacita dan tulus hati. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar