Website counter

Minggu, 06 Februari 2011

Bermanfaat seperti Cherry


Baca : Kisah Para Rasul 6 : 1 – 7
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! I Korintus 6 : 20

Buah cherry (Prunus Avium) merupakan buah berbiji keras. Pohon cherry berasal dari kawasan timur tengah. Walaupun kecil, khasiat cherry ternyata sangat banyak. Buah cherry berkhasiat untuk mengatasi jerawat, menghilangkan sisa-sisa bahan toksik yang berakumulasi pada lapisan kulit, anti penuaan, mengencangkan kulit yang kendur, sekaligus membuat kulit kenyal dan halus. Vitamin B Kompleks dan asam amino yang dikandung cherry sangat berguna untuk kesehatan kulit seperti menghilangkan racun di kulit akibat radikal bebas, mempercepat regenerasi sel dan membuat kulit lebih lembab. Buah cherry kini di manfaatkan banyak griya kecantikan untuk facial, spa, dan srubbing.

Girls, Tuhan menjadikan aneka buah-buahan baik besar maupun kecil dengan tujuan berguna bagi manusia, termasuk cherry. Sama seperti cherry yang mungil namun memiliki banyak kegunaan, Tuhan menciptakan kamu hari ini untuk menjadi kemuliaan baginya. Mungkin kamu merasa nggak berguna karena kamu hari ini bukanlah seorang Kristen yang hebat. Pekerjaanmu biasa-biasa aja, pendidikanmu bukan sarjana, kondisi keuangan pas-pasan, wajah mungkin nggak cantik-cantik amat, dan tak ada talenta spesial yang patut dibanggakan. Jangan rendah diri walaupun banyak orang menganggap kamu kurang begitu penting. Kamu adalah ciptaan Tuhan, semua ciptaan Tuhan pasti berguna dan penting. Tinggal sekarang bagaimana kamu memandang dirimu sendiri dan seberapa serius kamu mau menggali potensi yang terpendam dalam dirimu.

Girls, hari ini kita tahu khasiat buah cherry karena beberapa orang mau meneliti kandungan zat yang terdapat dalam buahnya, sehingga bisa dimanfaatkan. Kamu pun bisa menjadi manfaat dan kemuliaan untuk Tuhan kalau kamu mau terus menggali potensimu. Tujuh orang yang dipilih untuk melayani orang miskin yaitu : Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia, bukanlah sosok yang terkenal seperti tokoh-tokoh Alkitab yang lain. Namun dari kerja keras mereka, lebih banyak lagi orang dimenangkan untuk Tuhan. Jadilah seorang Kristen yang kecil di mata dunia, namun memberikan manfaat yang besar untuk Tuhan dan dunia. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Senin, 07 February 2011
Pertanyaan     : Seberapa dalam aku menghargai diriku sendiri?
Aplikasi          : Jadilah pribadi yang maksimal.
Doa                 : Tuhan, terima kasih atas pontensi yang Engkau berikan kepadaku. Amin

Satu Tubuh Banyak Anggota


Baca : I Korintus 12 : 12 – 31 
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. I Korintus 12 : 26

Beberapa waktu lalu, kakak kandung saya mengalami kecelakaan saat menyebrang sebuah jalan di Kota Yogyakarta. Seorang pengemudi yang kurang hati-hati terlambat menginjak rem sehingga menabrak, yang mengakibatkan kaki kanan kakak saya patah. Setelah menjalani pengobatan di rumah sakit, kakak berjalan menggunakan tongkat sambil menunggu masa penyembuhan yang memakan waktu kurang lebih empat bulan. Selama masa penyembuhan itu, saya yang beberapa kali menengoknya merasa kasihan karena gerakan kakak terbatas. Kadang dia mengerang kesakitan kalau kakinya yang patah terantuk sesuatu secara tak sengaja.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, sebagai manusia yang memiliki tubuh kita tentu merasakan sakit kalau satu bagian tubuh kita menderita. Ambillah contoh sederhana saat kita sakit gigi atau kaki kita patah, seluruh tubuh akan merasakan rasa sakit yang sama. Kalau satu bagian tubuh mendapatkan kasih sayang, katakanlah kepala kita diusap-usap oleh orang yang kita kasihi. Seluruh tubuh akan merasa nyaman. Sama seperti prinsip tubuh manusia, gereja kita pun terdiri dari berbagai macam orang dengan berbagai macam talenta. Satu sama lain kita saling membutuhkan dan satu sama lain tidak ada yang paling kuat atau yang paling lemah. Di dalam Tuhan kita semua sama walaupun di dunia sekuler mungkin kita jauh lebih kaya, lebih sehat atau lebih mapan secara pekerjaan. Sebuah gereja yang bisa menjadi garam dan terang dunia bagi orang-orang yang belum kenal Tuhan adalah gereja yang satu sama lain jemaatnya saling mengasihi dan saling menguatkan, bukannya berdiri sendiri-sendiri dan hanya mementingkan harga dirinya masing-masing. Akan sangat lucu dan tidak memberikan tidak memberikan teladan kalau satu sama lain kita dalam gereja saling bermusuhan dan menyimpan dendam. Orang yang kita ajak ke gereja mana mau kenak Yesus kalau kita sebagai murid-Nya saja tidak saling mengasihi satu sama lain.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, ayo bersatu dan saling melengkapi satu sama lain sebagai tubuh Kristus. Tuhan sengaja melahirkan manusia dengan berbagai latar belakang dan kemampuan bukan supaya kita saling menjatuhkan dan merendahkan, namun supaya kita satu sama lain saling melengkapi. Negara kuat kalau rakyatnya bersatu, gereja Tuhan bertumbuh bila jemaatnya bersatu. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Senin, 07 February 2011
Pertanyaan     : Apakah aku membenci atau iri hati kepada saudara seiman?
Aplikasi          : Saling menghargai dan membantu satu sama lain.
Doa                 : Tuhan, lembutkan hatiku agar bisa menerima setiap perbedaan yang ada dalam gerejaku saat ini. Amin

Egois


Baca : II Timotius 3 : 1 – 9
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama. II Timotius 3 : 2

Gereja kami memiliki satu kebiasaan tersendiri yaitu masing-masing jemaat, termasuk saya, diajar untuk selalu meluangkan waktu atau spend time, untuk lebih mengenal satu sama lain jemaat. Jadi dalam seminggu, saya dua atau tiga kali mengadakan janji dengan salah satu jemaat untuk ngobrol berdua di satu tempat. Saat mengobrol itulah kami biasanya akan bertanya bagaimana kabar masing-masing, sedang mengalami pergumulan apa, bagaimana kondisi rohani, pekerjaan bagaimana, dll. Intinya kami satu sama lain berusaha untuk peduli dan saling menguatkan. Kami pun di ajar untuk tidak hanya menunggu di ajak spend time, namun kami juga harus aktif mengajak orang lain spend time.

Setahun silam, ada jemaat baru masuk gereja kami, dan dia pun kami ajar untuk melakukan kebiasaan ini. Kami rutin mengajaknya spend time dan doa. Namun seiring berjalannya waktu, kami terpaksa kecewa karena jemaat ini tak pernah mau balik mengajak kami spend time atau doa. Beberapa kali dia mengajak, namun itu terjadi karena dia di tegor pendeta kami. Jemaat ini suka diperhatikan, namun dia tak suka memperhatikan kebutuhan orang lain. Walaupun begitu sampai hari ini kami terus berusaha mengasihinya.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, walaupun jemaat ini bisa dikatakan egois, kami tetap berusaha mengasihinya karena Yesus pun terus mengasihi kita sampai hari ini. Jujur harus mau kita akui, ada banyak sekali orang egois di sekitar kita. Baik di dunia kerja, di gereja atau dilingkungan masyarakat, orang egois tetap ada disana. Jangan sakit hati atau memilih hanya mengasihi saudara-saudara seiman yang mau peduli karena Alkitab pun sudah menubuatkan bahwa akan terjadi demikian. Kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin dan satu sama lain orang sudah tidak mau peduli apalagi berempati. Urusanmu adalah urusanmu, urusanku adalah urusanku. Walaupun hari ini kita hidup di tengah dunia yang semakin egois, Tuhan ingin kita melakukan yang berbeda. Jadilah pribadi yang mau peduli dan mengasihi semua orang, walaupun kita tidak mendapat balasan. Sepanjang pelayanan-Nya di dunia bahkan sampai hari ini, Yesus selalu mengasihi semua orang walaupun tak semua orang tahu terima kasih. Sebagai murid-murid-Nya, mari kita meniru teladan guru kita dengan mau peduli dan berempati dengan kesusahan orang lain. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Selasa, 01 February 2011
Pertanyaan     : Apakah aku sudah menjadi sosok yang peduli?
Aplikasi          : Jadilah seorang Kristen yang senantiasa mengasihi
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk mau terus mengasihi orang-orang yang egois. amin