Website counter
Tampilkan postingan dengan label Ketekunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketekunan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Butuh Proses

Baca : Kejadian 31 : 22 – 42
Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku. (Kejadian 31 : 41)

Pernahkah Anda melihat bayi yang baru saja lahir langsung bisa berdiri? Pernahkah Anda melihat seseorang yang baru belajar bela diri satu kali, gerakannya bisa selincah Jet Lee? Atau pernahkah Anda melihat seorang petani yang hari ini menabur benih, keesokan harinya langsung menuai? Saya percaya pasti kita semua menjawab tidak.

Kemajuan teknologi membuat segala sesuatu seakan sepertinya tak butuh proses. Aneka makanan dan minuman instan, teknologi internet yang memungkinkan kita kirim data atau berkomunikasi dengan sangat cepat, dan aneka hal instan lainnya membuat banyak orang ingin sukses secara instan. Oleh karena itu jangan heran kalau korupsi terus merajalela. Kalau hari ini kebetulan kita ingin sukses secara instan, hari ini doa besok keinginan kita jadi kenyataan, ada kabar buruk buat kita karena hal itu tidak mungkin terjadi. Tuhan selalu memproses kita terlebih dahulu kalau kita ingin sukses dalam segala hal. Contohnya adalah Yakub. Yakub memang diberkati Ishak mendapatkan hak anak sulung, dan Tuhan tepati janji-Nya. Namun Yakub butuh waktu 20 tahun untuk mendapatkan istri, harta benda, dan banyak hamba. Dalam panas hatinya Yakub bercerita pada Laban (ayat 36 – 41) jerih lelahnya mendapatkan semua yang dia miliki saat ini. Yakub berhasil kaya raya bukan dalam semalam, namun butuh proses bertahun-tahun dan bersusah-susah dahulu.

Betul Tuhan berjanji akan memberkati kita, betul Tuhan ingin kita berhasil dalam karier, tapi semuanya itu butuh proses. Pohon yang kokoh butuh waktu belasan tahun untuk tumbuh, begitu juga kesuksesan apapun yang ingin kita gapai saat ini. Oleh karena itu nikmati setiap proses kehidupan yang Tuhan berikan pada kita. Jangan mudah menyerah, jangan suka mengeluh, dan selalu bersyukur atas apa pun kesulitan dan tantangan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam perjalanan kita mewujudkan kesuksesan sejati. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Motivator – Kamis, 19 Juli 2012
Pertanyaan    : Apakah aku menikmati proses hidup yang Tuhan lakukan?
Aplikasi          : Nikmati proses yang sedang terjadi.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk proses yang aku jalani saat ini. Amin.

Selasa, 29 Mei 2012

Nasihat untuk Pemalas

Baca : Amsal 6 : 6 – 11
Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar. (Amsal 19 : 15)

Tak ada seorang pun yang bangga jika mendapat julukan pemalas, namun ada banyak orang tidak sadar dirinya malas. Untuk menyadarkan orang-orang yang mengira dirinya rajin namun sesungguhnya pemalas, berikut tiga ciri-ciri seorang pemalas.

Pertama, pemalas selalu memiliki alasan untuk menghindar dari sebuah pekerjaan. Ia selalu punya alasan untuk menyelamatkan diri dari pekerjaan yang menanti. Dalam kehidupan gereja, si pemalas akan selalu punya alasan untuk tidak pergi ke gereja. Entah karena cuaca sedang hujanlah, pendeta yang berkhotbah tidak sesuai dengan seleranya, dll. Kedua, pemalas selalu menunda pekerjaan yang harus segera ia selesaikan. Ia tunda pekerjaan yang ada sehingga menumpuk. Setelah menumpuk dan kebingungan menyelesaikannya, barulah ia panik dan mengerjakannya sekuat tenaga. Ada juga pemalas yang justru tak mengerjakannya sama sekali dan sibuk cari bantuan ke sana ke mari. Dia yang menunda pekerjaan tetapi orang lain yang kena getahnya. Ketiga, pemalas tidak pernah setia dengan apa yang telah dipercayakan kepadanya. Hal ini bisa terjadi karena ia berpikir bahwa hal tersebut adalah perkara kecil dan sepele. Ia selalu berpikir bahwa hal-hal kecil seperti itu akan membuang-buang waktu saja. Padahal segala hal besar berasal dari hal kecil. Bagaimana mungkin Tuhan memberikan kita perkara besar kalau perkara kecil saja kita tak setia mengerjakannya?

Keluarga yang dikasihi Tuhan, jika ada diantara kita memiliki salah satu ciri-ciri di atas, alangkah bijaknya jika kita mau merendahkan hati dan memperbaiki diri. Jangan tunggu kemiskinan datang menyerbu sehingga kita berkekurangan dan dipandang rendah oleh Tuhan maupun sesama. Kemalasan memang mendatangkan kenikmatan untuk satu hari, namun di hari berikutnya kita akan menderita. Kalau kita sudah berkeluarga, memiliki anak dan istri/suami, maka mereka pun akan menanggung akibat kemalasan kita. Jadilah rajin seperti semut sehingga kita selalu mampu mencukupkan diri. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Minggu, 20 Mei 2012
Pertanyaan    : Apakah selama ini aku setia dengan apa yang Tuhan percayakan?
Aplikasi          : Jadilah rajin.
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk rajin bekerja. Amin.

Minggu, 03 April 2011

Teka Teki Silang


Baca : Pengkhotbah 3 : 1 – 15
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Yesaya 55 : 8

Saya termasuk orang yang suka mengisi waktu dengan mengerjakan TTS, walaupun seringkali saya nggak berhasil mengisi seluruh kotak yang ada. Tak semua soal saya tahu jawabannya dan kadangkala saya harus buka buku-buku pengetahuan dahulu untuk mengetahui jawabannya. Kadang saya sebetulnya tahu jawabannya namun harus mengingat dahulu. Satu sama lain pertanyaan TTS saling berhubungan dan saling memberikan huruf kunci jawaban kepada saya, sehingga kadang saya baru bisa menjawab setelah memperhatikan huruf kunci yang sudah ada. Contohnya pertanyaan mendatar enam kotak, komputer jinjing. Saya menjawab "Laptop". Pertanyaan menurun enam kotak, ngarai. Saya lupa persamaan ngarai. Namun karena ada huruf kunci "L", saya ingat dan mengisi "Lembah."

Girls, tahukah kamu bahwa hidup kita ini pun sebenarnya seperti sebuah TTS yang kita isi dengan apa yang selama ini kita ketahui. Dari sejak kecil sampai kita tua dan akhirnya mati, segala peristiwa yang kita lakukan satu sama lain akan saling mempengaruhi. Kalau kita mengisi satu atau dua lembar kisah kehidupan kita dengan sesuatu yang salah, maka kita harus memperbaikinya agar segi-segi kehidupan kita yang lain menjadi benar. Kalau kita nggak tahu jawaban untuk masalah yang sedang kita hadapi saat ini, kita harus cari tahu jawaban yang tepat sehingga bisa menyelesaikan masalah. Jika diam aja masalah itu nggak akan pernah selesai. Kalau kita isi hidup kita dengan kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan, begitu pun sebaliknya. Kita kadangkala nggak mengerti mengapa Tuhan memberikan perkara-perkara sulit untuk kita hadapi dan perkara-perkara remeh yang dengan mudah kita selesaikan. Karena Tuhan-lah yang berhak mengatur hidup kita, bukan kita yang seenaknya mengatur hidup kita sehingga akhirnya kita bingung sendiri.

Girls, jangan pernah mengatur Tuhan ini dan itu tentang apa yang kamu mau, namun biarkan dirimu yang mengikuti rencana Tuhan dan melakukan apapun yang Tuhan mau. Seseorang yang berhasil mengisi TTS sebuah koran lengkap dan semua jawabannya benar, akan mendapat hadiah kalau mengirimkan jawabannya. Hidupmu akan diberkati Tuhan dan kamu bisa menjadi berkat untuk banyak orang kalau kamu mengisi hidupmu dengan kebenaran FirTu. • Stevanny Liem

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Sabtu, 9 April 2011
Pertanyaan    : Apakah aku sudah hidup seturut firman Tuhan?
Aplikasi          : Patuh selalu tuntunan firman Tuhan.
Doa                 : Tuhan, tolong tuntun setiap langkahku. Amin.

Senin, 28 Juni 2010

Berprestasi dalam Keterbatasan

By : Richard T.G.R

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24 : 16

Bacaan : Lukas 22 : 31 – 34

Sejak lahir, Amin Alwakiah hidup dengan tangan kiri putus hingga siku. Namun, hal ini tidak menyurutkan niatnya untuk belajar di sekolah umum dan menggeluti atletik, lari jarak pendek. Tak mudah berlari dengan tangan yang tidak sama panjang karena gerak tubuh menjadi kurang seimbang. Namun, ia melatih keseimbangan sejak kecil dengan bersepeda. Beberapa kali ia gagal menjadi juara saat mengasah kemampuan dalam lomba, namun itu tak menyurutkan niatnya. Ia akhirnya berhasil meraih medali emas nomor lari 400 meter dan medali perunggu nomor lempar lembing, pada Pekan Olahraga Orang Cacat Nasional X, di Yogyakarta tahun 1993. Ia turut membela Indonesia di Paralympic Games, di Sydney, Australia tahun 2000. Meraih medali perunggu nomor lari 200 meter di ASEAN Paragames I, di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2001. Kini setelah pensiun dari dunia atlet, Amin menjadi pelatih yang menangani atlet difabel. (Sumber : Harian Kompas, 5 Mei 2010).

Cacat fisik bukanlah alasan untuk kita rendah diri dan tak bisa menghasilkan suatu prestasi. Kisah Amin Alwakiah kiranya membangkitkan semangat Anda yang merasa lemah, tak berguna, dan hanya merepotkan orang untuk bangkit dan semangat karena Anda bisa melakukan suatu hal yang positif sama seperti yang bisa di lakukan orang normal. Tuhan melahirkan Anda ke dunia dengan keterbatasan tentu dengan tujuan untuk memuliakan nama-Nya. Memang ada beberapa orang yang akan mengolok-olok bahkan merendahkan Anda karena kekurangan yang ada, namun jadikan hinaan itu untuk semakin memacu semangat Anda bahwa Anda pasti bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bahkan sesuatu yang kadang tidak bisa di lakukan orang yang sempurna dan normal secara fisik.

Orang yang sukses adalah orang jatuh tujuh kali dan bangkit delapan kali. Jangan pernah menyerah kalau Anda berkali-kali gagal mencoba karena cacat fisik Anda. Bagian yang harus Anda lakukan saat jatuh dan jatuh lagi adalah kembali bangkit sampai menjadi pemenang. Tiada yang mustahil bagi orang percaya.

Diligence

By : Richard T.G.R

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Mazmur 126 : 5

Bacaan : Mazmur 126 : 5 – 6

Dalam jemaat gereja kami, ada seorang anggota jemaat bernama Steve. Steve adalah pemuda perantauan yang mengadu nasib ke Kota Semarang. Walaupun hanya lulusan SLTA, dia memiliki semangat juang yang tinggi untuk menjalani hidup. Lima tahun lalu, kami mengenalnya sebagai pemuda pengangguran. Untuk menyambung hidup, dia bekerja serabutan. Pekerjaan seperti salesman produk kecantikan, guru les privat, kuli serabutan, sampai mencuci motor jemaat rela dia lakukan. Untuk berangkat ke gereja atau menghadiri pertemuan tengah minggu, ia dengan semangat berjalan kaki walaupun jarak tempat kost ke gereja cukup jauh. Kadangkala, ia terpaksa puasa karena tak memiliki uang. Perjuangan Steve tak sia-sia, kini kami mengenalnya sebagai seorang wirausahawan yang sukses. Ia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan membiayai keuangan orang tuanya.

Kisah yang dialami Steve seringkali kita dengar. Seseorang yang tak punya apa-apa, namun semangat menjalani hidup dan mau berusaha pada akhirnya sukses juga. Apa modal dasar yang membuat mereka sukses padahal uang tak punya, pendidikan pas-pasan, dan tak punya pengalaman kerja? Ketekunan. Sesulit apapun hidup kita, suatu hari kelak kita pasti berhasil mencapai tujuan hidup kita selama mau tekun. Para rasul seperti Paulus atau Petrus berhasil memenangkan banyak orang walaupun penderitaan berkali-kali menghadang, karena mereka mau tekun melakukan perintah Tuhan. Sepuluh ribu mil akan berhasil kita tempuh kalau kita mau tekun berjalan selangkah demi selangkah. Tetesan air hujan melubangi batu bukan dengan kekuatan fisik yang kuat, namun dengan tetesan yang berulang-ulang. Apapun tujuan hidup Anda, baik secara duniawi ataupun rohani, ketekunan adalah salah satu karakter yang harus Anda miliki dan praktekkan. Seburuk atau semiskin apapun keadaan Anda hari ini, Anda pasti bisa menjadi orang yang berhasil kalau mau tekun bekerja dan melakukan yang terbaik. Sudahkah Anda tekun?

Kamis, 03 Juni 2010

Pergi Memancing


By : Richard T.G.R

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Matius 4 : 19

Bacaan : Matius 4 : 18 – 22

Bagi Anda yang hobi memancing, tentu Anda mengerti mengapa memancing butuh waktu berjam-jam. Memancing perlu waktu lama karena tidak semua ikan suka memakan umpan yang kita pasang. Ada kalanya ada ikan yang berhasil memakan umpan namun kita gagal mengailnya sehingga kita harus memasang umpan baru. Ada kalanya kita berhasil mengail ikan tersebut, namun ikan itu lolos karena mengelepar-ngelepar atau lepas saat kita pegang. Ada juga ikan yang mengigit sedikit umpan kita dan meninggalkannya. Yang terakhir ada ikan yang memakan semua umpan dan berhasil kita tangkap. Memancing adalah hobi yang menyenangkan karena kita belajar bersabar dan mendapat banyak wisdom saat menunggu ikan memakan umpan.

Sama seperti memancing, sebagai hamba Tuhan kita juga menjadi penjala manusia. Ada kalanya kita harus menunggu sangat lama untuk bisa mengajar orang Alkitab dan membaptisnya. Ada kalanya kita ditolak bahkan dikatakan sesat. Ada kalanya ada orang yang begitu antusias belajar Alkitab dan mau menjadi Kristen namun akhirnya mundur karena tidak mau menyalibkan kedagingan. Ada juga orang yang menjadi Kristen karena mau berkatnya doang dan menipu kita. yang terakhir ada orang yang memang sungguh-sungguh cinta Tuhan dan belajar menjadi Kristen yang sejati.

Mengail jiwa-jiwa baru untuk Tuhan memang tidak mudah, namun teruslah mengail. Tuhan tidak menyuruh kita membaptis sekian ratus atau ribu jiwa, namun Tuhan ingin kita terus menginjil dan memberitakan Firman-Nya. Hasil akhir atau banyaknya jiwa-jiwa baru yang bertobat adalah bagian Tuhan, bagian kita adalah menjala jiwa manusia sebanyak mungkin selama masih ada waktu.

*Catatan : Artikel ini di muat di Renungan Harian Spirit Penuai – Kamis, 17 Juni 2010

Melakukan yang Terbaik

By : Richard T.G.R

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Yakobus 1 : 2 – 3

Bacaan : Kejadian 40 : 1 – 15

Beberapa hari ini berita tanah air ramai dengan beberapa putusan hukum yang sangat tidak adil. Seorang anak kecil harus di adili hanya karena berantem dengan teman sekelasnya, seorang Lanjar harus masuk penjara karena istrinya meninggal akibat kecelakaan saat di bonceng olehnya, seorang bapak harus masuk penjara hanya karena mengambil kaos bekas yang sudah di buang tetangganya, dll. Renungan ini tak akan meminta komentarmu tentang masalah hukum, namun hendak bertanya, apa yang akan kamu lakukan kalau kamu sendiri yang mengalami ketidakadilan itu? Apa yang kamu lakukan kalau bos memarahi dan memecatmu karena kesalahan orang lain? Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu harus menjalani hukuman walaupun tak bersalah?

Girls, saya percaya kamu marah, jengkel, frustasi, dan bisa saja menuntut keadilan. Tak hanya itu, mungkin sebagian kita akan menyalahkan Tuhan. Kalau kamu hari ini mengalami ketidakadilan dan menyalahkan Tuhan, mari belajar dari Yusuf. Kita semua tahu Tuhan memberikan Yusuf mimpi yang indah, menjadi penguasa, ayah serta dua belas saudaranya datang menyembah, namun kenyataan bicara lain. Yusuf di jual sebagai budak dan berakhir menjadi napi karena tidak mau berzinah. Yusuf mengalami ketidakadilan, namun apa respon Yusuf? Yusuf memilih bekerja keras dan melakukan yang terbaik dari dirinya. Pada waktu kehidupan tidak sesuai dengan keinginanmu, kamu bisa memilih mengeluh dan mengutuk, Atau memilih sikap yang baik dan tetap melakukan yang terbaik dari dirimu. Yusuf berhasil membuktikan bahwa Tuhan selalu punya rencana indah di balik setiap pencobaan, bagaimana dengan kamu?

*Catatan : Artikel ini di muat di Renungan Harian Spirit Girls – Rabu, 09 Juni 2010

Senin, 19 April 2010

Mencintai Pekerjaan


By : Richard T.G.R

Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia? Pengkhotbah 3 : 22

Bacaan : Pengkhotbah 3 : 16 – 22


Ketika pertama kali bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang staff administrasi, lelah dan depresi adalah yang saya rasakan. Sebagai karyawan baru yang tak mempunyai pengalaman sama sekali, ada beberapa rekan kerja yang sering menjadikan saya sasaran kesalahan kerja dan memperalat saya. Setelah bekerja sekian lama, itu bukan berarti saya jatuh cinta pada pekerjaan, namun rasa lelah, benci dan bosan yang muncul. Setiap kali bangun pagi, saya merasa kesal kenapa harus kembali bekerja dan bekerja. Namun mau tak mau setiap hari saya berangkat kerja untuk menyambung hidup. Akhirnya saya mengambil keputusan mengundurkan diri secara baik-baik kepada perusahaan dan meniti karir sebagai penulis setelah dua tahun bekerja sebagai staff.

Itu adalah pengalaman saya tiga tahun lalu, kini saya sangat menikmati pekerjaan saya sebagai seorang penulis. Saya fleksibel dalam menggunakan waktu namun tetap produktif. Saya bisa pergi keluar kota untuk menghadiri seminar atau menengok orang tua tanpa perlu ijin ke kantor. Saya bisa membagikan pengalaman hidup dan nilai-nilai kehidupan yang positif bagi banyak orang melalui tulisan saya. Intinya saya sangat mencintai pekerjaan saya.

Banyak diantara Anda mempunyai pengalaman seperti saya. Tidak suka dengan pekerjaan yang Anda geluti saat ini, namun tak punya pilihan lain. Anda mau tak mau terus bekerja untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan anak istri. Biasanya kalau kita tidak mencintai pekerjaan, pekerjaan yang kita lakukan tak akan pernah maksimal. Kita merasa kantor tempat kita bekerja seperti penjara. Kita merasa sangat sengsara mencari orderan di tengah terik panas matahari atau siraman hujan lebat. Kita merasa hati kita panas, walaupun kantor kita sejuk karena ada ac, gaji kita pun sebetulnya lebih dari cukup namun kita merasa tak senang. Kita merasa hidup ini kok nggak enak banget sih. Hal ini tentu tak bisa di biarkan terus menerus menimpa hidup Anda karena Tuhan ingin kita mengucap syukur setiap hari, termasuk dalam hal bekerja.

Solusi terbaik untuk Anda tetap enjoy dan happy saat bekerja, seberat apapun pekerjaan itu adalah mencintai pekerjaan itu sendiri. Memang mengundurkan diri dari perusahaan adalah salah satu solusi, namun kenyataan juga berbicara cukup sulit mencari pekerjaan di negara kita. Puji Tuhan kita hari ini bisa bekerja sementara jutaan orang diluar kantor kita menganggur dan mati-matian bersaing mengirimkan cv ke berbagai perusahaan yang membuka lowongan. Kita bisa saja menjadi wirausaha seperti saya jalani saat ini, namun Anda harus benar-benar menyiapkan mental karena sebagai wirausaha penghasilan Anda tak pasti dan usaha yang Anda rintis pada awalnya biasanya sepi. Mari kita belajar mencintai pekerjaan, sebenci apapun kita melakukannya. Temukan nilai-nilai positif dalam pekerjaan dan belajarlah mengasihi rekan kerja. Memang sangat sulit dan tidak mudah mengasihi rekan-rekan yang "trouble maker" namun Anda pasti bisa kalau mau berusaha karena Tuhan mengajarkan untuk kita saling mengasihi, termasuk orang yang memusuhi kita. Ubahlah suasana hati Anda, maka suasana kantor juga akan berubah walaupun pekerjaan itu tetaplah sama. Kalau Anda ingin mengubah seseorang atau suasana kerja Anda, ubahlah terlebih dahulu diri Anda, maka kehidupan di sekitar Anda juga akan berubah.

Jangan Putus Asa


By : Richard T.G.R

Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Lukas 22 : 32

Bacaan : Lukas 22 : 24 – 38


Shelvy menangis tersedu-sedu saat mendapati namanya tak tercantum dalam daftar pengumuman siswa yang lulus UN. Lima kali ia mengecek, namun hasilnya tetap sama, ia gagal dan otomatis tak bisa melanjutkan studinya ke SMA. Di tengah gelak tawa teman-temannya yang gembira karena lulus, ia menangis di sudut kelas dengan beberapa teman dan guru yang berusaha menghiburnya. Terbayang betapa sedih ortunya karena dia gagal, sudah banyak uang mereka keluarkan untuk membayar ujian, betapa keras dia berusaha belajar setiap malam. Namun kenyataan bicara lain, soal-soal yang keluar cukup sulit dan mungkin hanya sebagian yang berhasil ia jawab. "Mengapa ini terjadi padaku, Tuhan?" tanya Shelvy dengan terisak-isak.

Guys, semua kita pasti akan menghadapi UN dan mungkin saat ini kamu sudah mendapatkan hasilnya dan sudah mendaftar ke sekolah favorit. Setiap kamu pasti ingin lulus dan kakak juga berharap semua lulus dengan nilai yang tinggi, namun apa yang akan kamu lakukan kalau ternyata kamu nggak lulus? Sedih banget, itu pasti. Namun itu bukan berarti dunia runtuh dan kamu menjadi orang gagal. Boleh aja kamu sedih, namun jangan lama-lama dan kamu stress sehingga jatuh sakit. Belajarlah dari Petrus yang juga pernah gagal seperti yang kamu alami saat ini. Tuhan waktu itu dah meringatin Petrus agar ati-ati karena iblis menantang Tuhan untuk nguji Petrus, namun dengan pede Petrus berkata siap masuk penjara dan mati demi Yesus.

Lha yang terjadi sebaliknya, Petrus gagal. Petrus sembunyi-sembunyi mengikuti Yesus dan menyangkal bahwa dia mengenal Yesus. Wah, Petrus sedih dan nyesel banget waktu ayam berkokok dan Yesus berpaling memandangnya (Lukas 22 :60-62). Guys, emang menyakitkan nggak lulus, namun life must go on, jangan putus asa dan ayo bangkit. Tuhan ingin kamu belajar dari kegagalan dan menguatkan temen-temenmu yang lain, yang mengalami nasib kaya kamu.


Sabtu, 13 Februari 2010

Menabur Benih

By : Richard T.G.R

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. Pengkhotbah 11 : 1

Bacaan : Pengkhotbah 11 : 1 – 8


Setiap orang di dunia tentu ingin sukses dalam segala hal. Secara materi, kita tentu ingin menjadi orang kaya atau memiliki pekerjaan yang mantap. Secara rohani, kita tentu ingin memenangkan sebanyak mungkin jiwa untuk Yesus. Secara karakter, kita tentu ingin bertumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan masih banyak lagi. Namun sangat di sayangkan tak semua kita hari ini bisa kaya, memenangkan banyak jiwa, atau menjadi pribadi yang berkualitas. Apakah Tuhan tak ingin kita sukses atau kita kurang bekerja keras? Tuhan tentu ingin kita sukses karena Ia menciptakan kita untuk berhasil (Yeremia 29 : 11) hanya sayangnya banyak diantara kita kurang tekun dalam mewujudkan keinginan hati kita.

Untuk sukses kita harus berani mengambil resiko dan menabur sebanyak mungkin usaha untuk setiap impian yang ingin kita capai. Agar bisa di terima bekerja, kita tentu tak bisa berharap pada satu perusahaan namun akan kita kirimkan banyak lamaran kerja pada banyak perusahaan bukan? Untuk mendapatkan satu aplikasi bagi kita yang bekerja di bagian marketing bank, kita tentu tidak akan melobi hanya satu orang namun sebanyak mungkin orang. Untuk kita bisa mendapat satu anggota atau Downline MLM yang kita tekuni, kita tentu akan mengajak sebanyak mungkin teman untuk bergabung. Semakin banyak kita menabur, peluang kita untuk berhasil tentu semakin lebar namun jika kita malas-malasan, jangan pernah berharap kita bisa berhasil.

Untuk bisa sukses dalam segala bidang, kita harus berani menghadapi kegagalan  dan menabur sebanyak mungkin di setiap usaha yang kita tekuni saat ini. Jangan pernah menunggu berkat datang dari langit, namun taburlah sebanyak mungkin benih kesuksesan melalui kerja keras kita sehingga semakin besar peluang kita melihat benih itu besar, bertumbuh dan berbuah sehingga sukses dengan sendirinya datang menghampiri kita.




*Di Muat di RHK Aletea – Januari 2010

Jumat, 12 Februari 2010

Harga Sebuah Keberhasilan

By : Richard T.G.R

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya. I Korintus 9 : 24

Bacaan : I Korintus 4 : 24 – 27


Dalam perang, di Cina hidup seseorang bernama Su Qin yang mempelajari strategi militer. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia menawarkan jasanya kepada Raja Qin untuk menjadi penasehat militer. Namun, karena pengetahuannya yang masih dangkal Raja menolaknya. Dengan sedih dia pulang ke desanya. Sesampainya di rumah, istrinya menyambutnya dengan dingin bahkan mencaci maki dirinya dengan kata – kata kasar karena gagal. Tak hanya itu, kedua orang tuanya pun merasa sedih dan memyesal karena Su Qin gagal. Ia tahu mereka memperlakukannya dengan buruk karena penolakan Raja. Karena malu dan kesal, ia memutuskan untuk menemukan rahasia di balik strategi militer. Dia belajar dengan sangat giat sampai kurang tidur. Suatu saat ketika belajar, ia tertidur karena capenya. Saat terjaga, dia marah karena ketiduran waktu belajar. Agar tidak ketiduran lagi, Su Qin mengambil keputusan ekstrim menusuk pahanya dengan pisau agar senantiasa terjaga. Setelah satu tahun belajar dengan keras, Su Qin menghadap raja sekali lagi. Usahanya tidak sia – sia ia mendapat pujian dari raja atas jawaban yang dipelajarinya dengan rajin. Akhirnya ia di terima menjadi seorang penasehat militer. (The Chinese ART of Goal Setting )

Sesuatu yang ingin di capai membutuhkan pengorbanan, baik secara duniawi maupun rohani. Tak ada yang bisa kita raih kalau tidak berjuang dengan keras. Kita semua dulu saat ujian kenaikan kelas belajar sebaik mungkin agar bisa naik kelas. Saat bekerja kita berusaha bekerja sebaik mungkin agar atasan kita senang dan posisi kita semakin naik. Dalam pelayanan gereja kita berusaha memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Nah, sekarang apa keinginan terbesar dalam hidup yang ingin di capai? entah itu secara rohani atau duniawi apakah anda sudah siap berjuang untuk memperolehnya? Paulus mengajarkan kepada kita agar berusaha dengan begitu rupa untuk mencapai tujuan. Jangan kita asal–asalan menetapkan sesuatu sehingga hasil yang di peroleh tak memuaskan. Mari belajar untuk fokus akan tujuan hidup kita, terutama dalam kehidupan rohani. Apa yang ingin anda capai sekarang, berjuanglah untuk mendapatkannya. Tuhan senantiasa memberikan hasil yang terbaik saat kita berusaha dan bergantung padanya.

*Di Muat di Renungan Harian Spirit Motivator – Mei 2008