Website counter
Tampilkan postingan dengan label Harta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Butuh Proses

Baca : Kejadian 31 : 22 – 42
Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku. (Kejadian 31 : 41)

Pernahkah Anda melihat bayi yang baru saja lahir langsung bisa berdiri? Pernahkah Anda melihat seseorang yang baru belajar bela diri satu kali, gerakannya bisa selincah Jet Lee? Atau pernahkah Anda melihat seorang petani yang hari ini menabur benih, keesokan harinya langsung menuai? Saya percaya pasti kita semua menjawab tidak.

Kemajuan teknologi membuat segala sesuatu seakan sepertinya tak butuh proses. Aneka makanan dan minuman instan, teknologi internet yang memungkinkan kita kirim data atau berkomunikasi dengan sangat cepat, dan aneka hal instan lainnya membuat banyak orang ingin sukses secara instan. Oleh karena itu jangan heran kalau korupsi terus merajalela. Kalau hari ini kebetulan kita ingin sukses secara instan, hari ini doa besok keinginan kita jadi kenyataan, ada kabar buruk buat kita karena hal itu tidak mungkin terjadi. Tuhan selalu memproses kita terlebih dahulu kalau kita ingin sukses dalam segala hal. Contohnya adalah Yakub. Yakub memang diberkati Ishak mendapatkan hak anak sulung, dan Tuhan tepati janji-Nya. Namun Yakub butuh waktu 20 tahun untuk mendapatkan istri, harta benda, dan banyak hamba. Dalam panas hatinya Yakub bercerita pada Laban (ayat 36 – 41) jerih lelahnya mendapatkan semua yang dia miliki saat ini. Yakub berhasil kaya raya bukan dalam semalam, namun butuh proses bertahun-tahun dan bersusah-susah dahulu.

Betul Tuhan berjanji akan memberkati kita, betul Tuhan ingin kita berhasil dalam karier, tapi semuanya itu butuh proses. Pohon yang kokoh butuh waktu belasan tahun untuk tumbuh, begitu juga kesuksesan apapun yang ingin kita gapai saat ini. Oleh karena itu nikmati setiap proses kehidupan yang Tuhan berikan pada kita. Jangan mudah menyerah, jangan suka mengeluh, dan selalu bersyukur atas apa pun kesulitan dan tantangan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam perjalanan kita mewujudkan kesuksesan sejati. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Motivator – Kamis, 19 Juli 2012
Pertanyaan    : Apakah aku menikmati proses hidup yang Tuhan lakukan?
Aplikasi          : Nikmati proses yang sedang terjadi.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk proses yang aku jalani saat ini. Amin.

Senin, 16 April 2012

Suka Memberi

Baca : Amsal 11 : 24 – 26
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11 : 24)

Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon, dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan si batu api, kita harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya kita hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi, itu selalu dengan pertunjkan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, kita harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan ancaman. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa.

Untuk mendapatkan sesuatu dari tipe sarang lebah, kita tak perlu melakukan kekerasan karena ia suka memberi. Tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dahulu seseorang menghantamnya, dia akan membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Ia akan selalu memberi dan memberi, namun selalu saja madu yang dihasilkannya tak pernah habis karena akan selalu ada madu baru yang dihasilkan. Sarang lebah memberi dengan ketulusan sehingga tak pernah berkekurangan.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, termasuk pemberi macam apakah kita? Percayalah bahwa saat kita memberi dengan tulus, Tuhan pasti akan mengantinya dan tak akan biarkan kita berkekurangan. Jangan pernah takut jatuh miskin karena kita suka memberikan bantuan kepada orang-orang yang mengalami kekurangan, karena Tuhan akan selalu menggantinya dengan berkat yang baru. Kita sudah biasa melihat ada orang Kristen yang miskin, namun pernahkah kita melihat ada orang Kristen yang suka memberi, hidupnya kekurangan dan berhutang ke sana ke mari? Tidak pernah! Memberilah dengan motivasi kasih, maka Tuhan sang sumber kasih akan melimpahi kita dengan kasih. Jadilah pemberi yang tulus. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Senin, 30 April 2012
Pertanyaan    : Termasuk pemberi macam apa Anda?
Aplikasi          : Jadilah pemberi yang tulus.
Doa                 : Tuhan, ajar aku menjadi pemberi yang tulus. Amin.

Selasa, 13 Maret 2012

Mengumpulkan Harta

Baca : Matius 6 : 19 – 21
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6 : 20)

Kata bank berasal dari bahasa Italia ″Banco″ yang berarti bangku atau meja. Pada jaman dahulu para juru tukar uang memakai meja atau bangku untuk melayani para pelanggannya. Perkara pinjam meminjam uang ini terus berkembang dan bertambah maju sehingga munculah lembaga bernama bank seperti yang kita kenal sekarang ini. Bicara masalah bank, kita akan teringat kata bangkrut. Kata bangkrut berasal dari bahasa Italia ″banco rotto″ yang artinya bangku atau meja yang dipatahkan.

Jagoan Kristus, apakah kamu menyimpan uangmu di bank? Itu adalah satu kebiasaan yang sangat bagus. Menabung tak harus selalu di bank, di rumah pun kamu bisa menabung dan tabungan itu bisa kamu titipkan pada orang tuamu. Menabung sangat menolong diri kita sendiri saat tiba-tiba kita membutuhkan uang untuk kebutuhan khusus atau membeli sesuatu yang cukup mahal. Umpama kamu ingin membeli komputer untuk menunjang aktifitas belajar atau tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit. Uang tabungan itu bisa kamu gunakan.

Jagoan Kristus, tak hanya di dunia saja kamu perlu menabung atau mengumpulkan harta. Di surga pun kamu harus memiliki tabungan. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menolong orang yang berkekurangan. Ada banyak orang miskin yang memerluan pertolongan di sekitar kita. Tuhan Yesus berkata, kalau hati kita sudah tidak terikat lagi pada harta benda di dunia ini, itu artinya kita sudah beroleh harta di sorga. Itu sebabnya, orang yang kikir akan sulit masuk Kerajaan Sorga. Pakailah uangmu dengan bijaksana. Jangan hidup boros. Namun jangan juga pelit menolong sesama, oke? • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Minggu, 11 Maret 2012
Pertanyaan     : Apakah aku sudah beroleh harta di sorga?
Aplikasi          : Jangan sampai hati kita terikat pada harta dunia.
Doa                : Tuhan, ajar aku menggunakan hartaku dengan benar. Amin.

Senin, 29 Maret 2010

Harta yang Berharga

By : Richard T.G.R

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Matius 16 : 26

Bacaan : Ibrani 11 : 23 – 29


Ketika Benua Amerika di temukan para penjelajah samudra, Perancis adalah satu dari sekian banyak negara barat yang sangat senang datang ke Amerika. Perancis sadar bahwa penduduk Amerika yaitu orang Indian, tidak mengerti nilai emas dan perak sehingga barang-barang berharga itu sama sekali tidak di kelola. Untuk mendapatkan emas dan aneka barang tambang lainnya, para pedagang Perancis dengan licik menipu orang Indian dengan memberikan perhiasan-perhiasan kecil yang tidak berharga untuk di tukar dengan emas dan perak orang Indian. Orang Indian dengan sukarela mau saja menyerahkan emas karena tidak tahu betapa berharganya emas itu untuk di tukar sejumlah perhiasan yang tidak berharga.

Tanpa sadar, seringkali kita bersikap seperti orang Indian. Kita tahu bahwa nyawa kita hanya satu dan satu-satunya cara mempertahankan nyawa itu agar masuk surga adalah mengikut Kristus. Mengikut di sini bukan berarti kita hanya sekedar di baptis dan menjadi Kristen, lalu urusan selesai. Namun kita mengikut Yesus berarti melakukan segala perintah-Nya selama kita hidup. Hari ini kita sudah menjadi Kristen dan Tuhan sudah memberikan garansi masuk surga, namun sayang banyak diantara kita tidak sadar atau menganggap remeh keselamatan yang Tuhan berikan. Kita berbuat dosa semaunya, bekerja dari pagi sampai malam untuk mengumpulkan harta, atau tidak mau mengasihi satu sama lain. Tanpa sadar, kita sudah menukar keselamatan yang Tuhan berikan dengan nafsu dan harta dunia yang tidak kekal. Hubungan kita dengan Yesus adalah harta yang paling berharga. Jangan tukarkan keselamatan yang Yesus berikan dengan rutinitas kerja dan ambisi Anda untuk memuaskan nafsu dan mengumpulkan harta di dunia.


* Di muat di RHK Aletea – April 2010