Website counter

Jumat, 31 Mei 2013

Berpikir Kreatif

Baca : Yohanes 6 : 1 – 15
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" (Yohanes 6 : 9)

Cobalah buat 9 titik di atas kertas dengan formasi 3 kali 3. Lalu, mulailah menarik sebuah garis yang dapat menghubungkan semua titik itu tanpa mengangkat pena dan setiap titik hanya boleh dilewati sekali. Bisa? Kalau tidak ikuti petunjuk berikut. Taruh pena di titik paling bawah sebelah kiri. Dari situ, tariklah sebuah garis miring ke atas melewati titik di tengah dan kemudian berhenti di titik paling atas sebelah kanan. Lalu, tarik pena ke kiri hingga menembus kedua titik di sebelah kirinya. Terus tarik pena itu hingga menembus titik paling atas sebelah kirinya. Berhentilah pada jarak secukupnya, sehingga membentuk sudut yang simetris saat Anda meneruskan perjalanan pena miring ke bawah hingga menembus titik tengah sebelah kiri dan titik tengah sebelah bawah. Lagi, berhentilah pada jarak secukupnya hingga cukup simetris saat Anda menarik garis itu ke atas menembus titik bawah dan tengah sebelah kiri sebelum pena Anda berhenti pada titik sebelah kanan. Selesai.

Sahabat Riang kadang kita perlu berpikir di luar kebiasaan jika menghadapi satu masalah yang belum pernah terjadi. Jangan biarkan masalah dan keadaan yang ada membatasi pikiran untuk menemukan solusi baru yang kreatif. Ketika lima ribu orang berkumpul dan Yesus berniat memberi mereka makan, Yesus menguji respon murid-Nya dengan bertanya dimanakah kita akan membeli roti. Filipus langsung hitung-hitungan dan dia merasa duit dua ratus dinar pun tak cukup. Andreas berhasil menemukan anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan, tapi ia berkata apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini. Mereka lupa ada Yesus yang bisa melakukan mujizat.

Apapun masalah rumit kita siang ini, mari tenangkan diri, berdoa pada Tuhan, dan berpikir kreatif. Pasti kita akan menemukan solusi yang tepat. Jangan biarkan masalah yang mengguasai kita, namun kitalah yang harus mengguasai masalah. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Siang – Selasa, 21 Mei 2013
Pertanyaan    : Apakah saya seseorang yang berpikir kreatif?
Aplikasi          : Kuasai masalah.
Doa                 : Tuhan, ajar kami mengguasai masalah. Amin.

Menawarkan Keselamatan

Baca : Matius 16 : 21 – 28
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Matius 16 : 26)

Kalau berjalan-jalan di Mall, sering kita dapati pihak Mall menawarkan berbagai kemudahan untuk menjadi member mereka. Mulai dari tawaran diskon, poin, bonus, hadiah, atau voucher. Kadang kita dapati ada beberapa marketing kartu kredit menawari kita untuk menggunakan kartu kredit mereka. Kalau kebetulan kita sudah punya namun bukan produk mereka, mereka akan bertanya apa saja keuntungannya dan berusaha memberikan keuntungan yang lebih banyak. Persaingan ketat membuat berbagai perusahaan memberikan keuntungan lebih untuk mendapatkan member.

Hamba Tuhan, perusahaan-perusahaan sekuler boleh-boleh saja berlomba-lomba menawarkan berbagai keuntungan untuk menarik sebanyak mungkin anggota, namun hal ini tidak berlaku buat gereja. Kalau gereja sudah seperti supermarket yang mencari pelanggan, mencari anggota sebanyak mungkin supaya makin banyak duit yang masuk, menjanjikan kesembuhan, kekayaan, jodoh, karier gemilang, dan aneka keuntungan duniawi lainnya, berarti motivasi kita sangat sempit. Tuhan tak pernah menjanjikan berbagai keuntungan secara duniawi, justru Tuhan menyuruh kita memikul salib untuk menunjukkan komitmen kita. Tuhan menawarkan sesuatu yang lebih berharga dari pada berbagai keuntungan duniawi, yaitu keselamatan kekal. Tanpa kita minta, Tuhan pasti akan cukupkan segala kebutuhan kita dan berbagai keuntungan secara duniawi sebetulnya hanya bonus. Karena kalau kita lebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya lebih dahulu, semuanya akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33). Oleh karena itu kita adalah hamba Tuhan yang bodoh kalau menawarkan ″bonus″ kepada jemaat tapi tidak mengajarkan betapa pentingnya keselamatan.

Menjadi anggota gereja adalah kerugian bagi jemaat karena mereka harus memberikan sebagian waktu, uang, tenaga, pikiran, bahkan nyawa mereka untuk Tuhan, sehingga jangan pernah menjanjikan ikut Tuhan akan membuat hidup mereka makin enak dan makin mudah. Jangan pernah membujuk orang yang belum percaya untuk ikut Tuhan dengan iming-iming kekayaan, jodoh, kesehatan, atau keuntungan duniawi apapun karena bukan itu tujuan Tuhan menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Penuai – Sabtu, 25 Mei 2013
Pertanyaan    : Keuntungan apa yang saya harapkan dari gereja?
Aplikasi          : Mari mengikut Tuhan dengan hati yang benar.
Doa                 : Tuhan, ajar saya mengikut Engkau dengan hati yang lurus. Amin.

Lebih suka Gelap

Baca : Yohanes 3 : 1 – 21
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. (Yohanes 3 : 19)

Sebagai salah satu pengguna jejaring sosial Facebook, saya sesekali update status. Kalau saya sedang senang, biasanya saya update status yang positif. Namun kalau sedang marah atau susah, saya pernah update status negatif. Aneh tapi nyata, lebih banyak rekan-rekan saya yang like atau comment status saya yang negatif. Misalnya, saya update status ayat atau kata-kata positif, hanya segelintir orang yang like, jarang yang comment, dan orangnya itu-itu juga. Namun saat saya update status yang kurang baik, justru banyak orang yang suka dan berkomentar, bahkan ada yang sengaja memanas-manasi saya untuk berbuat jahat. Ironis, sesuatu yang buruk lebih menarik bagi sebagian orang daripada sesuatu yang positif.

Kalau hari ini Anda sudah berbuat benar dan hanya sedikit orang yang berterima kasih, lapangkan hati dan belajar sabar. Kalau hari ini kebaikan Anda justru dicaci maki, tabahkan hati karena Tuhan pun sudah mengalami. Saat bercakap-cakap dengan Nikodemus, Tuhan menjelaskan bahwa manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang. Saya percaya semua orang tahu mengasihi itu sangat baik, mengampuni itu diharuskan oleh semua agama, namun hanya segelintir orang yang mau mempraktekkannya. Lebih banyak orang yang semangat kalau diajak dugem dan main perempuan, daripada diajak saat teduh dan ke gereja. Lebih banyak orang suka diajak nonton film porno, daripada pergi ke rumah duka. Lebih banyak orang suka mengomentari status negatif, daripada memberikan dukungan kepada orang yang update status positif. Lebih banyak orang yang setuju Yesus disalibkan, daripada orang yang mendukung pelayanan Yesus.

Jangan patah semangat kalau lebih banyak orang membenci Anda saat berbuat benar, karena itu tandanya Anda sudah menjadi terang. Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, itulah kata Yesus, sehingga tak usah terlalu lama tenggelam dalam kesedihan. Tetap lakukan bagian Anda sebagai seorang Kristen, yaitu terus menabur kasih sampai Tuhan memanggil kita pulang. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Next – Rabu, 22 Mei 2013
Pertanyaan    : Apakah saya semangat berbuat benar meski tidak mendapat apresiasi?
Aplikasi          : Selalu melakukan apa yang benar.
Doa                 : Tuhan, ajar kami terus menabur kasih. Amin.