Website counter
Tampilkan postingan dengan label Fokus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Sulit atau Tidak Mudah

Bacaan : Bilangan 13 : 1 – 33
Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (Bilangan 13 : 30)

Apa perbedaan kata ″sulit″ dan ″tidak mudah″? Kalau sama saja di mana kesamaannya? Kalau beda, di mana perbedaannya? Sulit dan tidak mudah sebetulnya memiliki arti yang sama, yang membedakan adalah fokusnya. Kalau kita berkata sulit kepada suatu hal, kita lebih berfokus kepada aneka kesusahannya, bukan berfokus pada usaha kita untuk menyelesaikannya. Alhasil kita tak mau berusaha dan menyerah sebelum mencoba. Namun kalau kita berkata tidak mudah, kita mau berusaha lebih dahulu dan mengupayakan berbagai cara walaupun harus mengalami berbagai kesulitan lebih dahulu. Nah, kata apa yang biasa kita ucapkan, sulit atau tidak mudah?

Fokus kita setiap hari sangat menentukan hasil yang kita raih. Fokus Yosua dan Kaleb membuat mereka tetap hidup dan berjuang mendapatkan tanah Kanaan. Fokus sepuluh pengintai lainnya membuat mereka tak mau berusaha dan mati, padahal mereka sudah melihat sendiri betapa suburnya tanah Kanaan. Kedua belas pengintai maju bersama-sama, menjelajahi tanah Kanaan bersama-sama, mereka semua pun adalah pemimpin, namun ada yang berhasil dan ada yang tidak ditentukan oleh fokus mereka masing-masing. Sehingga kalau kita saat ini merasa tidak diberkati sedangkan rekan kita diberkati, coba kita lihat fokus kita selama ini. Bukan salah keadaan, bukan salah rekan-rekan, bukan salah Tuhan, namun sering kali kesalahan terletak pada diri kita sendiri yang salah dalam memandang sesuatu. Kita lebih fokus pada kesulitannya dan tak mau mencoba, sehingga Tuhan tak bisa berkati kita. Sedangkan orang yang mau bersusah payah menuai hasil.

″Sulit″ dan ″tidak bisa″, kedua kata ini terkesan sederhana dan sering kali kita ucapkan, namun memberikan dampak yang besar. Oleh karena itu, biasakan menghindari mengucapkan kata ″sulit″ saat kita ditantang melakukan sesuatu. Coba lebih dahulu dan fokus kepada solusi, maka hal sesulit apapun pasti mampu kita selesaikan. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Motivator – Kamis, 27 Juni 2013
Pertanyaan    : Kata apa yang sering kita ucapkan, sulit atau tidak mudah?
Aplikasi          : Biasakan menghindari kata “sulit”.
Doa                 : Tuhan, ajar kami memiliki fokus yang benar. Amin.

Jumat, 31 Mei 2013

Menawarkan Keselamatan

Baca : Matius 16 : 21 – 28
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Matius 16 : 26)

Kalau berjalan-jalan di Mall, sering kita dapati pihak Mall menawarkan berbagai kemudahan untuk menjadi member mereka. Mulai dari tawaran diskon, poin, bonus, hadiah, atau voucher. Kadang kita dapati ada beberapa marketing kartu kredit menawari kita untuk menggunakan kartu kredit mereka. Kalau kebetulan kita sudah punya namun bukan produk mereka, mereka akan bertanya apa saja keuntungannya dan berusaha memberikan keuntungan yang lebih banyak. Persaingan ketat membuat berbagai perusahaan memberikan keuntungan lebih untuk mendapatkan member.

Hamba Tuhan, perusahaan-perusahaan sekuler boleh-boleh saja berlomba-lomba menawarkan berbagai keuntungan untuk menarik sebanyak mungkin anggota, namun hal ini tidak berlaku buat gereja. Kalau gereja sudah seperti supermarket yang mencari pelanggan, mencari anggota sebanyak mungkin supaya makin banyak duit yang masuk, menjanjikan kesembuhan, kekayaan, jodoh, karier gemilang, dan aneka keuntungan duniawi lainnya, berarti motivasi kita sangat sempit. Tuhan tak pernah menjanjikan berbagai keuntungan secara duniawi, justru Tuhan menyuruh kita memikul salib untuk menunjukkan komitmen kita. Tuhan menawarkan sesuatu yang lebih berharga dari pada berbagai keuntungan duniawi, yaitu keselamatan kekal. Tanpa kita minta, Tuhan pasti akan cukupkan segala kebutuhan kita dan berbagai keuntungan secara duniawi sebetulnya hanya bonus. Karena kalau kita lebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya lebih dahulu, semuanya akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33). Oleh karena itu kita adalah hamba Tuhan yang bodoh kalau menawarkan ″bonus″ kepada jemaat tapi tidak mengajarkan betapa pentingnya keselamatan.

Menjadi anggota gereja adalah kerugian bagi jemaat karena mereka harus memberikan sebagian waktu, uang, tenaga, pikiran, bahkan nyawa mereka untuk Tuhan, sehingga jangan pernah menjanjikan ikut Tuhan akan membuat hidup mereka makin enak dan makin mudah. Jangan pernah membujuk orang yang belum percaya untuk ikut Tuhan dengan iming-iming kekayaan, jodoh, kesehatan, atau keuntungan duniawi apapun karena bukan itu tujuan Tuhan menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Penuai – Sabtu, 25 Mei 2013
Pertanyaan    : Keuntungan apa yang saya harapkan dari gereja?
Aplikasi          : Mari mengikut Tuhan dengan hati yang benar.
Doa                 : Tuhan, ajar saya mengikut Engkau dengan hati yang lurus. Amin.

Kamis, 31 Januari 2013

Lebah dan Lalat

Baca : Kejadian 13 : 1 – 18
Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. (Kejadian 13 : 10)

Mengapa seekor lebah cepat sekali menemukan bunga? Mengapa seekor lalat mudah sekali menemukan kotoran? FOKUS.  Di dalam pikiran masing-masing binatang itu hanya ada satu hal yang menjadi fokus perhatian mereka. Lebah hanya berpikir soal madu, lalat hanya berpikir soal kotoran. Selain itu, tidak ada hal lain dalam pikiran mereka. Dengan begitu, daya penglihatan keduanya terfokus pada satu hal penting itu saja. Mata lebah seakan didesain hanya untuk menemukan bunga, dan lalat dikhususkan untuk menemukan kotoran. Alhasil, lebah dapat menemukan bunga dengan cepat, dan lalat mudah menemukan kotoran. Akhirnya, lebah kaya akan madu sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Girls, fakta ini pun bisa diterapkan dalam hidup kita. apa yang menjadi fokus utama kita akan mewujudkan apa yang kita lihat. Hidup kita bergantung pada hati dan pikiran. Waktu kita baca kisah Abram dan Lot yang berpisah, akan kita temukan kenyataan fokus mereka beda. Lot fokus pada harta duniawi, yang dia buktikan dengan memilih tanah dekat Sodom dan Gomora yang notabene sangat jahat dan berdosa kepada Tuhan. Sedangkan Abram memilih mengalah pada Lot dan berserah kepada Tuhan. Mau diberi tanah model apa, biar Tuhan saja yang memberi. Hasil akhir hidup kedua orang ini pun beda banget. Lot kehilangan seluruh harta benda dan istrinya. Ia pun ditiduri dua anak perempuannya secara bergantian setelah mereka melarikan diri (Kej 19: 30-38). Abram menjadi kaya raya dengan hasil yang halal, ia pun menjadi salah satu pahlawan iman. Bangsa keturunan Abram menjadi bangsa yang terus diberkati sampai sekarang.

Yuk fokus pada hal-hal yang positif dan singkirkan segala hal yang negatif dari pikiran. Sukacita atau dukacita, berkat atau kutuk, pujian atau hinaan, semua itu sebetulnya ditentukan oleh pilihan yang ada di tangan kita sendiri. Ingatlah, segala perkataan, pikiran, atau perbuatan yang baik bagaikan sarang madu yang membawa berkat buat si lebah sendiri dan orang-orang yang menikmati madunya. • Richard T.G.R



Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Next – Jumat, 18 Januari 2013
Pertanyaan    : Apa yang selama ini saya pikirkan?
Aplikasi          : Fokus pada hal positif.
Doa                 : Tuhan, tolong terus jaga pikiran kami untuk selalu berpikir positif dan semangat. Amin.

Jumat, 28 Desember 2012

Hari Terakhir

Baca : Mazmur 90 : 1 - 12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90 : 12)

Suatu hari seorang guru tengah berkumpul dengan para muridnya, berkatalah ia kepada mereka, "Murid-muridku, kalian boleh berbuat apa saja semau kalian, seumur hidup kalian. Pokoknya apa saja!" Salah seorang muridnya bertanya, "Guru, kok enak sekali, ya. Tapi, apakah ada syaratnya?" Guru menjawab, "Syaratnya mudah. Kalian boleh berbuat semau kalian seumur hidup, tetapi cukup satu hari saja sebelum meninggal dunia, jadilah orang baik!" Murid yang lain segera menanggapi, "Tapi Guru, kita kan tidak tahu kapan kita akan meninggal dunia?" Lebih lanjut Guru berkata, "Karena itu, anggaplah Besok kamu akan meninggal dunia. Jadilah orang baik hari ini.

Kebaikan apa yang sudah kita tabur hari ini? Musa mengajarkan pada kita untuk menghitung hari-hari karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Sudah jamak terjadi beberapa orang yang secara kesehatan oke, keuangan bagus, maupun pekerjaannya mapan, bisa tiba-tiba meninggal dunia di usia muda. Oleh karena itu Tuhan mengajar kita untuk menggunakan setiap hari yang kita punya dengan sebaik mungkin. Tidak ada yang tahu hari ini kita masih bisa membaca tulisan ini, tiba-tiba besok kita sudah mati. Waktu kita mungkin terkesan tidak terbatas dan bisa dipakai semaunya saat keadaan baik-baik saja, namun saat Tuhan ijinkan kita tahu waktu kita terbatas karena kita didiagnosa dokter terkena penyakit berat, kita akan sangat menyadari waktu sangat berharga dan singkat. Cara kita menggunakan waktu menentukan seberapa serius kita menghargai berkat Tuhan yang sangat tidak ternilai ini.

Kalau kita hari ini diberkati Tuhan dengan kesehatan, keuangan, atau apapun yang semuanya baik, ingatlah selalu kita tidak selamanya hidup di bumi. Marilah kita setiap hari sama-sama menghitung hal-hal baik apa saja yang sudah kita perbuat. Bila kita temukan ada beberapa kebiasaan atau perbuatan kita yang kurang baik, belum terlambat untuk memperbaiki diri. Bila kita menyadari ada beberapa hal yang kita tunda-tunda kerjakan padahal kita bisa mengerjakannya sekarang dan penting, segera kerjakan hal itu. Selama kita masih hidup, gunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Next – Jumat, 30 November 2012
Pertanyaan    : Apakah kebiasaan kita yang kurang baik?
Aplikasi          : Mari kita memperbaiki diri selagi masih waktu.
Doa                 : Tuhan, ajar kami senantiasa memperbaiki diri. Amin.