Website counter

Selasa, 13 Desember 2011

Mengatur Diri Sendiri

Baca : Kejadian 4 : 1 – 16
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (II Timotius 4 : 5)

Self manajemen bisa dibilang bidang ilmu tersulit. Ini bisa terjadi karena mengatur diri sendiri bukanlah perkara mudah. Mari kita membuktikannya melalui diri sendiri. Misalnya kita memiliki rencana untuk setiap hari makan buah dan dua hari sekali olahraga. Kita berjanji setiap hari akan melakukan kdua hal tersebut. Mudah dan sederhana bukan? Namun faktanya tidak mudah, ada saja halangan untuk kita tidak melakukan atau menunda dua kegiatan tadi. Kalau kita gagal melakukannya, tak bakalan ada yang menghukum. Kalau berhasil itu demi kebaikan diri sendiri dan orang lain. Orang lain hanya bisa sekedar memberikan teguran dan nasehat, namun yang melakukan adalah diri kita sendiri.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Kalau kita bisa menaklukan segala godaan yang menghambat kita untuk berhasil seperti rasa malas, pesimis, rendah diri, malu, atau tidak sabaran, pasti kita akan menjadi individu yang bertumbuh dan berhasil. Tetapi kalau kita lembek terhadap diri kita alias kompromi dengan keinginan daging, jangan pernah berharap menikmati kesuksesan sekalipun kita memiliki keinginan mengebu-gebu. Kain dihukum Tuhan dengan menjadi pelarian karena ia tidak mematuhi nasehat Tuhan dan lebih menuruti keinginan dagingnya. Kain tak suka melihat Habel bersukacita karena persembahannya diterima Tuhan, sehingga dibunuhnya Habel.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, latih diri kita setiap hari untuk menaklukan keinginan-keinginan daging yang menghambat kita untuk bertumbuh baik secara rohani maupun duniawi. Kuasai diri kita dalam segala dan sabarlah menderita, maka perlahan tapi pasti Tuhan akan terus tambahkan berkatNya dalam kehidupan kita. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Senin, 12 Desember 2011
Pertanyaan    : Apakah setiap hari aku melawan keinginan daging?
Aplikasi          : Lawan keinginan daging senantiasa.
Doa                 : Tuhan, ajar aku menguasai diri sendiri. Amin.

Tak Bisa Melihat Tuhan

Baca : Lukas 24 : 13 – 35
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak mengenal Dia. (Lukas 24 : 16)

Saya pernah mengalami masa-masa di mana saya merasa Tuhan meninggalkan saya. Salah satu masa itu adalah sewaktu Papa saya meninggal dunia di tahun 2009. Saat kejadian itu saya merasa kecewa dan sedih karena kehilangan salah satu orang yang saya cintai. Saya sangat berharap Papa bisa sembuh dari sakitnya dan pergi ke gereja. Tapi Tuhan gak kabulkan keinginan itu dan justri memanggil Papa saya pulang. Di saat itulah saya merasa Tuhan tidak adil, Tuhan membiarkan saya mengalami kesusahan. Tuhan merampas orang yang saya kasihi. Pada akhirnya saya sadar, Tuhan tak pernah meninggalkan saya apalagi merencanakan sesuatu yang buruk dalam hidup saya. Rasa sedih dan kecewalah yang menyebabkan saya tak bisa melihat lagi kebaikan Tuhan.

Girls, saya seperti itu juga yang dialami dua orang murid yang pergi ke Emaus. Kedua murid itu gak menyadari Yesus berjalan bersama-sama dengan merea sampai Emaus karena mereka begitu sedih dan kecewa. Saat Yesus duduk makan bersama-sama, mengucap berkat, memecah-mecahkan roti dan memberikannya pada mereka, barulah mata mereka terbuka. Saat Tuhan memberkati kita dengan berkat seperti pekerjaan yang bagus, tubuh yang sehat, semua anggota keluarga baik-baik saja, tak ada gesekan dengan teman, kita bersuka cita banget karena ngerasa Tuhan menyertai. Namun ketika masalah datang dan kita dirundung susah, gak jarang kita lalu bersungut-sungut, mengasihani diri sendiri, fokus kita hanya pada masalah itu doank. Kita pun gak sadar kalo sesungguhnya Tuhan selalu menyertai kita.

Girls, meskipun masalah seolah-olah bertubi-tubi menghantam kita, kalo kita mau renungkan, masi sangat banyak berkat Tuhan yang diberikan pada kita. Kita bisa putus cinta, dapet nilai jelek, dompet ilang, dalam sehari, tapi kalo kita masih punya ortu yang sayang sama kita, masi sehat, masi bisa sekolah, masi bisa bernafas, masi bisa beribadah, dll, itu semua jelas berkat Tuhan. jangan sampe deh masalah bikin kita gak bisa melihat kasih Tuhan dalam hidup kita. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Senin, 12 Desember 2011
Pertanyaan    : Apakah aku tak bisa melihat Tuhan?
Aplikasi          : Jangan mengasihani diri sendiri.
Doa                 : Tuhan, ajar aku tidak fokus pada setitik nila di sebelanga susu. Amin.

Jumat, 09 Desember 2011

Berubah

Baca : Roma 12 : 1 – 8
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12 : 2)

Setiap kita tahu bahwa dunia ini terus mengalami perubahan, baik secara positif maupun negatif. Contoh perubahan dari segi positif adalah komunikasi semakin mudah dan cepat dengan adanya internet dan handphone yang harganya semakin terjangkau. Contoh perubahan dari segi negatif adalah semakin mudahnya orang bisa memakai narkoba atau melakukan seks bebas, bahkan di penjara pun sekarang bisa melakukan transaksi narkoba. Lalu bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita pun mengalami perubahan?

WANITA, manusia yang sehat adalah manusia yang bertumbuh baik secara jasmani maupun rohani. Seorang bayi dikatakan sehat apabila ia terus bertumbuh secara fisik. Seorang anak dikatakan berubah makin cerdas jika setiap tahun ia terus naik kelas dan pengetahuannya semakin bertambah. Seseorang dikatakan berubah secara finansial jika ia semakin bertambah kaya atau bisa juga semakin miskin. Seseorang dikatakan mengalami perubahan secara karakter jika ia setiap hari melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Banyak sekali jenis perubahan, namun mari kita fokus pada perubahan rohani. Apakah selama menjadi Kristen, rohani kita selalu sama dari waktu ke waktu, bertumbuh, atau justru menurun dan semakin lemah? Tuhan ingin kita mengalami perubahan rohani ke arah yang positif yaitu dengan semakin tidak serupa dengan dunia dan mengalami pembaharuan budi. Contohnya : dahulu sebelum menjadi Murid Yesus, kita adalah orang yang begitu mudah iri hati, setelah jadi murid kita menjadi seseorang yang tidak membanding-mbandingkan diri dengan orang lain. Dahulu kita adalah orang yang kikir, sekarang kita menjadi orang yang mudah memberi.

Untuk berubah memang butuh proses, dan itu terjadi kalau setiap hari kita mau terus menerus melakukan kebiasaan positif yang kelak akan menjadi karakter. Dengan bertambahnya usia kita menjadi murid Yesus, kita perlu berubah semakin serupa dengan Kristus sehingga Tuhan dan manusia melihat bahwa hidup kita berubah sesuai firman Tuhan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Sabtu, 10 Desember 2011
Pertanyaan    : Apakah rohaniku selalu bertumbuh?
Aplikasi          : Berubahlah sesuai Firman Tuhan.
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk terus berubah semakin serupa dengan Engkau. Amin.