Website counter

Selasa, 22 November 2011

Peringatan Tubuh


Baca : Efesus 6 : 1 – 3
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (Efesus 6 : 1)

Tahukah kamu bahwa tubuh kita sering memberikan beberapa peringatan? Kalau tubuh mengalami suatu gangguan, biasanya akan muncul peringatan. Ada 4 peringatan tubuh yang sering kita alami yaitu kesemutan, merinding, kedutan, dan dag dig dug. Yuk kita pelajari satu per satu.

Kesemutan  terjadi saat kita terlalu lama duduk bersimpuh, karena ada pembuluh darah atau saraf di tubuh yang tertekan. Jika terus tertekan, maka syaraf tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Supaya kesemutan segera hilang, gerakkan atau pijat-pijat bagian tubuh yang tertekan. Kedutan adalah tanda kalau ada gangguan otot atau syaraf yang sangat peka di daerah tertentu. Syaraf itu bisa di tangan, kaki, kepala, kelopak mata, atau syarat di bagian tubuh lainnya. Biasanya kedutan tidak lama dan tidak berbahaya karena berfungsi untuk melepaskan listrik pada otot tertentu.

Merinding adalah kulit kita tiba-tiba berbintil-bintil, terasa kasar, dan bulunya berdiri. Ini bisa terjadi karena kita kedinginan. Tubuh harus segera menghangatkan diri sehingga udara dalam tubuh tidak boleh keluar. Caranya dengan menutup sementara tempat keluar masuknya udara, sehingga dengan sendirinya pori-pori membesarkan diri alias merinding. Dag dig dug adalah suara jantung kita yang berdetak sangat keras dan cepat. Itu terjadi karena kita merasa takut dan ingin segera kabur. Saat itulah otak akan memerintah tubuh membuat formula agar kita bisa bernafas dan bergerak lebih cepat sehingga kita bisa berlari lebih cepat. Kalau empat peringatan tubuh ini sering terjadi, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jagoan Kristus, tak hanya tubuh yang bisa memberi peringatan, Tuhan pun bisa memberi peringatan kepadamu dalam berbagai bentuk dan bisa melalui siapa saja. Bisa melalui orangtuamu, guru sekolah minggumu, teman sekelasmu, guru sekolahmu, atau saudara-saudaramu sendiri. Mereka memperingatkanmu untuk tidak melakukan ini atau itu karena mereka tahu itu tidak baik atau berbahaya untukmu. Dengarkan dan patuhi peringatan mereka sehingga kamu tak mengalami kecelakaan atau suatu kerugian. Jangan marah saat mendapat peringatan dalam bentuk apapun karena itu merupakan cara Tuhan menyatakan kasih-Nya padamu. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Sabtu, 12 November 2011
Pertanyaan    : Apakah aku mematuhi peringatan tubuhku?
Aplikasi          : Jangan pernah abaikan peringatan tubuh.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk setiap peringatan yang Engkau berikan. Amin.

Marah Berkualitas


Baca : Yohanes 2 : 13 – 25
Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. (Yohanes 2 : 15)

Dalam sebuah pertandingan basket antara Knicks dan Bullets puluhan tahun lalu, seorang pemain Bullets mendadak memukul bintang Knicks, Walt Frazier di mukanya. Anehnya, wasit menyatakan Frazier melakukan pelanggaran. Namun, Frazier tidak mengeluh. Ia melampiaskan amarahnya dengan mencetak angka 7 kali berturut-turut dan memenangkan pertandingan.

Setiap orang berhak melampiaskan amarahnya dan kondisi tertentu bisa membuat kita marah. Amarah adalah respon yang wajar untuk mengungkapkan perasaan, namun respon dan tindakan kita sangat menentukan akibat dari luapan kemarahan. Penyebab utama kemarahan adalah sesuatu yang tidak sesuai harapan terjadi dalam hidup kita. Contoh sederhananya, sebagai bos kita menuntut karyawan mencapai omset sekian juta, namun si karyawan gagal mencapai target. Sebagai bos kita ingin karyawan bekerja profesional, namun karyawan itu sering melakukan kesalahan. Kita ingin orang lain menghormati saat berbicara dengan kita, namun orang itu berbicara tidak sopan. Dll. Tuhan mengijinkan kita meluapkan kemarahan dan Tuhan pun mengajarkan bagaimana cara marah yang berkualitas melalui perbuatan-Nya sendiri. Kisah Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah adalah contoh kemarahan yang berkualitas. Yesus melampiaskan kemarahan dengan menjungkir-balikkan meja-meja pedagang dan menggusir mereka semua. Yesus marah dengan tujuan yang jelas dan memporak-porandakan hal yang memang tidak berkenan bagi-Nya.

Kita tak punya kuasa untuk mengontrol keadaan atau tindakan seseorang yang membuat kita marah, namun kita bisa mengontrol respon saat mengeluarkan amarah. Ungkapkan amarah seperti Yesus sehingga kita bisa merubah satu keadaan yang tidak baik menjadi baik dan orang yang membuat kita marah menjadi sadar dan berubah. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Musa – Sabtu, 12 November 2011
Pertanyaan    : Apakah aku mengeluarkan amarahku dengan cara yang benar?
Aplikasi          : Kita boleh marah, namun jangan merusak.
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk bisa mengeluarkan amarahku dengan cara yang benar sesuai dengan apa yang Engkau ajarkan. Amin

Selalu Beruntung


Baca : Kejadian 3 : 1 – 24
Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. (Kejadian 3 : 19)

Pernahkah Anda berandai-andai ingin menjadi orang yang selalu beruntung? Semua orang suka kalau sepanjang hidupnya dia selalu beruntung. Ingin naik kelas tak perlu susah payah bekerja, ingin dapat pekerjaan tahu-tahu ada perusahaan yang langsung merekrut, lagi tak punya tiba-tiba di jalan kita menemukan selembar uang berwarna merah, lagi lapar dan tak punya uang tiba-tiba ada teman mentraktir makan, dll. Puji Tuhan karena tak ada seorang pun di antara kita dijadikan orang yang selalu beruntung karena itu akan membuat kita malas dan tak mau berjerih payah. Sepanjang hidup kita harus selalu bekerja untuk mendapatkan hasil karena itulah upah dosa yang dilakukan nenek moyang kita.

Dikisahkan dalam Alkitab, sebelum manusia jatuh dosa, Adam dan Hawa ditugasi menjaga taman Eden. Meskipun tidak mengenakan pakaian dan hanya makan buah-buahan, mereka hidup dalam damai sejahtera Tuhan. Adam tak perlu bercocok tanam, Hawa tak perlu sibuk memasak. Namun ketika mereka jatuh dosa, Tuhan menghukum Adam, Hawa dan ular. Khusus untuk Adam, dia harus berpeluh untuk mencari makanan. Tuhan memang sudah sediakan lahan untuk Adam garap, namun Adam harus menanaminya dengan tumbuhan dan itulah makanannya seumur hidupnya. Di ayat selanjutnya, Habel menjadi gembala agar bisa makan daging. Jadi kalau kita hari ini harus susah payah bekerja, jangan mengeluh.

Kadang kita merasa iri dengan orang yang selalu kelihatan beruntung, namun sesungguhnya orang itu pun sama saja dengan kita. Dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaannya saat ini jauh beruntung daripada Anda karena dia bekerja lebih keras dan tekun. Atau bisa juga dia bersekutu dengan iblis sehingga usahanya seakan terus diberkati tanpa perlu susah payah bekerja. Bersyukurlah karena Tuhan sudah menyediakan rejeki yang cukup untuk kita hari ini dan bekerjalah dengan penuh semangat. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Sabtu, 12 November 2011
Pertanyaan    : Apakah aku ingin menjadi orang yang selalu beruntung?
Aplikasi          : Bekerjalah dengan penuh semangat dan ucapan syukur.
Doa                 : Tuhan, ajar aku tidak iri dengan keadaan orang lain. Amin.