Website counter

Selasa, 30 November 2010

Menjadi Teladan


Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. I Timotius 4 : 12

Bacaan : II Tesalonika 3 : 1 – 15

"Jangan coba-coba memakai helm kupluk di Kota Purwokerto, pasti ditilang!" Berita inilah yang saya dengar saat berjalan-jalan ke Purwokerto, kota dekat tempat kelahiran saya. Dalam satu dasawarsa terakhir, pihak Kepolisian Purwokerto dengan sangat tegas melarang penggunaan helm kupluk atau helm tidak standar. Walaupun kriteria helm standar masih menjadi perdebatan, di lapangan atau tepatnya di jalan-jalan Purwokerto hampir-hampir tak di temui pengendara sepeda motor hanya mengenakan helm kupluk, helm batok atau helm proyek. Para pedagang helm di Purwokerto pun tak mau menjual helm yang tidak sesuai standar. Walaupun di kota-kota besar penggunaan helm tidak standar masih sering terjadi, namun Purwokerto yang hanya sebuah kota kecil di Propinsi Jawa Tengah menjadi teladan yang baik untuk penegakan hukum dan kesadaran masyarakat.

Menjadi seorang pengikut dalam suatu gereja, suatu perusahaan, atau suatu peraturan yang dibuat pemerintah memang baik. Namun sudahkah kita sendiri menjadi teladan dari sesuatu yang kita ikuti? Kalau sampai hari ini banyak orang cepat kaya dan bisa happy-happy karena korupsi, sebagai anak Tuhan sudahkah kita memberikan teladan dengan menjadi kaya dengan cara jujur? Saat rekan-rekan kerja kita begitu mudah berbohong dalam berbisnis untuk mendapatkan "penghasilan tambahan", sebagai anak Tuhan mampukah kita menjadi pekerja yang jujur? Saat selingkuh dan kawin siri menjadi tren, mampukah kita menjadi pasangan yang setia dalam suka dan duka? Saat Tuhan sepertinya tak memberkati hidup Anda, mampukah Anda tetap mengucap syukur saat orang lain begitu mudahnya menggerutu?

Kita adalah garam dan terang dunia. Salah satu cara menjadi garam atau terang dunia ialah menjadi teladan yang baik bagi orang disekitar kita. Walaupun kontribusi Anda sangat kecil dan kelihatan tak begitu berharga sama seperti garam, namun teladan Anda setidaknya membuat dunia jauh lebih baik. Jangan jemu-jemu memberikan teladan baik kepada semua orang. • Richard T.G.R

Bloko Suto


Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. Amsal 16 : 17

Bacaan : Amsal 11 : 11

Beberapa waktu yang lalu saya mencetak spanduk di sebuah percetakan di Jalan Pandanaran, Semarang. Setelah mendesain gambar dan membayar ongkos cetak, saya pulang. Namun saat tiba di rumah dan merogoh kantong celana, saya baru sadar bahwa sebuah amplop yang berisi uang sekitar lima ratus ribu rupiah raib tak tahu ke mana. Saya kebingungan setengah mati karena jumlah itu besar bagi saya. Dalam kebingungan, saya berusaha menenangkan diri dan mengingat kembali kapan terakhir kali amplop itu saya pegang. Saya akhirnya ingat amplop itu terakhir masih ada dikantong celana saat di percetakan itu. Dengan harap-harap cemas saya menelepon percetakan dan menjelaskan mengenai kehilangan amplop itu. Puji Tuhan, pihak costumer service (CS) berkata bahwa amplop itu memang ada dan ditemukan oleh security percetakan, saya bisa mengambilnya besok karena waktu itu sudah malam. Saya sangat berterima kasih dan bersyukur karena masih ada orang jujur di tengah jaman yang susah seperti sekarang. Saat mengambil amplop itu, saya menitipkan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih kepada bagian CS untuk diberikan kepada security yang bersangkutan. Mungkin pembaca penasaran apa nama percetakan itu. Percetakan itu bernama PrintWord yang cukup terkenal di Kota Semarang.

Bloko Suto adalah istilah Bahasa Jawa yang berarti blak-blakan atau jujur. Karena semakin sedikit orang berlaku jujur sekarang ini, maka tak heran sebagian kita merasa takjub dan memberikan apresiasi tinggi kepada orang yang terkenal jujur dan tanpa ragu-ragu kita merekomendasikannya kepada umum sama seperti yang saya lakukan. Namun pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah menjadi pribadi yang bloko suto? Apakah setiap ucapan dan janji yang kita berikan dapat di percaya orang lain dan mereka tanpa ragu menjalin kerjasama dengan kita atau merekomendasikan nama kita? Apakah kita mengembalikan sejumlah uang dalam dompet yang bukan milik kita, saat tanpa sengaja kita menemukannya dan saat itu kita sebetulnya sangat membutuhkan uang? Bloko suto yang sejati hanya akan tampak saat hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu perbuatan kita, sama seperti yang dialami security PrintWord. Mari kita menjadi anak Tuhan yang bloko suto sehingga nama Tuhan, nama tempat kerja, nama keluarga dan nama kita sendiri dihormati. • Richard T.G.R

Supersales Person


Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Matius 25 : 15

Bacaan : Matius 25 : 14 – 30

Orang Singapura terkenal kreatif mengelola berbagai komoditas untuk dijual. Walaupun negaranya kecil, dikepung hutan beton dan pusat perdagangan, orang Singapura tak kurang akal untuk menjual sesuatu yang terkesan tidak lazim namun bermutu. Di Underwater World, SeaWorld-nya Singapura di Pulau Sentosa, ada layanan refleksiologi ikan. Ahli refleksiologi akan memijat kaki pengunjung sesudah kulit mati di sekitar kaki dibersihkan oleh ikan. Pengunjung pertama-tama merendam kakinya di kolam berisi ikan Turkish dari jenis Garra rufa. Ikan ini sejenis ikan sapu-sapu yang gemar memakan kulit-kulit mati, ganggang, dan lumut. Mereka akan membersihkan kulit mati di kaki pengunjung. Setelah itu pengunjung menjalani pemijatan di kaki. Biaya untuk mendapatkan layanan ini berkisar Sin $ 35 untuk layanan selama 40 menit.

Keluarga yang Dikasihi Tuhan, kalau Singapura yang negara kecil saja begitu cerdik mengelola berbagai peluang yang ada, bagaimana dengan kita? Kita hidup di negara yang besar dan sangat kaya dalam hal sumber daya alam. Tongkat kayu kalau ditaman saja bisa tumbuh, kata koes plus. Namun pertanyaannya, maukah kita menyingsingkan lengan baju untuk memaksimalkan talenta kita dengan menggunakan segala peluang dan sumber daya yang tersedia disekitar kita? Sampai hari ini kita lihat kemiskinan ada dimana-mana di berbagai wilayah Indonesia dan hanya sedikit orang yang berhasil hidup sejahtera. Hal ini bisa terjadi karena banyak orang tidak mampu memanfaatkan sumber daya alam dan justru merusaknya. Hati kita sedih saat mendengar pemerintah terpaksa membeli kedelai dan garam dari luar negeri padahal tanah Indonesia sangat luas plus subur dan memiliki lautan dimana-mana.

Keluarga yang Dikasihi Tuhan, sebagai orang Kristen mari kita sama-sama membangun Indonesia. Mari kita contoh dua orang yang dipercaya memegang lima talenta dan dua talenta. Kita kembangkan dan maksimalkan apapun dan berapapun talenta yang Tuhan berikan untuk kesejahteraan diri kita sendiri, kesejahteraan keluarga kita, kesejahteraan kota kita dan kesejahteraan bangsa Indonesia. • Richard T.G.R