Website counter

Jumat, 31 Mei 2013

Kuasa Imajinasi

Baca : Matius 17 : 14 – 21
″Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.″ (Matius 17 : 20)

Jika kamu harus memilih antara kuasa kehendak dan kuasa imajinasi, mana yang menurutkmu paling berkuasa? Yuk, mengkhayal sebentar. Bayangkan ada papan selebar setengah meter dan panjang kira-kira sepuluh meter tergeletak di lantai. Maukah kamu berjalan dari ujung ke ujung papan itu dengan upah seratus ribu? Aku percaya kamu pasti mau. Tapi kalau papan yang sama ditaruh di antara dua bangunan pencakar langit setinggi 50 meter, masih maukah kamu berjalan di atasnya dengan bayaran satu juta? Aku yakin tak semua orang mau. Papannya sama, jaraknya sama, upahnya lebih gede, tapi kita tidak mau karena imajinasi kita berkata berbahaya. Kalau jatuh bisa mati.

Youthers, jangan pernah remehkan kekuatan imajinasimu. Jangan suka ngetawain temenmu yang mengkhayal bisa ciptain mobil tenaga air, atau sepatu listrik, karena itu semua bisa terjadi. Yesus secara tersirat ngajarin kita agar jangan pernah membatasi kuasa imajinasi. Kala itu Yesus baru aja turun gunung bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes saudaranya untuk ketemu sembilan murid lain dan orang banyak. Tiba-tiba ada seseorang datang minta kesembuhan buat anaknya karena sembilan murid-Nya nggak sanggup sembuhin. Yesus kesal dengan mereka sehingga Ia menyebut mereka dengan angkatan yang sesat. Yesus bisa ngomong seperti itu karena setiap hari mereka ikut Yesus ke sana ke mari dan udah lihat apa aja yang Yesus lakuin, namun belum bisa bertindak seperti Yesus.

Jangan pernah batasi imajinasimu. Memang kalau mengandalkan kekuatan diri sendiri kamu nggak bakalan mampu, namun bersama Tuhan kamu pasti mampu. Pesawat terbang, satelit, dan kapal selam adalah sebagian benda yang terwujud dari imajinasi manusia. Jangan pernah ragu mewujudkan imajinasimu jadi kenyataan. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Youth – Sabtu, 4 Mei 2013
Pertanyaan    : Apakah saya suka membatasi diri?
Aplikasi          : Jangan pernah takut mewujudkan imajinasi.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk imajinasi yang boleh ada dalam pikiran kami.

Orang Hilang

Baca : Lukas 19 : 1 – 10
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10)

Dalam beberapa kesempatan saat istirahat makan siang, saya menyempatkan diri melihat acara berita kriminal di salah satu stasiun TV. Di akhir acara berita itu, akan ditayangkan berita orang hilang. Salah satu berita yang tertulis di layar kaca kurang lebih seperti ini : nama : Richard, Alamat : Semarang, Jenis kelamin : laki-laki, dst. Kadang ada juga ciri khusus misalnya ia menderita keterbelakangan mental atau kakinya timpang sebelah. Saat saya renungkan hal ini, saya menyadari bahwa keluarga si orang hilang pasti sangat mengasihinya. Mereka mau susah payah minta bantuan TV dan keluar ongkos mahal. Mereka juga mungkin menghubungi pihak kepolisian. Dan pasti ada beberapa anggota keluarga rela berjalan kaki ke sana kemari sambil bertanya-tanya pada warga perihal si orang hilang.

WANITA, saya sangat percaya jika ada anggota keluarga yang kita cintai hilang, pasti kita akan mencarinya dan meminta bantuan berbagai pihak, walaupun maaf kata ia menyusahkan kita, seperti ia menderita keterbelakangan mental. Bagaimana dengan Tuhan? Tuhan juga melakukan hal yang sama. Buktinya adalah kita sendiri. Kita semua adalah manusia berdosa dan sebetulnya tak pantas dicari dan diberi pengampunan. Namun ribuan tahun lalu Tuhan rela mati dan memuridkan banyak orang agar kita semua yang hidup di jaman sekarang pun menerima pengampunan dan kasih. Waktu ada banyak orang bersungut-sungut kepada Yesus karena makan di rumah Zakheus, Yesus secara tersirat tegur mereka dengan berkata Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Kalau hari ini pendeta kita sedang berusaha memenangkan orang berdosa dengan rutin melakukan kunjungan ke rumahnya atau mau menerima seseorang yang terkenal pendosa untuk beribadah di gereja kita, jangan buru-buru memusuhi pendeta dengan mengatakan ia sahabat orang berdosa dan tak mau membantunya. Yesus pun sahabat orang berdosa, sehingga bantu pendeta kita dengan mau menerima orang berdosa itu dan membantunya kembali ke jalan yang benar. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Jumat, 31 Januari 2013
Pertanyaan    : Bagaimana sikap saya kepada orang yang menurut kita jahat?
Aplikasi          : Kasihilah orang jahat.
Doa                 : Tuhan, ajar aku mengasihi orang yang belum diselamatkan. Amin.

Pengelola yang Bijak

Baca : Rut 2 : 1 – 23
Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya. (Rut 2 : 17)

Kakak kandung kedua saya sudah menikah dan diberkati dengan dua anak. Penghasilan kakak terbilang kecil, tidak lebih dari satu juta. Namun ia mampu mencukupi kebutuhan dirinya, istri, dan kedua anaknya. Secara logika mana cukup. Rahasianya adalah karena istrinya bisa mengelola uang yang ada dengan bijak. Saat mendengar cerita istrinya, saya semula tidak percaya uang segitu cukup buat biaya hidup empat orang. Karena buat saya sendiri mana cukup. Namun kenyataannya mereka bisa. Mereka bisa nabung, bisa perpuluhan, bisa beli susu, beli kebutuhan pokok, dan membayar listrik serta PAM.

WANITA, hampir kebanyakan keuangan keluarga dipegang oleh istri. Hal ini tentu saja ujian buat kita. Apakah kita bijak mengelolanya sehingga cukup, atau selalu defisit? Sebetulnya keuangan keluarga sehat atau tidak ditentukan bukan oleh seberapa banyak gaji suami, atau gabungan gaji suami istri, namun dari pengelolanya. Kadang kita dibuat tak percaya ada keluarga bisa hidup dengan pemasukan di bawah satu juta. Di sisi lain kita pun bingung dan bertanya kok bisa ada satu keluarga pemasukannya puluhan juta terlilit hutang sana-sini. Saat kita baca kisah Rut, kita bisa melihat teladan hidup seorang istri dan menantu yang bijak. Walau Rut bertahan hidup dari memungut jelai orang lain, ia bisa memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan Naomi. Sikap hati inilah yang membuat Boas mau menjadikannya istri sekalipun statusnya janda dan dia bangsa Moab. Boas bisa melihat Rut sebagai pengelola yang bijak dan mengasihi mertuanya.

WANITA, jika hari ini keuangan keluarga Anda bermasalah, jangan buru-buru salahkan suami yang kurang giat cari uang. Coba koreksi diri kita lebih dulu, sudah belum aku mengelola dengan bijak. Kalau sudah bijak dan tetap kurang, motivasi suami agar bekerja lebih rajin atau kita memberikan saran untuk ia memiliki sampingan kerja. Keuangan keluarga kita sehat bukan dari semakin banyaknya uang yang masuk, namun dari seberapa bijak kita mengelola keuangan. • Richard

Catatan            : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Kamis, 30 Mei 2013
Pertanyaan      : Bagaimana cara saya selama ini mengelola keuangan?
Aplikasi           : Bijaksana mengelola keuangan.
Doa     : Tuhan, bimbing aku untuk mampu mengelola berkat yang Engkau berikan dengan bijak. Amin.