Website counter

Minggu, 05 Juni 2011

Mau Peduli


Baca : Matius 8 : 14 – 17
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Matius 8 : 15

Seorang pengantar pizza di Memphis, Amerika Serikat, berjasa menyelamatkan nyawa seorang nenek karena nenek itu absen memesan pizza. Susan Guy, pegawai Domino’s Pizza, merasa heran karena Jean Wilson (82) tidak lagi memesan pizza pepperoni ukuran besar tiga hari berturut-turut. ″Kami membuat pizza untuknya setiap hari, bahkan sebelum dia telepon, kami tahu dia selalu pesan, ″ kata Susan kepada WMC-TV yang mewawancarainya. Pada hari ketiga, Senin, 21 Februari 2011, Susan melapor kepada bosnya dan mengunjungi ruman Wilson. Karena tak mendapat tanggapan dari tuan rumah, Susan menelepon polisi. Polisi mendobrak pintu dan menemukan Wilson terbaring di lantai. Ternyata nenek penggemar pizza itu terjatuh sejak Sabtu dan tak bisa bergerak untuk minta bantuan. Wilson pun segera dibawa ke rumah sakit.

Girls, walaupun kelihatannya sepele namun tindakan Susan sangat berarti bagi Wilson. Di jaman sekarang rasa kepedulian sebagian manusia semakin tumpul. Kebanyakan orang sudah tak mau lagi meluangkan waktu, pikiran, maupun tenaga untuk peduli dengan nasib orang lain. Sebagai seorang Murid Yesus apakah kita pun sudah kurang peduli dengan kesusahan orang-orang di sekitar kita dan hanya peduli dengan kebutuhan diri sendiri dan orang-orang yang notabene menguntungkan kita? Tuhan kita adalah Tuhan yang mau peduli sehingga sebagai murid-Nya kita pun hendaknya mau peduli dengan kebutuhan orang lain. Kita peka dengan kesulitan orang lain sehingga tanpa disuruh kita segera bertindak untuk menolong.

Sepanjang hidup-Nya di dunia, Tuhan Yesus selalu peduli dengan siapapun yang Dia temui. Ketika bertemu mertua Petrus yang sedang sakit, Tuhan langsung menolong. Ketika bertemu orang yang sakit kusta, Yesus menolong. Ketika bertemu perwira di Kapernaum yang meminta tolong agar hambanya di sembuhkan, Yesus pun mau menolong. Bahkan sampai menjelang malam Yesus selalu mau menolong orang-orang yang dirasuk setan dan sakit.

Mau peduli adalah salah satu wujud dari kasih. Orang-orang di sekitarmu mungkin egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Teman-temanmu mungkin termasuk golongan yang ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang alias oportunis. Sebagai murid Yesus jadilah pribadi yang berbeda, jadilah pribadi yang mengasihi dalam segala keadaan. Pedulilah dengan orang-orang yang memerlukan bantuanmu karena itu bukti bahwa kamu mempraktekkan kasih. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Sabtu, 11 Juni 2011
Pertanyaan    : Apakah aku orang yang mau peduli?
Aplikasi          : Jangan pernah menjadi orang yang opportunis.
Doa                 : Tuhan, bantu aku agar tidak egois. Amin.

Berkualitas Seperti Lebah


Baca : Pengkhotbah 9 : 1 – 12
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. Pengkhotbah 9 : 10

Tahukah kamu berapa usia lebah? Usia lebah pekerja paling lama hanya 42 hari, lebah jantan yang tertua berusia 90 hari. Sedangkan ratu lebah bisa mencapai usia 3 – 5 tahun. Walaupun umurnya pendek, para lebah ini menghasilkan cairan emas yang kita beri nama madu, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan, madu atau lebih tepatnya royal jelly mampu meningkatkan fungsi kelenjar hormon seksual estrogen (pada wanita) dan tetosteron (pada pria). Juga menyeimbangkan fungsi kelenjar dan meningkatkan kelancaran peredaran darah tanpa membuat jantung bekerja keras. Pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur, royal jelly membuatnya menjadi teratur, sehingga dapat diketahui secara tepat masa kesuburannya. Dalam beberapa kasus, royal jelly mampu menunda masa menopause, yang ditandai oleh kehamilan di usia 40-an tahun atau lebih.

Girls, dalam usianya yang singkat lebah mampu menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi dirinya sendiri dan kehidupan. Berapapun usiamu hari ini, contohlah cara lebah menjalani hidup sehingga apapun yang kamu buat menghasilkan sesuatu yang berguna untuk Tuhan, untuk dirimu sendiri dan untuk sesamamu. Kalau kamu bertanya apa yang bisa aku lakukan? Jawabannya banyak, karena kamu jauh lebih cerdas dan lebih panjang umur daripada lebah. Tuhan sudah bekali kamu talenta sehingga kamu bisa melakukan banyak kebaikan dengan talentamu. Kalau kamu bisa nyanyi, muliakan Tuhan dengan suaramu. Kalau kamu pinter njahit, kamu bisa membuat pakaian untuk sesamamu. Kalau kamu jago membuat program komputer, kamu bisa membuat program yang bermanfaat untuk perkantoran, kalau kamu bisa mengajar, kamu bisa menjadi guru yang mendidik anak-anak. Dll.

Girls, selagi kita masih sehat, masih diberi umur panjang, masih bisa melakukan banyak hal dengan usia kita yang muda, isilah hidupmu dengan melakukan sebanyak mungkin tindakan positif. Memang betul umur di tangan Tuhan dan kita di beri kebebasan untuk menggunakan waktu yang kita punya. Tetapi alangkah bijaksananya jika kita menggunakan waktu yang ada untuk menghasilkan tindakan-tindakan yang berkualitas sehingga menghasilkan sesuatu yang berkualitas seperti lebah. • Stevanny Liem

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Jumat, 10 Juni 2011
Pertanyaan    : Apa yang aku lakukan dalam masa mudaku?
Aplikasi          : Hasilkan sesuatu yang berkualitas seperti lebah.
Doa                 : Bantu aku agar bijaksana mengelola waktu. Amin.

Dasar yang Teguh


Baca : Matius 7 : 24 – 27
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Matius 7 : 24

Hujan yang melanda Pulau Jawa di awal bulan Desember 2010 membuat 9 kabupaten dan kota di Jawa Timur dan 4 kabupaten di Jawa Barat mengalami kebanjiran. Sembilan daerah di Jawa Timur itu adalah Surabaya, Kabupaten-kabupaten Madiun, Mojokerto, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Pasuruan, dan Sampang. Sedangkan 4 kabupaten di Jawa Barat adalah Kabupaten Bandung tepatnya kecamatan Baleendah, Kabupaten Subang, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Sumedang. Dalam banjir itu, beberapa jembatan dan tanggul jebol karena tidak mampu menahan kuatnya terjangan air. Kekuatan tanggul dan jembatan yang tak kuat menahan tekanan banjir membuat kerugian besar bagi pemerintah daerah sehingga mau tidak mau mereka harus kembali mengeluarkan biaya untuk membangunnya kembali.

WANITA, telinga kita sudah biasa mendengar tanggul dan jembatan ambrol atau jebol saat banjir tiba. Kisah tanggul dan jembatan rubuh tadi kiranya membuat kita memikirkan iman kita, seperti apa kita membangun iman kita? Apakah selama ini kita menjadi orang Kristen yang kelihatan sangat kuat ketika semua keadaan baik-baik saja, namun begitu mudah roboh saat banjir masalah tiba? Atau kita menjadi orang Kristen yang kelihatannya rapuh karena kesulitan ekonomi atau menderita sakit penyakit, namun tetap setia mengikut Tuhan dan melakukan perintah-Nya? Kualitas iman kita yang asli tak akan kelihatan dari cara kita menyembah Tuhan di gereja, dari berapa banyak uang di dompet kita, atau dari berapa banyak aksesoris berbau Kristen kita kenakan. Kualitas iman kita terlihat dari seberapa kita tetap kokoh saat banjir masalah datang.

WANITA, untuk memiliki iman yang kokoh, kita harus mau melakukan dua hal yang sangat penting yaitu mendengar dan melakukan perkataan Yesus. Melakukan perkataan Yesus berarti kita siap memikul salib dan melawan kedagingan kita. Jika saat ini kita mengalami banjir masalah, kuatkan hati dan bertahanlah karena Tuhan sedang menempa Anda. Jangan mundur atau lari dari masalah, namun hadapi dengan penuh keyakinan bahwa Anda pasti bisa menyelesaikannya bersama Tuhan. • Richard T.G.R.

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Jumat, 10 Juni 2011
Pertanyaan    : Apa yang sudah aku lakukan untuk memiliki iman yang kokoh?
Aplikasi          : Jangan lari dari masalah.
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk tak hanya sekedar tahu kebenaran firman-Mu, namun juga melakukannya. Amin.