Website counter

Minggu, 03 April 2011

Teka Teki Silang


Baca : Pengkhotbah 3 : 1 – 15
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Yesaya 55 : 8

Saya termasuk orang yang suka mengisi waktu dengan mengerjakan TTS, walaupun seringkali saya nggak berhasil mengisi seluruh kotak yang ada. Tak semua soal saya tahu jawabannya dan kadangkala saya harus buka buku-buku pengetahuan dahulu untuk mengetahui jawabannya. Kadang saya sebetulnya tahu jawabannya namun harus mengingat dahulu. Satu sama lain pertanyaan TTS saling berhubungan dan saling memberikan huruf kunci jawaban kepada saya, sehingga kadang saya baru bisa menjawab setelah memperhatikan huruf kunci yang sudah ada. Contohnya pertanyaan mendatar enam kotak, komputer jinjing. Saya menjawab "Laptop". Pertanyaan menurun enam kotak, ngarai. Saya lupa persamaan ngarai. Namun karena ada huruf kunci "L", saya ingat dan mengisi "Lembah."

Girls, tahukah kamu bahwa hidup kita ini pun sebenarnya seperti sebuah TTS yang kita isi dengan apa yang selama ini kita ketahui. Dari sejak kecil sampai kita tua dan akhirnya mati, segala peristiwa yang kita lakukan satu sama lain akan saling mempengaruhi. Kalau kita mengisi satu atau dua lembar kisah kehidupan kita dengan sesuatu yang salah, maka kita harus memperbaikinya agar segi-segi kehidupan kita yang lain menjadi benar. Kalau kita nggak tahu jawaban untuk masalah yang sedang kita hadapi saat ini, kita harus cari tahu jawaban yang tepat sehingga bisa menyelesaikan masalah. Jika diam aja masalah itu nggak akan pernah selesai. Kalau kita isi hidup kita dengan kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan, begitu pun sebaliknya. Kita kadangkala nggak mengerti mengapa Tuhan memberikan perkara-perkara sulit untuk kita hadapi dan perkara-perkara remeh yang dengan mudah kita selesaikan. Karena Tuhan-lah yang berhak mengatur hidup kita, bukan kita yang seenaknya mengatur hidup kita sehingga akhirnya kita bingung sendiri.

Girls, jangan pernah mengatur Tuhan ini dan itu tentang apa yang kamu mau, namun biarkan dirimu yang mengikuti rencana Tuhan dan melakukan apapun yang Tuhan mau. Seseorang yang berhasil mengisi TTS sebuah koran lengkap dan semua jawabannya benar, akan mendapat hadiah kalau mengirimkan jawabannya. Hidupmu akan diberkati Tuhan dan kamu bisa menjadi berkat untuk banyak orang kalau kamu mengisi hidupmu dengan kebenaran FirTu. • Stevanny Liem

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Sabtu, 9 April 2011
Pertanyaan    : Apakah aku sudah hidup seturut firman Tuhan?
Aplikasi          : Patuh selalu tuntunan firman Tuhan.
Doa                 : Tuhan, tolong tuntun setiap langkahku. Amin.

Kesempatan Kedua


Baca : Lukas 5 : 1 – 11 dan Lukas 15: 11 – 32
Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Lukas 5 : 8

Tedd Wiliam adalah mantan pembawa acara pada tahun 1980-an berusia 53 tahun yang menjadi gelandangan setelah terpuruk karena narkoba dan minuman keras. Hidupnya menuju kehancuran ketika tahun 1996 ia mulai minum minuman keras dan mengunakan ganja dan kokain yang membuat karier radionya hancur. Sejak itu William hidup mengelandang di tempat-tempat penampungan gelandangan dan di jalan walau anak-anaknya, tujuh putri dan dua putra yang tinggal di kawasan Columbus, Ohio, Amerika Serikat, berusaha membantunya. William berulang kali masuk penjara karena pencurian dan pemalsuan. Tempat tinggal terakhirnya adalah sebuah tenda dekat sebuah jalan raya di Columbus, tak jauh dari tempat dia mengemis.

Hidupnya berubah ketika rekaman videonya di YouTube saat meminta-minta sambil membawa tulisan yang mengatakan dia seorang penyiar radio yang sedang tertimpa malang dan meminta belas kasihan, menjadi perhatian Amerika. Video Wiliam dilihat jutaan kali dan simpati pun mengalir deras. William akhirnya bisa bertemu ibunya, Julia William (90),setelah tidak pernah bertemu sekitar dua puluh tahun.

Girls, banyak dari kita yang memiliki masa lalu yang kelam. Mungkin kita pernah disakiti mantan cowok kita, terlibat narkoba dan prostitusi, menyakiti hati ortu dengan satu perbuatan yang memalukan, mengkhianati sebuah persahabatan, melanggar sebuah janji, atau kita pernah secara sengaja membuat orang lain menderita. Kita merasa nggak layak menjadi seorang Kristen karena dosa-dosa yang selalu menghantui dan menghakimi ketika kita hendak datang ke gereja. Kita merasa Tuhan sudah menutup pintu dan kita memang hanya sampah yang pantas selalu menjadi bahan hinaan orang.

Kalau hari ini kamu merasa dirimu sangat hina dan nggak layak, Tuhan masih setia menunggu kamu datang dan memberikan kesempatan kedua. Tuhan tetaplah seorang Ayah yang selalu menerima dan memeluk anaknya yang mau datang dan meminta ampun. Pengampunan memang hanya diberikan kepada orang yang tak layak menerimanya. Sebagian manusia mungkin tidak akan mau menerimamu kembali, namun Tuhan selalu menerimamu saat kamu mau datang dan meminta pengampunan. Datanglah pada Tuhan saat ini juga tanpa ragu karena Dia selalu mengasihimu. • Stevanny Liem

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Jumat, 8 April 2011
Pertanyaan    : Apakah aku sudah menggunakan kesempatan kedua dari Tuhan dengan sebaik-baiknya?
Aplikasi          : Bertobatlah, karena Tuhan masih memberikan kesempatan.
Doa                 : Tuhan, tolong ampuni segala dosaku. Amin.

Kelinci Percobaan


Baca : Yakobus 2 : 14 – 26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Yakobus 2 : 26

Pengusaha kosmetika Martha Tilaar pasti tidak pernah kesulitan mengoleksi berbagai kosmetik untuk dirinya sendiri. Namun, ternyata ke mana-mana Martha Tilaar selalu membawa produk perusahaannya yang sedang diuji coba, dan masih memakai label laboratorium riset. Martha Tilaar melakukan itu untuk menguji coba sendiri produk buatannya sebelum dijual bebas ke pasaran, dia rela menjadi kelinci percobaan agar tahu seberapa berkhasiat atau memberikan pengaruh produk buatannya.

Girls, dari ibu Martha Tilaar kita bisa belajar bahwa apapun yang akan kita ajarkan atau rekomendasikan kepada orang lain, kita harus menguji cobanya sendiri terlebih dahulu. Hari ini banyak orang bersikap seperti ilmuwan kepada orang lain saat mengajarkan sesuatu. Mereka menyuntikan temuannya kepada tikus atau kelinci untuk mengetahui efek sampingnya, namun jarang ada ilmuwan yang berani langsung menguji cobanya pada diri sendiri. Banyak orang hari ini hanya pintar menasehati dan berteori tentang firman Tuhan, namun mereka sendiri ogah mempraktekannya.

 Firman Tuhan berkata orang yang mengaku-ngaku mempunyai iman namun tidak disertai perbuatan itu sama aja mati. Kalau kita ngajarin orang agar mengampuni, namun kita sendiri nggak bisa mengampuni, kita sama aja dengan orang yang tak beriman. Kita ngajarin orang agar rajin saat teduh, tidak ngomong jorok and bergosip, sabar saat menghadapi pembeli yang menjengkelkan atau hemat dalam mengunakan uang, tetapi kita sendiri nggak bisa melakukan apa yang kita nasehatkan, itu sama aja kita orang munafik. Jangan pernah menasehati atau mengajari orang lain sesuatu yang kita sendiri nggak bisa lakuin. Lebih baik kamu diam dan tidak menghakimi saat melihat orang lain berbuat salah daripada kamu mendapat julukan tong kosong nyaring bunyinya atau tong bolong banyak bicara.

Girls, orang akan respect dan mematuhi apa yang kamu ucapkan saat kamu sendiri bisa melakukan apa yang kamu ucapkan. Hari ini banyak orang hanya bisa berteori namun nol secara praktek. Jadilah anak Tuhan yang menjadi garam dunia dengan menunjukkan bahwa apa yang kamu ucapkan juga kamu lakukan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Kamis, 7 April 2011
Pertanyaan    : Apakah imanku sudah disertai dengan perbuatan?
Aplikasi          : Jadilah pelaku sebelum mengajari.
Doa                 : Tuhan, ajar aku menjadi pelaku firman-Mu sebelum aku mengajarkannya pada orang lain. Amin.