Website counter
Tampilkan postingan dengan label Update. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Update. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

Bersihkan Bagian Dalam

Baca : Matius 23 : 1 – 36
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. (Matius 23 : 26)

Saat saya pulang kampung dan tinggal selama beberapa di rumah orang tua, saya tergerak ingin membersihkan kaca-kaca jendela rumah yang kotor. Segera saya persiapkan segala peralatan untuk membersihkan dan segera saya beraksi membersihkan bagian dalam lebih dahulu baru bagian luar. Setelah selesai, saya agak jengkel dengan satu kaca yang tak kunjung bersih saya bersihkan, padahal saya sudah berusaha setengah mati. Saudara saya yang kebetulan melihat saya kesal setengah mati lalu menunjukkan bahwa bukan bagian luarnya yang kotor, namun bagian dalamnya. Rupanya tadi saya membersihkan bagian dalam kurang bersih sehingga masih meninggalkan noda. Inilah yang menjadi masalah.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, sering tanpa kita sadari kita melakukan beberapa kebodohan dalam hidup. Kita mengalami ″kerusakan″ di bagian dalam diri kita, namun kita sibuk memperbaiki bagian luar. Kita sakit hati kepada rekan kantor, kita tidak bereskan masalah itu dengannya justru nonton film porno. Kita sedang depresi karena tekanan kerja, kita lari ke tempat karaoke. Kita mengalami masalah keuangan, bukannya mengevaluasi diri namun menyetujui tawaran kartu kredit. Saat kita dirundung rasa bersalah karena membohongi suami atau istri, kita bukannya membereskan namun sibuk memikirkan kebohongan-kebohongan berikutnya agar kebohongan pertama tidak terbongkar. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dikecam Yesus karena mereka bersih dibagian luar namun busuk didalam.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, kerusakan di dalam tidak akan pernah bisa pulih kalau kita menutupinya atau sibuk memoles bagian luar. Periksa bagian dalam, cari masalahnya, lalu obati. Kalau pikiran kita beres, maka tindakan kita perlahan tapi pasti akan membereskan kejadian-kejadian yang kita alami. Mintalah bantuan Yesus untuk memulihkan hati kita dan memberikan jalan keluar yang terbaik. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Kamis, 05 April 2012
Pertanyaan     : Apakah aku mau membereskan kerusakan bagian dalam?
Aplikasi          : Pulihkan hati lebih dahulu, maka bagian luar kita akan pulih
Doa                : Tuhan, bimbing aku agar selalu menjaga dan membersihkan hati. Amin.

Senin, 05 April 2010

Update


By : Richard T.G.R

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12 : 2

Bacaan : Roma 12 : 1 – 8


Menrut Anda, apa syarat sebuah blog selalu di datangi pengunjung dan rankingnya selalu meningkat dari waktu ke waktu? Update. Sebuah blog, sebagus apapun isinya atau sekeren apapun aksesoriesnya, akan sepi pengunjung kalau tak pernah di update. Blog saya ini sebetulnya masih amatiran, namun saya belajar untuk rutin mengupdate walaupun hanya seminggu sekali supaya para pengunjung selalu mendapatkan sesuatu yang baru dan mereka mendapatkan sesuatu yang semakin positif. Mengutip kata-kata ibu Theresa, saya ingin blog saya menjadi saluran berkat Tuhan dan tidak membiarkan seorangpun pengunjung blog tak merasa lebih diberkati. Saya ingin setiap pengunjung blog saya merasa lebih bahagia dan lebih baik dari sebelumnya setelah membuka blog ini.

Sekarang, bagaimana dengan hidup Anda? Apakah Anda selalu memperbaiki dan memperbaharui diri? Sebagai seorang Kristen, apakah hidup Anda selalu sama dari tahun ke tahun sehingga orang dengan malas berkata : "lu lagi, lu lagi yang bikin masalah, kapan berubahnya?" Kalau manusia aja bete melihat sesuatu tak pernah berubah menjadi lebih baik, Tuhan pun akan bete melihat kita nggak pernah berubah atau berbuah. Tiap minggu datang ibadah, rajin pelayanan, omongnya selalu berbau-bau rohani, namun suka memendam amarah, tak mau mengampuni, cuek dengan orang lain yang baru datang ke gereja, tidak hormat pada ortu, pantaskah itu di sebut Kristen yang selalu memperbaiki diri?

Seburuk apapun tabiat kita, Tuhan ingin kita semakin hari semakin lebih baik. Kalau tahun lalu kita pemarah, tahun ini kita menjadi orang yang sabar. Kalau tahun lalu kita susah mengasihi orang yang membuat kita menderita, tahun ini harusnya kita minimal bisa memaafkan. Jangan pernah biarkan diri kita menjadi figure yang sama dari tahun ke tahun. Teknologi dan ilmu pengetahuan selalu berubah ke arah yang lebih baik, sebagai Murid Yesus, kita pun harus selalu update menjadi semakin lebih baik dan memuliakan nama-Nya.