Website counter
Tampilkan postingan dengan label Ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ujian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Kualitas Material

Baca : I Korintus 3 : 10 – 23
Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. (I Korintus 3 : 13)

Pada tanggal 26 November 2011, jembatan Kutai Kartanegara yang terbentang di atas sungai Mahakam, Kalimantan Timur, ambrol. Beberapa kendaraan tercebur ke sungai dan beberapa hari kemudian beberapa korban tewas ditemukan. Kenapa jembatan dengan panjang satu kilometer ini bisa tiba-tiba ambrol? Sampai renungan ini ditulis, pemerintah masih menyelidiki, namun kita semua sebetulnya tahu jembatan itu bisa ambrol karena materialnya yang kurang bermutu. Kalau jembatan itu dibangun dengan material terbaik dan proses yang benar, pasti jembatan itu kuat menahan beban berat dari kendaraan yang lalu lalang dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, waktu dan ujian akan menentukan apakah seseorang atau suatu benda tahan uji atau tidak tahan uji. Bukan jaminan bahwa seseorang yang kelihatan keren, sehat, kuat, hidupnya kelihatan baik-baik saja, dan uangnya banyak pasti tahan uji. Bukan jaminan pula kalau orang keuangannya pas-pasan, sakit-sakitan, hidupnya kelihatan penuh masalah dan penampilannya sederhana pasti tidak tahan uji dan tidak setia mengikut Tuhan. Penampilan bisa menipu, namun kualitas selalu asli. Tuhan pun menguji kita semua yang mengaku sebagai Kristen, apakah kita tahan uji atau melempem. Tuhan akan uji kita melalui masalah, penderitaan, sakit-penyakit, atau tekanan hidup. Cara kita merespon dan menyelesaikan ujian Tuhan akan menunjukkan siapa sejatinya kita.

Jangan pernah mengeluh atau bersungut-sunggut jika Tuhan sering memberikan kita ujian. Berterimakasihlah karena dengan menghadapi dan menyelesaikan banyak ujian, kita akan semakin tahan uji dan bertumbuh. Ujian memang sakit dan tidak enak, namun itu baik untuk rohani dan jasmani kita. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Jumat, 16 Maret 2012
Pertanyaan     : Apakah aku tahan uji?
Aplikasi          : Jangan pernah mengeluh saat mengalami ujian kehidupan.
Doa                : Tuhan, terima kasih untuk semua ujian yang Engkau berikan padaku. Amin.

Selasa, 19 April 2011

Kristen Yang Berkualitas


Baca : II Korintus 6 : 1 – 10
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Yakobus 1 : 12

Semua orang saat membeli suatu barang pasti menginginkan barang yang berkualitas. Untuk mengetahui seberapa berkualitas suatu barang, ujian adalah cara yang cocok. Madu yang asli pasti tidak akan dikerubuti semut. Emas yang murni pasti akan tahan api. Garam yang asli pasti akan memberikan rasa asin saat dilarutkan dalam masakan. Lalu apa cara sederhana untuk kita bisa tahu seorang Kristen itu benar-benar berkualitas atau tidak?

Keluarga yang dikasihi Tuhan, seorang Kristen yang berkualitas pasti bisa bertahan dalam segala keadaan. Karakter Kristus dalam dirinya tidak akan berubah walaupun keadaan selalu berubah-ubah. Ketika keuangan sedang tipis, dia tetap mengucap syukur dan mampu mengelola keuangan dengan baik. Ketika keuangan sedang diberkati berlimpah-limpah, ia tetap mengucap syukur dan mengelola dengan baik. Ketika mendapat caci maki, ia tetap menjaga perkataan. Ketika mendapat pujian, dia tetap menjaga perkataan. Ketika kesehatan sedang oke dan semua urusan rumah tangga beres, ia tetap mengucap syukur dan mempraktekkan kasih. Ketika kesehatan bermasalah dan urusan rumah tangga sedang buruk, ia tetap bersyukur dan mempraktekkan kasih.  Ujian untuk kita tahu seberapa berkualitas hidup kita adalah kehidupan yang setiap hari kita jalani. Kalau di saat badai masalah datang dan kita mengeluh atau saat kelimpahan datang kita lupa bersyukur, itu tandanya kualitas kita masih perlu dipertanyakan.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, Tuhan akan selalu menguji diri kita dari berbagai kejadian yang kita hadapi. Ketika susah, senang, mendapatkan, atau kehilangan, itulah ujian yang seharusnya membuat kita makin berkualitas. Paulus adalah salah satu contoh rasul yang semakin berkualitas di tengah tekanan. Sebagai murid Yesus, apapun ujian yang kita hadapi saat ini, bertahan dan bertindaklah seperti Yesus sehingga hidup kita dari hari ke hari semakin berkualitas. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Sabtu, 9 April 2011
Pertanyaan     : Apakah aku orang yang tahan uji?
Aplikasi          : Bertahanlah dalam segala Keadaan.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk ujian yang boleh aku hadapi hari ini. Amin

Senin, 29 Maret 2010

Pakar

By : Richard T.G.R

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Yakobus 1 : 2

Bacaan : Yakobus 1 : 2 – 8


Pernahkah kamu bertanya apa kriteria seseorang di sebut ahli? Apakah seseorang itu harus memiliki gelar sarjana terlebih dahulu atau menciptakan suatu penemuan yang hebat? Seseorang dikatakan ahli adalah apabila kemampuannya jauh diatas rata-rata. Contoh sederhananya adalah ahli komputer. Bill Gates, founder Microsoft, di katakan ahli karena dia bukan sekadar bisa mengoperasikan komputer, namun dia juga bisa membuat program windows plus aplikasinya, mengerti kelebihan dan kelemahannya, bisa memperbaikinya sendiri dan menjawab dengan fasih berbagai pertanyaan seputar komputer. Lalu bagaimana caranya bisa menjadi seorang ahli? Seorang ahli pun dahulu hanya orang biasa, namun setelah mempraktekkan suatu ilmu berulang-ulang dan mengalami berbagai keberhasilan dan kegagalan, maka dia di sebut ahli. Edison berhasil menciptakan lampu harus berulangkali gagal sebelum berhasil. Graham Bell harus berulangkali memperbaiki telepon ciptaannya sebelum akhirnya bisa di gunakan. Saya berhasil menjadi penulis hari ini karena berulang-ulang menulis dan beberapa kali ditolak penerbit. Intinya, kalau kamu ingin menjadi seorang ahli dalam bidang apapun yang kamu minati, kamu harus mencobanya berulang kali.

Di dalam Tuhan, kita dikatakan sebagai anak-anakNya yang setia setelah kita berulangkali mengalami berbagai ujian iman. Tanpa melalui berbagai ujian, kita tidak akan pernah bertumbuh sempurna secara iman dan dewasa secara karakter. Lalu gimana caranya kalau kita merasa diri kita bodoh dan tak menguasai satu talenta apapun? Mintalah hikmat pada Tuhan, maka Dia akan memberikannya pada kita. Sebuah kalimat berkata orang yang berani bertanya adalah orang yang bodoh selama satu menit, namun orang yang malu bertanya adalah orang yang bodoh untuk selamanya. Jangan malu bertanya atau meminta pada Tuhan atau teman-teman kita jika kita tidak mengerti. Jadilah seorang muda yang bukan sekedar bisa namun jadilah ahli dalam talenta apapun yang Tuhan berikan kepadamu.