Website counter
Tampilkan postingan dengan label Tutur Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutur Kata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Preman Cantik

Baca : Amsal 31 : 10 – 31
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. (Amsal 31 : 30)

Seorang mahasiswi berparas cantik bernama Natasha Wan Xue (24) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian setempat setelah menyerang 4 polisi dan memakinya dengan bahasa kotor. Demikian dilansir The Straits Times. Wan, dinyatakan bersalah melakukan tindak kriminal terhadap abdi masyarakat. Kejadian bermula saat 2 polisi melihat seorang tukang pukul memaksa Wan dan pacarnya bernama Lim Zhao Ming, serta pria lain keluar dari klub malam Zouk di Singapura. Lim mengalami luka dan tetesan darah di bajunya. Dua polisi lalu bertanya apakah Lim memerlukan pertolongan medis.

Sayangnya, Lim malah membentak ke arah polisi serta Wan tiba-tiba memukuli wajah seorang polisi dan memakinya dengan bahasa vulgar. Dua polwan lalu tiba di tempat dan menangkap Wan. Saat dalam perjalanan ke kantor polisi, sekali lagi Wan menyakiti polisi dengan menyundul kepalanya ke arah polwan dan menggigit polwan lainnya di bagian pergelangan tangan. Kuasa hukum Wan mengatakan kliennya sedang stres saat ia melakukan kejahatan itu. Setelah Wan diperiksa sample darahnya, tes menunjukkan kadar alkoholnya mencapai 172 mg per 100 ml. Dua kali lipat dari 80 mg dari batas normal untuk membawa kendaraan.

WANITA, secantik-cantiknya wajah kita, orang akan memandang sinis dan menjauh kalau tingkah laku kita tak ubahnya seperti penjahat. Firman Tuhan bahkan berkata kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia kalau kita tidak menjadi istri yang takut akan TUHAN. Saat ini kalau kita termasuk wanita yang masih gemar mengumbar kata-kata kotor, mudah bertindak kasar pada anak, dan suka meremehkan orang lain, semoga renungan hari ini membantu kita bisa mengoreksi diri. Kecantikan yang sejati bukan nampak di wajah, namun nampak dari karakter dan tingkah laku kita.

Kecantikan secara fisik hanya bertahan dalam waktu singkat, namun kecantikan secara rohani akan bertahan sangat lama. Percuma kita tampil cantik kalau perbuatan kita jahat dan melawan hukum. Jadilah terang Tuhan di mana pun melalui tingkah laku dan tutur kata kita yang baik.  • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Jumat, 28 September 2012
Pertanyaan    : Apakah tutur kata dan tindakan saya sudah seturut firman Tuhan?
Aplikasi          : Jadilah terang Tuhan melalui tingkah laku dan tutur kata kita yang baik.
Doa                 : Tuhan, ajar aku mengisi pikiranku dengan hal-hal baik. Amin.

Kamis, 30 Agustus 2012

Tatap Lurus Matanya

Baca : Roma 12 : 9 – 21
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12 : 17)

Jika seseorang baru saja melontarkan kata-kata penghinaan kepada kita, apa yang harus kita lakukan? Apakah balik menghinanya dengan lebih kasar? Tidak. Lakukan hal ini. Pertama, tataplah mata orang itu. Jangan mengucapkan sepatah kata pun. Hanya diam. Diam akan mencemaskannya. Ia tidak tahu apa yang akan menyusul. Kemudian tersenyumlah. Hal ini bahkan akan semakin mencemaskannya. Setelah itu, ucapkan sebuah pertanyaan yang sangat tenang kepadanya, ″Bolehkah Anda mengulangi apa yang baru saja Anda katakan? Saya ingin memastikan apakah saya telah mendengarnya dengan benar.″

Tidak butuh lama, sikap kita akan menyebabkan dia mencabut kembali penghinaannya dengan rasa malu. Atau, ia mungkin akan menjadi gugup dan berkata, ″Yah, lupakan saja itu. Saya kira saya agak tergesa-gesa.″ Sering kali, ia akan minta maaf. Amat jarang ia akan mengulangi apa yang telah dikatakannya. Tidak peduli apa yang dilakukannya, kita berada di posisi yang kuat. kita telah menguasai orang yang menghina kita tanpa perlu mengeluarkan kata-kata kasar. Kita telah memojokkan dia pada sikap bertahan.

Membalas umpatan dengan umpatan, membalas tamparan dengan tamparan, adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Namun bagi kita yang mengenal Kristus, kita pasti akan berusaha untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Selama kita hidup di dunia, akan selalu ada orang yang tidak suka dengan perbuatan kita, sebaik apapun perbuatan yang sudah kita buat. Kita tak mampu menyenangkan semua orang, sehingga berlapang dadalah saat ada orang menghina perbuatan baik kita. Tatap lurus matanya kalau ia terang-terangan memaki kita dari depan dan jangan pernah balas mencaci makinya. Minta Roh Kudus memampukan kita untuk mampu mengeluarkan perkataan lemah lembut sehingga kita berhasil mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Sabtu, 25 Agustus 2012
Pertanyaan    : Apakah aku membalas caci maki dengan caci maki?
Aplikasi          : Balaslah kejahatan dengan kebaikan meskipun sulit.
Doa                 : Tuhan, ajar aku bisa menahan diri dan tetap mengeluarkan perkataan positif saat mendapat caci maki. Amin.

Bukan yang Terpenting

Baca : Kejadian 13 : 1 – 18
Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. (Kejadian 13:8)

Ada sebuah kata mutiara yang bagus untuk mengukur kata apa yang paling sering kita ucapkan. Begini bunyinya : ″Enam kata terpenting ″Saya mengaku telah melakukan sebuah kesalahan.″ Lima kata terpenting ″Anda melakukan pekerjaan dengan baik.″ Empat kata terpenting ″Bagaimana menurut pendapat Anda?″ Tiga kata terpenting ″Jika Anda berkenan.″ Dua kata terpenting ″Terima kasih.″ Satu kata terpenting ″Kita.″ Satu kata paling tidak penting ″Aku.″

Keluarga yang dikasihi Tuhan, kenyataan berbicara kita lebih sering menggunakan kata ″Aku″, padahal itu adalah kata yang paling tidak penting. Sadar atau tidak sadar, segala konflik di dunia bisa muncul karena ″Aku.″ Memikirkan diri sendiri membuat sebagian orang rela mengkhianatinya timnya sendiri, undur dari pelayanan, atau menghalalkan segala cara untuk bisa menang. Ujung-ujungnya kehancuran diri sendiri. Saat kita tidak hanya sibuk memikirkan diri sendiri, namun juga mempedulikan orang lain, kita akan menuai berkat. Ketika Abram dan Lot sampai dekat Betel, di sana mereka mendirikan kemahnya. Namun karena ternak mereka berdua sangat banyak, negeri itu tidak cukup luas bagi mereka (ayat 6). Akibatnya terjadi perkelahian di antara para gembala mereka (ayat 7). Abram bisa saja mementingkan diri sendiri dengan lebih dahulu menentukan mana tanah yang akan ia pilih saat berunding dengan Lot. Karena Abram lebih tua. Namun Abram justru meminta Lot memilih lebih dahulu. Sikap Abram ini disukai Tuhan sehingga Tuhan berjanji seluruh tanah yang dilihat Abram kelak akan menjadi milik keturunannya (ayat 15).

Kita bisa berkarya dan berdoa bagi bangsa kalau kita mau terlebih dahulu mau melihat keberadaan orang lain. Buatlah hari-hari kita damai, menyenangkan, dan menjadi berkat dengan tidak mementingkan diri sendiri. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Kamis, 16 Agustus 2012
Pertanyaan    : Kata apa yang sering aku ucapkan?
Aplikasi          : Jangan mementingkan diri sendiri.
Doa                 : Tuhan, lembutkan hati kami agar mau memikirkan kebutuhan orang lain, tidak hanya memikirkan diri kami sendiri. Amin.

Rabu, 07 Maret 2012

Ucapan Pembangkit Semangat

Baca : Matius 12 : 22 – 37
Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Matius 12 : 36

Banyak orang bertanya-tanya apa rahasia Rudi Hartono Kurniawan bisa menjadi juara All England delapan kali, juara dunia 1980, dan bersama tim Indonesia merebut Piala Thomas pada tahun 1970, 1973, 1976, dan 1979. Menurut penuturan Rudi hartono melalui biografinya, rahasia kemenangannya yaitu ucapan-ucapan positif yang selalu ia katakan pada dirinya sendiri. Untuk setiap angka yang diperolehnya dalam setiap pertandingan ia bersyukur, ″Tuhan, terima kasih atas angka ini.″ Begitu terus sampai angka habis dan pertandingan berakhir. Rudi berkeyakinan bahwa kalau kita menang itu Tuhan yang menghendaki, kalau kalah itu memang hal yang wajar. Ucapannya terbukti membantunya mengurangi ketegangan dalam permainan, mengurangi rasa takut, dan rendah diri.

Lebih banyak mana perkataan yang kita ucapkan pada orang lain dan diri sendiri? Perkataan positif atau negatif? Firman Tuhan berkata hidup matinya kita ditentukan lidah (Matius 12:37). Karena ucapan, kita bisa dibenarkan namun bisa juga dihukum Yesus dengan sangat tegas bisa menegur ucapan sinis orang Farisi karena Ia menjadi pelaku dari setiap perkataan yang diucapkan-Nya. Yesus mengatakan kebenaran firman Tuhan walaupun kebenaran yang Ia ucapkan kadang menyakitkan. Apa yang kita katakan meluap dari hati, oleh karena itu jaga hati kita agar tidak pahit oleh iri hati, dendam atau amarah. Segeralah bereskan amarah dan melepaskan pengampunan agar setiap ucapan kita membawa berkat.

Selalu katakan hal-hal yang positif bagi diri sendiri maupun bagi orang lain karena hal itu pasti akan menjadi berkat. Awali aktifitas hari ini dengan mengucapkan kata-kata positif bagi diri sendiri maupun orang-orang yang kita jumpai. Hidup kita ditentukan oleh perkataan kita! • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Motivator – Senin, 05 Maret 2012
Pertanyaan     : Apakah aku lebih banyak mengeluarkan perkataan positif?
Aplikasi          : Selalu ucapkan kata-kata pembangkit semangat.
Doa                : Tuhan, tolong sucikan hatiku agar perkataanku positif. Amin.