Website counter
Tampilkan postingan dengan label Trust. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trust. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

Percaya


Baca : Markus 9 : 14 – 29
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9 : 23)

Beberapa hari yang lalu saya membutuhkan motor untuk pergi ke sebuah tempat yang jauh dari tempat tinggal saya. Karena tak punya motor, saya lalu meminjam motor salah satu teman untuk pergi ke tempat itu, dan dengan senang hati dia meminjamkannya. Di lain waktu, teman saya membutuhkan laptop untuk mengerjakan tugasnya di luar kota selama beberapa hari dan dia kemudian meminjam laptop kepada saya. Saya pun segera meminjamkannya dengan tanpa perasaan cemas karena saya percaya laptop itu pasti kembali.

Percaya artinya berani menyerahkan apa yang kita punya. Bicara masalah percaya, kita sebagai murid-murid Yesus menyebut diri kita orang percaya. Namun sungguhkah kita benar-benar percaya? Ketika keuangan kita sedang seret dan tuntutan hidup menekan, masihkah kita percaya Tuhan selalu memberkati hidup kita dan tahu apa yang kita butuhkan? Saat sakit datang dan tak kunjung sembuh, masihkah kita percaya Tuhan adalah Dokter segala dokter? Saat Tuhan meminta kita mengasihi sesama kita yang kekurangan sedangkan di saat yang sama kita pun berkekurangan, bisakah kita tetap percaya Tuhan akan cukupkan semuanya? Bicara aku percaya Yesus itu mudah, namun mempraktekkannya itu yang menunjukkan apakah kita sungguh-sungguh percaya.

Iman dan kepercayaan kita diuji dan kelihatan saat Tuhan memberikan kita berbagai masalah yang memaksa kita hanya bisa memilih satu jalan. Tetap bergantung padanya atau lemah iman. Memilih tetap percaya bahwa Tuhan memberikan masalah tak akan melebihi kekuatan kita, atau kita mengambil jalan pintas untuk keluar dari masalah. Kalau hari ini Tuhan menguji kita dengan aneka masalah berat, itulah ujian kita sebagai orang percaya. Firman Tuhan berkata tak ada yang mustahil bagi kita selama kita tetap percaya kepada Tuhan dalam keadaan apapun dan terus bertahan mengikut Dia. Jangan pernah menyerah dan terus percaya kepada-Nya. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Apakah aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan?
Aplikasi          : Tetaplah percaya kepada-Nya sekalipun hari ini kita menghadapi kesulitan.
Doa                 : Tuhan, ajar aku tetap percaya kepada-Mu. Amin.

Selasa, 31 Mei 2011

Belajar dari Wall-e

Baca : Matius 15 : 21 – 28
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24 : 16

Wall-e adalah seekor anak anjing yang mengundang minat ratusan warga Amerika Serikat dan Kanada untuk mengadopsinya setelah selamat dari dua kali suntikan mati. Wall-e bersama empat ekor anjing lainnya adalah anak anjing terlantar yang disuntik mati dua kali oleh petugas pengendali hewan kota Sulphur, Oklahoma, Scott Prall, pada akhir bulan Febuari 2011. Malam disuntik, pagi harinya Prall melihat seekor anak anjing masih bertahan hidup di tempat pembuangan, lalu membawanya ke dokter hewan Amanda Kloski. Kloski lalu menulis tentang hal ini di situs adopsi hewan peliharaan dan menarik perhatian Marcia Machtiger dari Pittsburgh yang menyumbang 100 dollar AS supaya Kloski bisa merawat anak anjing itu selama sepekan. Seorang anak perempuan kemudian memberi nama Wall-e. Ceritanya tersebar luas setelah Machtiger menulisnya di Facebook. Machtiger dan Kloski pun menerima ratusan surat elektronik dan telepon dari orang yang berniat mengadopsi Wall-e. Mereka tertarik karena semangat hidup Wall-e yang mengalahkan dua kali suntikan mematikan.

Dari kisah Wall-e kita bisa belajar bahwa ketegaran akan membuat mahluk hidup mampu bertahan menghadapi tekanan seberat apapun. Bicara masalah ketegaran, Alkitab juga pernah mencatat kisah perempuan Kanaan yang memohon kepada Yesus agar anaknya disembuhkan. Yesus berkali-kali menolak, namun berkali-kali pula perempuan ini memohon sehingga Yesus kagum akan imannya dan mengabulkan permintaannya. Sekarang bagaimana dengan kita sebagai murid-murid Yesus yang sudah tahu kebenaran firman Tuhan dan tahu bahwa Tuhan memberikan suatu pencobaan tak akan melebihi kekuatan kita untuk menanggungnya? Apakah kita menjadi seorang Kristen yang selalu bangkit kembali saat jatuh, atau kita menjadi seorang Kristen yang hanya kelihatan kuat saat semua keadaan baik-baik saja namun begitu mudah ambruk saat badai menerpa? Tuhan sangat ingin kita menjadi anak-anakNya yang tegar dan pantang menyerah, dan Tuhan sengaja memberikan berbagai ujian, tantangan, dan masalah supaya kita menjadi individu yang tegar dan berkualitas.

Ringkasnya : apapun ujian yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup Anda, jangan pernah menyerah dan selalu bangkit kembali saat jatuh. Kalau seekor anak anjing bernama Wall-e yang tak pernah baca Alkitab dan seorang perempuan Kanaan saja bisa tegar, Anda seharusnya lebih tegar lagi karena Anda adalah murid Yesus yang sudah tahu kebenaran firman Tuhan. • Richard T.G.R

Pertanyaan    : Apakah aku manusia yang tegar?
Aplikasi          : Jadilah seorang Kristen yang tegar.
Doa                 : Bentuk aku semakin tegar melalui segala ujian-Mu. Amin.

Minggu, 06 Februari 2011

Kuasa Tindakan


Baca : Matius 14 : 22 – 33
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Matius 14 : 29

Apa yang membedakan orang sukses dan orang yang biasa-biasa saja? Apakah latar belakang pendidikan, jabatan, uang, keluarga, atau apa? Banyak diantara kita berpikir bahwa kita pasti bisa sukses kalau pendidikan kita sarjana, orangtua kita kaya, fisik kita oke atau memiliki otak yang cerdas. Memang itu semua adalah faktor pendukung, tetapi bukan itu yang akan membuat seseorang sukses. Seseorang dikatakan sukses jika tindakannya menghasilkan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, Andrie Wongso adalah salah satu motivator kondang Indonesia yang penghasilan sangat bagus dan dipercaya banyak perusahaan untuk memberikan motivasi. Namun kalau kita mau membaca masa lalu Andrie melalui biografinya, Andrie hanyalah seorang anak miskin yang tidak berhasil lulus SD karena gejolak politik masa itu. Masa mudanya dia habiskan untuk membantu kebutuhan orangtua, salah satunya berjualan kue-kue dan menjadi bintang film di Hongkong. Andrie tak punya modal ijazah dan pendidikan. Namun tindakannya yang mau menggubah nasib menghantarnya menjadi seseorang yang sukses dan bisa memotivasi orang lain.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, saya percaya banyak diantara kita yang pintar memotivasi orang lain, bisa berbicara apa saja selama berjam-jam, atau memiliki talenta yang luar biasa. Tak sedikit orang-orang di Indonesia yang lulusan S1 dan S2. Namun mengapa angka pengangguran dari tahun ke tahun makin tinggi? Banyak jawaban akan diberikan, namun salah satunya karena para pengganguran atau orang-orang biasa itu enggan bertindak kreatif. Memang betul lapangan pekerjaan sedikit, namun peluang kerja di Indonesia sangat banyak. Hari ini bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda hanya sekedar tahu teori tentang kesuksesan, namun Anda tak pernah mempraktekkannya? Tuhan ingin setiap muridNya tak hanya sukses dalam pelayanan, namun juga sukses dalam bekerja memenuhi nafkah. Segeralah mengambil tindakan positif agar sukses yang Anda impikan segera menjadi kenyataan. Satu tindakan itulah yang membedakan apakah Anda winner atau looser. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Jumat, 18 February 2011
Pertanyaan     : Apakah selama ini aku sudah mempraktekkan firman Tuhan?
Aplikasi          : Jadilah pelaku firman
Doa                 : Tuhan, bukalah pikiranku agar aku bisa melihat peluang-peluang yang kau sediakan di sekitarku. Amin

Forever Love


Baca : Mazmur 106 : 1 – 12
Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Mazmur 106 : 1

Manusia adalah mahluk yang gampang bosan. Anda tidak percaya dengan pernyataan sederhana ini? Berikut beberapa bukti yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Anda membeli sepeda motor atau mobil baru, bulan pertama dan sampai bulan ke enam, saya percaya pasti Anda akan sangat merawat kendaraan itu. Anda akan langsung cuci begitu kehujanan, Anda sangat telaten memperhatikan sang kendaraan. Masuk bulan ke tujuh atau tahun pertama, saya percaya sebagian kita mulai berkurang kadar "cintanya" akan kendaraan itu. Saat membeli Hp baru, kita sangat hati-hati memperlakukannya. Kita jaga jangan sampai tergores dan kita letakkan dengan hati-hati. Tetapi saat sudah lama memilikinya, kita biasanya sudah masa bodoh, walaupun tergores kita tidak mempermasalahkannya dan mungkin kita meletakknya dengan sembarangan.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, manusia adalah mahluk yang mudah bosan dan gampang lupa, namun beruntung kita memiliki Tuhan yang setia dan cinta-Nya kepada kita tak akan pernah berubah. Walaupun hari ini manusia tidak setia kepada pasangannya sendiri dan tidak setia pula kepada Tuhan, Tuhan tetap setia. Hari ini kebiasaan kawin cerai atau selingkuh sana selingkuh sini bisa terjadi karena beberapa faktor umum yaitu sebagian manusia gampang bosan dan manusia tidak mau setia. Ribut gara-gara masalah sepele, langsung cerai. Pasangan tidak bisa memuaskan dalam hubungan biologis, langsung cari wanita atau pria lain. Cobalah kita merenung kalau Tuhan bersikap seperti manusia. Tuhan bosan dengan Anda lalu Dia lebih memilih mengasihi orang lain, habislah hidup Anda. Tuhan punya hak karena Tuhan hanya satu dan manusia sangat banyak. Tuhan bisa mendapatkan yang terbaik karena Dia maha kuasa. Pujilah Tuhan karena Dia selalu mencintai kita semua sampai hari ini.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, jangan membuat Tuhan selalu sakit hati dengan ketidaksetiaan kita. Tuhan selalu mencintai kita, namun mengapa kita membalasnya dengan cinta yang pasang surut? Kalau Tuhan memberkati, mulut kita memuji-Nya. Kalau Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita minta, kita ngambek dan mengomel. Balaslah cinta kasih Tuhan dengan kita selalu bersukacita setiap hari dan selalu melakukan apa yang Dia firmankan. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Senin, 14 February 2011
Pertanyaan     : Apakah selama ini cintaku pasang surut kepada Tuhan?
Aplikasi          : Bersukacitalah setiap hari
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk kasih setia-Mu kepadaku. Amin

Senin, 31 Januari 2011

Berani Menyatakan Kebenaran

Pantang Menyerah
Baca : Kisah Para Rasul 4 : 1 – 22
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Kisah Para Rasul 4 : 13

Beberapa waktu yang lalu sejumlah tokoh agama dan lembaga swadaya masyarakat menuduh pemerintah melakukan kebohongan. Menurut mereka ada 18 jenis kebohongan yang dilakukan pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini. Tuduhan ini menjadi serius dan menggusik rasa ingin tahu banyak orang karena yang menuduh adalah orang-orang yang selama ini menjadi panutan masyarakat yaitu tokoh-tokoh agama. Orang-orang yang dipercaya tidak memiliki agenda politik di balik tuduhannya. Mereka membagi tuduhannya menjadi 2 kelompok: kebohongan lama dan kebohongan baru, yang masing-masing jumlahnya sembilan. Contoh kebohongan lama adalah mengenai angka kemiskinan. Pemerintah mengatakan jumlah masyarakat miskin adalah 31,02 juta, sedangkan jumlah penerima raskin 70 juta. Itu berarti ada yang tidak beres dengan angka ini.

Belajar dari tindakan para tokoh agama, mari kita melihat keberanian mereka menyatakan kebenaran dengan cara yang positif. Sebagai orang Kristen, sikap berani menyatakan kebenaran memang perlu kita miliki saat melihat ada sesuatu yang tidak benar terjadi, karena Yesus sendiri melakukannya. Yesus berani menggusir para pedagang di Bait Allah dan mengobrak-abrik seluruh dagangan mereka karena Yesus tahu ini tidak sesuai keinginan Allah. Yesus berani mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena tahu mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai firman Tuhan. Yesus berani menyembuhkan orang pada hari sabat walaupun para imam menentang karena tahu tindakan-Nya itu benar. Yesus berani mengampuni wanita yang kedapatan berzinah karena Dia tahu wanita itu layak diampuni, bukan dibunuh. Murid-murid Yesus seperti Petrus dan Yohanes pun berani menyatakan kebenaran sampai orang-orang heran karena mereka tidak terpelajar, sebab keduanya meneladani apa yang Yesus dahulu lakukan. Stevanus rela dirajam sampai mati karena berani menyatakan kebenaran. Paulus tetap tabah menjalani berbagai aniaya dan kesulitan karena dia berani menyatakan kebenaran.

Ringkasnya : Seorang murid Yesus harus berani menyatakan kebenaran walaupun harus mengalami penderitaan. Seorang murid Yesus yang hanya diam melihat ketidakbenaran terjadi tidak pantas mengikut Yesus karena berani menyatakan kebenaran adalah bagian dari kita memikul salib. Yesus dan murid-muridNya berani menderita bahkan mati untuk kebenaran firman Tuhan. Kita pun hendaknya meneladani tindakan mereka. Masalah apakah setelah kita menyatakan kebenaran, orang-orang akan berubah atau tetap sama saja, itu bukan bagian kita. Bagian kita adalah menyatakan yang benar dan berani menderita untuk Tuhan. • Richard T.G.R

Pertanyaan : Apakah aku murid Yesus yang berani menyatakan kebenaran?
Aplikasi : Jangan suam-suam kuku. Beranilah menyatakan kebenaran.
Doa : Tuhan, beri aku kekuatan untuk berani menyatakan kebenaran firman-Mu sekalipun aku harus mengalami aniaya. Amin

Pengetahuan

Pantang Menyerah
Baca : Matius 23 : 1 – 35
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Matius 23 : 3

A.J Jacobs, seorang editor majalah yang eksentrik satu kali mencoba melakukan eksperimen unik terhadap dirinya. Ia berkomitmen untuk membaca halaman per halaman seluruh edisi Encyclopedia Britannica (pada waktu itu adalah edisi tahun 2002). Dia membaca 32 edisi, 33.000 halaman dan 44 juta kata. Ia melahap 100 halaman per hari dan akhirnya seluruh edisi itu selesai dibaca dalam waktu 1 tahun 55 hari. Setelah itu, ia mencoba menjajal kemampuannya dengan mengikuti kuis Who Want to be Milionaire. Apa yang terjadi? Ternyata, Jacobs sudah salah saat menjawab di babak pertanyaan senilai 32.000 dolar, masih lima langkah lagi menuju hadiah utama. Meskipun sudah membaca seluruh ensiklopedia berhuruf E, ia mengaku sama sekali tidak ingat apa arti dari erythrocyte (sel darah merah)

Dari peristiwa di atas kita bisa belajar bahwa pengetahuan itu tidak terbatas sehingga manusia yang hidupnya hanya mengejar pengetahuan tidak akan pernah puas. Ilmu pengetahuan memang penting. Namun jika kita menjadikan ilmu pengetahuan hanya sebagai sesuatu yang digunakan untuk memuaskan egoisme kita dan tak pernah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, semuanya itu sia-sia. Setinggi apapun ilmu kita, orang tidak akan respek sekalipun gelar sarjana kita berderet-deret dan setiap hari kita belajar kalau kita tak pernah mempraktekkannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi adalah contoh nyata orang cerdas bahkan jenius yang tidak mempraktekkan ilmunya akhirnya menjadi bahan cibiran orang, bahkan Tuhan sendiri berkata kepada mereka celaka berulangkali. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah orang yang jenius. Mereka bisa hapal seluruh isi firman Tuhan dari Kejadian sampai Maleakhi dengan sangat jelas, sampai titik koma maupun nada bicara mereka hapal. Dalam liturgi ibadah mereka tanpa cela. Persepuluhan lancar, puasa rutin, sembahyang tekun, bicara masalah Firman Tuhan pun luar biasa sampai Yesus sendiri memerintahkan kita menuruti dan melakukan apa yang mereka ajarkan. Yesus melarang kita menuruti perbuatan mereka karena dalam perbuatan mereka sehari-hari mereka tak pernah melakukan perintah Tuhan, seperti mengasihi pemungut cukai atau pelacur, atau bergaul dengan rakyat kecil seperti nelayan dan petani.

Ringkasnya : Pengetahuan tanpa pengenalan akan Tuhan adalah sia-sia. Mari kita gunakan kecerdasan apapun yang Tuhan berikan dengan mempraktekkannya dalam tindakan sehari-hari sehingga memuliakan nama Tuhan. Belajar itu penting, namun yang lebih penting ilmu yang kita dapat dari belajar memuliakan Tuhan dan memberkati hidup banyak orang. • Richard T.G.R

Pertanyaan : Sudahkah Anda mempraktekkan ilmu yang Anda miliki?
Aplikasi : Terus belajar dan mempraktekkan ilmu yang dipelajari.
Doa : Tuhan, bantu aku untuk tidak hanya sekedar belajar namun juga mempraktekkan ilmu yang aku pelajari untuk kemuliaan nama-Mu. Amin

Minggu, 01 Agustus 2010

Tetap Percaya


Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Matius 10 : 29

Bacaan : Matius 12 : 22 – 31

4 Juli 1776 adalah hari jadi bangsa Amerika. Namun, konvensi konstitusional tahun 1787-lah yang benar-benar melahirkan Amerika menjadi sebuah bangsa yang besar. Saat itu kecemburuan dari negara-negara bagian kecil dan besar hampir saja menghancurkan konvensi itu sejak dari mulanya. Akhirnya, ketika para utusan yang patah arang sudah bersiap-siap untuk pulang demi negara-negara mereka yang terhormat. Benyamin Franklin yang waktu itu sudah berumur 81 tahun, berdiri dan berkata, "Jika burung pipit tidak dapat jatuh ke tanah tanpa di ketahui oleh Bapa kita yang di surga, bagaimanakah satu bangsa dapat lahir tanpa sepengetahuan-Nya?" Negarawan tua itu kemudian mengusulkan supaya di adakan doa. Ia juga berkata, "Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga." Lalu apa yang terjadi? Kata-kata ini membakar semangat pendengarnya dan konstitusi Amerika pun terbentuk.

Saudara yang di kasihi Tuhan, hidup kita semua pasti mengalami pasang surut. Ada kalanya hidup kita nyaman terkendali dan segala kebutuhan kita tercukupi. Namun ada kalanya kita harus menghadapi badai, kondisi keuangan, kesehatan atau keluarga kita mengalami masalah. Ujian iman yang sungguh akan membuktikan apakah kita benar-benar percaya dan tetap setia kepada Tuhan bukan saat kehidupan kita aman dari badai dan tak ada masalah berarti, namun akan teruji saat kita tetap pecaya dan berkata Tuhan itu baik walaupun kondisi keuangan kita minim, badan mengalami sakit atau keluarga kita mengalami masalah serius. Iman kita akan bertumbuh saat kita tetap setia dan percaya semua itu boleh terjadi karena tangan Tuhan selalu turut campur dalam kehidupan kita. Apapun beban yang Anda hadapi hari ini, tetaplah berharap kepada Tuhan. Firman Tuhan adalah janji yang pasti tergenapi. Tuhan berjanji mengijinkan suatu cobaan datang tak akan melebihi kekuatan kita untuk mengatasinya. Tuhan selalu menopang hidup Anda dan tak akan membiarkan Anda jatuh tergeletak. Jangan kuatir, percaya saja dan tetap setia. • Richard T.G.R


Catatan : Artikel ini dimuat di RHK Aletea – Minggu, 15 Agustus 2010

Senin, 28 Juni 2010

Tangan yang Kuat


By : Richard T.G.R

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Yesaya 41 : 10

Bacaan : Mazmur 71 : 12 – 16

Seorang anak kecil sedang sibuk membantu kedua orang tuanya mengangkat dus-dus berisi buku-buku koleksinya dan aneka barang lain ke dalam rumah. Hari ini mereka baru saja pindah rumah dan ada begitu banyak barang yang harus mereka turunkan dari truk. Ketika sudah sekian lama membantu, anak kecil itu tidak kuat mengangkat sebuah dus. "Pa, saya tidak sanggup mengangkat kardus ini. Bisa tolong saya?" tanya anak itu kepada papanya. Papanya berhenti sejenak dari aktifitasnya untuk kemudian membantu anaknya dengan bersama-sama mengangkat kardus itu. Ketika senja tiba dan mereka semua beristirahat, sang anak berkata kepada papanya : "saya merasa sangat lelah tadi." Papanya tersenyum. "Papa membantumu semampu papa. Namun jika kamu meminta tolong kepada Tuhan, Dia akan mampu membantu apapun pergumulanmu." Ucapnya.

Hidup kita di dunia pasti mengalami berbagai kondisi yang berubah-ubah. Ada kalanya kita sangat semangat, bahagia, kuat dan diberkati. Namun tak jarang pula kita melewati masa-masa yang melelahkan, sedih, marah, takut atau kehilangan. Nah, pada saat kamu mulai merasa letih dalam menghadapi cobaan hidup dan melayani Tuhan, apakah kamu meminta tolong kepada Tuhan untuk Dia membantumu? Apakah kamu melihat rekan-rekanmu seiman yang sama-sama berjuang bagi Tuhan untuk mendapatkan dorongan dan dukungan atau kamu memikirkan dirimu sendiri. Jujur, saat kita sedang lelah rohani maupun fisik, kecenderungan kita adalah mengasihani diri sendiri. Saat kita berdoa kepada Tuhan mohon pertolongan dan Tuhan seakan tak menjawab doa kita, kita justru menjadi semakin loyo. Saat kamu lemah, sesungguhnya Tuhan menyediakan pertolongan melalui orang-orang sekitarmu. Lihatlah pergumulan hidup mereka yang jauh lebih berat darimu dan bantulah mereka, maka kamu akan menjadi semangat kembali. Tuhan sesungguhnya selalu mengulurkan tangan-Nya dan menolongmu pada saat kamu bergantung pada-nya. Pekalah akan pertolongan-Nya melalui keadaan sekitarmu, maka kamu akan senantiasa kembali semangat selelah apapun kerohanian atau fisikmu.

Mintalah yang Besar

By : Richard T.G.R

Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. I Tawarikh 4 : 10

Bacaan : Markus 9 : 14 – 29

Hari ini apa yang terlintas dalam benak Anda ketika salah seorang teman berkata dia ingin memiliki perusahaan gede dan punya ribuan anak buah plus dia bisa berlibur keliling dunia, padahal teman Anda saat ini hanya menjadi karyawan seperti Anda? Mungkin Anda akan mentertawakan impiannya dan berkata itu mustahil. Sah-sah saja Anda memberikan penilaian itu dan memang kelihatannya mustahil. Namun kenyataan berbicara justru orang-orang yang berani meminta yang besar dan kadang tak masuk akal kepada Tuhan seringkali justru Tuhan kabulkan.

Tahukah Anda riwayat Henri Nestle? Nestle dahulu hanya pembantu dokter praktek yang kadang datang dari rumah ke rumah. Walaupun hanya pemuda desa yang miskin, Nestle waktu itu punya impian untuk membuat produk susu yang bisa di konsumsi bayi dan anak-anak dengan aman. Nestle lalu mengadakan percobaan bertahun-tahun lamanya untuk mewujudkan mimpinya walaupun berkali-kali dia gagal dan bayi yang menjadi sample produk susunya ada yang justru sakit dan diare karena susunya tidak cocok. Karena tak kenal menyerah, pada akhirnya impiannya tercapai. Nestle dengan berbagai produknya kini di konsumsi banyak orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Karyawan Nestle sekarang ribuan orang banyaknya dan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka karena permintaan besar seorang Henry Nestle kepada Tuhan dan kerja kerasnya untuk mewujudkan permintaannya itu.

Tak ada yang tidak bisa Tuhan lakukan untuk Anda, oleh karena itu jangan pernah takut meminta sesuatu yang besar yang Anda sendiri tahu itu sepertinya mustahil bagi banyak orang tapi mudah bagi Tuhan. Semakin besar permintaan Anda, Tuhan justru semakin suka karena itu membuktikan Anda percaya bahwa Dia besar. Bagian yang harus Anda lakukan adalah bekerja dengan tekun, penuh semangat dan percaya kepada Tuhan sehingga Tuhan akan berikan apa yang Anda minta.

Tuhan Selalu Menyertai

By : Richard T.G.R

Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Hagai 2 : 5

Bacaan : Yosua 1 : 6 – 9

Pada bulan April kemarin, saya melakukan perjalanan ke Kota Solo, Kota Jakarta dan Kota Yogyakarta. Ketiga kota tersebut sama sekali tidak saya kuasai medannya, namun saya merasa enjoy dan happy berjalan-jalan ke sana ke mari, bahkan sempat membeli banyak buku untuk di koleksi. Mengapa saya bisa enjoy, padahal umumnya orang yang tak menguasai jalan atau daerah suatu kota akan was-was berjalan ke sana ke mari karena takut tersesat? Saya merasa aman karena ada saudara yang memandu perjalanan saya. Di temani saudara yang menguasai kota tempat saya berkunjung, saya merasa aman dan bahagia walaupun sama sekali tidak menguasai keadaan kota itu.

Dalam kehidupan sehari-hari, perjalanan hidup kita tak pernah pasti. Kita tak tahu apa yang akan terjadi hari esok, apakah besok kita masih bisa bekerja, apakah kelak anak kita akan menjadi orang sukses, apakah nanti berangkat kerja kita selamat sampai kantor, apakah besok kita masih bisa sehat, dll. Kalau Anda mengandalkan diri sendiri, sudah pasti Anda akan selalu cemas dan tidak percaya diri menghadapi hari esok, namun saat Anda mengandalkan Tuhan dan percaya Dia selalu menyertai, pasti Anda akan tetap bahagia dan semangat menjalani hidup setiap hari walaupun keadaan sangat jelek. Anda selalu optimis dan positif thingking karena tahu Tuhan selalu memberikan yang terbaik walaupun keadaan yang Anda jalani hari ini sangat buruk.

Saat mengawali rutinitas Anda hari ini, serahkan hidup Anda dalam tangan-Nya. Hidup Anda aman dalam tangan-Nya selama Anda mau percaya dan melakukan segala perintah-Nya. Kehidupan di dunia penuh ketidakpastian, namun bersama Tuhan hidup Anda pasti di berkati dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29 : 11).

Selasa, 27 April 2010

Blueprint

By : Richard T.G.R

Dengarkanlah baik-baik segala yang kuperintahkan kepadamu, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian untuk selama-lamanya, apabila engkau melakukan apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahmu. Ulangan 12 : 28

Bacaan : Ulangan 10 : 12 – 13


Ketika kita merakit sebuah mobil-mobilan atau merakit benda elektronik seperti TV, kita tentu akan merakit benda tersebut berdasarkan blueprint alias kertas atau buku petunjuk merakitnya. Ketika kita hendak membuat suatu masakan, katakanlah kwetiau udang caisim atau gurame saus jeruk manis, kita tentu harus memiliki resep masakannya terlebih dahulu sebelum memasak. Nah, apa yang membuat kita percaya bahwa blueprint atau resep suatu masakan yang akan kita kerjakan itu benar akan menghasilkan sebuah mobil-mobilan atau suatu masakan yang lezat padahal kita belum pernah mencobanya? Karena sang pembuat blueprint sudah menghasilkan suatu karya sebelum menciptakan blueprint itu. Contoh sederhananya begini, ada seorang koki hendak menciptakan masakan gurame saus jeruk manis. Dia akan berekseperimen dengan berbagai bahan yang berkaitan dengan apa yang akan dia masak. Setelah beberapa kali meramu masakan, akhirnya dia berhasil menciptakan masakan gurame yang lezat dari gabungan 2 ekor gurame, minyak goreng, 2 buah wortel, garam, merica bubuk, ½ sendok gula pasir, 5 sendok makan saus tomat, ½ sendok teh jeruk nipis dan ½ vetsin. Setelah berhasil menciptakan masakan gurame yang lezat, barulah dia menerbitkan resep masakan tersebut. Seorang koki yang jempolan akan menciptakan resep masakan dan mempublikasikan setelah membuat sendiri masakan itu.

Kalau untuk segala sesuatu yang akan kita kerjakan saja ada blueprintnya, apakah kita juga mempunyai blueprint untuk menjalani hidup? Tentu. Tuhan sudah sediakan blueprint untuk kita menjalani hidup melalui Alkitab. Alkitab adalah buku petunjuk paling komplit supaya hidup kita selalu sukses dalam segala keadaan kalau kita mau serius membaca, merenungkan, lalu mempraktekkannya. Setiap hari kita bersaat teduh dan sangat sering membaca ayat-ayat yang itu juga agar kita tidak tersesat dan melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri. Hidup manusia sangatlah rumit dan banyak godaan. Tak sedikit orang terjerumus dalam dosa atau tak tahu apa tujuan hidupnya sehingga asal-asalan menjalani hidup karena tak mau tekun mempelajari Alkitab dan mengikuti petunjuknya. Beberapa di antara kita mungkin komplain, bahwa setiap hari baca Alkitab namun kok hidup rasanya sama terus dari tahun ke tahun. Kita tak mengalami pertumbuhan baik secara karakter, maupun finansial. Jawaban untuk komplain itu adalah apakah kita sekedar membaca namun tak melakukan atau kita membaca dan menjadi pelaku firman? Banyak orang hari ini sangat taat ke gereja, aktif ikut kegiatan rohani di gereja, setiap hari tekun saat teduh dan doa, namun perbuatannya sehari-hari bertolak belakang dengan Firman Tuhan. Memang setiap di gereja dia rohaninya minta ampun dan setiap hari tak pernah bolong saat teduh. But, setiap hari saat bekerja atau berinteraksi dengan masyarakat tak pernah mempraktekkan Firman Tuhan. Kelakuannya sama saja dengan orang dunia, tak heran dia tak pernah bertumbuh.

Hari ini, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda menyadari bahwa Anda memerlukan bantuan Tuhan untuk membangun kehidupan? Jangan lagi kita sembarangan menjalani hidup, namun jadikanlah Alkitab sebagai kompas untuk Anda melangkah menjalani kehidupan. Dengan taat melakukan Firman Tuhan, hidup Anda pasti akan mengalami pertumbuhan dan menjadi berkat. Bangunlah kehidupan Anda dengan cara mengikuti rencana Tuhan.

Senin, 29 Maret 2010

Mengikut Yesus

By : Richard T.G.R

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Matius 10 : 38

Bacaan : Matius 10 : 34 – 42


Merupakan suatu berkat luar biasa besar kalau hari ini kita boleh menjadi Kristen dan mulut kita mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Menjadi Kristen tentu pilihan Anda sendiri dan Anda sah-sah saja pindah agama lain kalau merasa tidak cocok dengan Firman Tuhan seperti banyak di lakukan sebagian orang saat ini. Nah, kalau hari ini Anda benar-benar yakin bahwa Anda benar-benar Kristen, setia dalam suka dan duka kepada Tuhan sampai mati, rela menginjil kemanapun dan kapanpun, siap menjadi hamba-Nya kalau Dia memanggil, sudahkah Anda melakukan apa yang Yesus perintahkan?

Hari ini banyak orang mengaku-ngaku dirinya Kristen, sangat taat ke gereja, tiap hari baca Alkitab dan renungan harian, omongannya selalu berbumbu rohani semacam shalom dan haleluya, namun dia tak mau menyentuh atau melakukan perintah Tuhan. Berapa banyak orang Kristen di sekitar kita ternyata bisa sangat bejat di masyarakat namun begitu suci di gereja? Berapa banyak Hamba Tuhan begitu berkharisma saat berkotbah namun berzinah dengan jemaatnya dan menilep kas gereja? Berapa banyak orangtua Kristen begitu taat setiap minggu ibadah, namun untuk menginjil dan mengajak orang mengenal Yesus, dia sangat malas? Saya tidak bermaksud menjelekkan Kristen namun inilah faktanya, inilah kenyataan pahit yang mau tak mau harus kita akui.

Sebagai Kristen, hidup kita bukannya lebih mudah dan selalu berkelimpahan berkat namun kita harus menyangkal keinginan daging kita dan melawan godaan dosa. Renungan hari ini mengajak kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita benar-benar mengikut Yesus? Apakah kita sudah memikul salib dan melakukan apapun perintah-Nya? Jawablah dengan jujur dan bertobatlah bila selama ini kita selalu kompromi dengan dosa.


* Di muat di RHK Aletea – April 2010

Kamis, 25 Februari 2010

Serahkan Bebanmu

 By : Richard T.G.R

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Matius 11 : 28


Bacaan : Matius 11 : 28 – 30


Kalau hari ini Anda di tanya, berapakah berat sebuah Aqua kecil, apa jawaban Anda? Sebagian besar kita tentu akan menjawab 240 ml dan jawaban Anda benar. Namun berat yang saya maksudkan di sini bukan masalah berat Aqua, namun seberapa berat Aqua itu Anda pegang dalam waktu yang lama. Kalau Anda memegang Aqua kecil itu dengan posisi tegak lurus tanpa bersandar selama 1 atau 2 menit, Anda tidak akan merasa bermasalah. Namun kalau Anda memegang Aqua kecil itu Selama setengah jam atau 1 jam, itu akan menjadi masalah. Tangan Anda akan pegal-pegal dan merasa sangat berat memegangnya walaupun bobotnya hanya 240 ml. Semakin lama Anda memegangnya, beban Aqua serasa makin bertambah walaupun berat Aqua tetaplah sama.


Ilustrasi sederhana di atas sebetulnya berbicara tentang diri kita sendiri. Setiap kita tentu memiliki masalahnya masing-masing. Kita memiliki masalah dalam pekerjaan, dalam mendidik anak, dalam hubungan suami istri, dalam hubungan dengan masyarakat, dll. Selama kita hidup kita tidak akan pernah bebas dari masalah, namun pertanyaannya bagaimana respon kita menghadapi masalah itu? Banyak orang hari ini stress bahkan bunuh diri karena tidak mau belajar menyerahkan masalahnya pada Tuhan. Mereka hanya mengandalkan diri sendiri, kemampuan otak, otot, maupun finansialnya sehingga saat segala kemampuannya tak lagi mendukung, mereka depresi.

Sebagai orang-orang Kristen, kita harus beda dengan cara pandang orang dunia dalam menghadapi masalah. Serahkan segala masalah kita kepada Tuhan selain kita tetap berusaha karena Dia akan memberikan kelegaan. Masalah dan beban hidup sebetulnya tidak melebihi kemampuan kita mengatasinya, namun kalau kita menyimpan sendiri segala beban itu semakin lama, kitalah yang akan rugi sendiri dan Tuhan sedih melihat keadaan kita. Sudahkah Anda menyerahkan masalah dan beban hidup pada Tuhan serta tidak kuatir akan hidup Anda hari ini?