Website counter
Tampilkan postingan dengan label Talenta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Talenta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Rimpang Jahe

Baca : Roma 12 : 1 – 8
Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (Roma 12 : 6)

Rimpang jahe (zingiber officinale) atau jahe, dikenal sebagai bahan minuman wedang ronde, atau sebagai bumbu penyedap masakan, contohnya kari ayam. Jahe muda bisa dimakan mentah sebagai lalapan, sedangkan yang tua sebagai bahan olahan produk makanan. Sebagai bahan ramuan, jahe berkhasiat obat karena mengandung senyawa kelompok fenol sebagai unsur utama yang memberi rasa pedas. Jahe berkhasiat mencegah infeksi pada luka, antiradang rematik arthritis, menurunkan kadar kolesterol, dan antitumor. Minuman jahe yang diminum wanita bisa menambah aliran susu, mengurangi radang kandungan setelah melahirkan dan memperbaiki menstruasi yang tidak teratur. Namun wanita hamil sebaiknya tidak minum minuman jahe karena bisa mengakibatkan keguguran.

WANITA, Tuhan menciptakan setiap tumbuhan agar berguna bagi manusia, salah satunya jahe sebagai tumbuhan obat. Sebagai manusia, Tuhan pun membekali kita karunia agar satu sama lain bisa saling memberkati. Ada yang diberi karunia bisa mengobati sehingga bisa menjadi dokter, bidan, atau tabib. Ada yang diberi karunia menyanyi, ada yang diberi karunia memasak, ada yang diberi karunia membersihkan, ada yang diberi karunia merawat, ada yang diberi karunia menulis, ada yang diberi karunia memimpin, dan sebagainya. Pertanyaannya, sudahkah kita menggali dan menggunakan talenta itu dengan benar? Atau kita menyalahgunakan talenta itu untuk mencelakai orang lain.

WANITA, jahe bila dikomsumsi orang yang tepat bisa mendatangkan kesembuhan, tapi bisa juga mencelakakan. Apapun talenta kita saat ini, mari gunakan talenta itu dengan benar. Berkatilah sebanyak mungkin orang dengan talenta yang kita punya sehingga nama Tuhan dimuliakan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Rabu, 8 Agustus 2012
Pertanyaan    : Sudahkah aku menggali dan menggunakan talentaku dengan benar?
Aplikasi          : Gunakan talenta dengan benar.
Doa                 : Tuhan, ajar aku menggunakan karunia yang Engkau berikan dengan benar. Amin.

Minggu, 05 Juni 2011

Mengabdikan Ilmu


Baca : Kisah Para Rasul 3 : 1 – 10
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Lukas 10 : 19

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono bersama 21 lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama dari ITB. Penghargaan itu diterima Surono karena ia dinilai sebagai alumnus yang berjasa, berprestasi, juga dalam pengabdian masyarakat. Surono merasa bangga dan bersyukur karena melalui pekerjaannya ia bisa memanfaatkan ilmu dan teknologi untuk kemanusiaan. Ke depan ia ingin membuktikan bahwa ia bisa lebih baik lagi. Surono berkata bencana alam di Indonesia tak akan berhenti dan tak jarang itu menimbulkan korban jiwa. Ilmu pengetahuan diharapkan menjadi jawaban untuk menekan jatuhnya korban jiwa.

Girls, Surono adalah satu dari sekian banyak orang yang mengabdikan ilmunya untuk kebaikan sesama. Saya percaya setiap kita pun sesungguhnya dibekali ilmu oleh Tuhan. Ada diantara kita yang jago nyanyi dan main musik, jago melukis, jago menulis, jago mengoperasikan program komputer, jago mengurus orangtua yang sudah pikun atau sakit-sakitan, hebat dalam memotivasi orang, dll. Nggak ada satu pun diantara kita yang nggak punya talenta dan banyak di antara kita berhasil menjadi orang sukses karena berhasil memaksimalkan talenta. Pertanyaannya sekarang, apakah kita menggunakan talenta itu untuk kepentingan diri sendiri, atau kita menggunakan talenta itu untuk kebaikan sesama?

Dalam Kisah Para Rasul, akan kita dapati para rasul menggunakan talenta atau lebih tepatnya kuasa yang diberikan Tuhan Yesus untuk melakukan banyak perkara bermanfaat bagi sesama. Salah satu contohnya ketika Petrus dan Yohanes masuk ke bait Allah dan melihat seorang yang lumpuh. Petrus tak diam saja melihat keadaan orang lumpuh itu, namun dia menyembuhkannya demi nama Tuhan Yesus, sehingga kesembuhan pun terjadi. Dalam kesempatan lain Petrus juga menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas. Petrus nggak menyimpan kuasa Tuhan untuk dirinya sendiri, namun ia gunakan kuasa itu untuk menolong banyak orang.

Girls, marilah kita menjadi murid Yesus yang menolong sebanyak mungkin orang melalui talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan ingin kita sebagai murid-Nya tak hanya sibuk ″memperhebat dan memperbesar″ diri sendiri, namun kita juga mau menggunakan talenta dan kuasa yang kita punya untuk membuat hidup sesama kita menjadi jauh lebih baik. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Senin, 13 Juni 2011
Pertanyaan    : Apa yang sudah aku lakukan untuk membantu orang lain?
Aplikasi          : Gunakan talenta untuk menolong sesama.
Doa                 : Sentuh hatiku agar mampu mengasihi orang lain. Amin.

Senin, 02 Mei 2011

Kunyit


Baca : Matius 25 : 14 – 30
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Matius 25 : 29)

Selama beratus-ratus tahun masyarakat Indonesia mengenal kunyit sebagai salah satu bahan untuk jamu. Sampai sekarang pun kunyit tetap digunakan sebagai bahan untuk membuat jamu, baik yang diminum secara langsung maupun dalam bentuk serbuk. Kunyit memiliki banyak manfaat seperti mampu menghaluskan dan mencerahkan kulit, mengatasi beberapa masalah yang dihadapi saat menstruasi, mencegah pembentukan batu empedu, mengurangi kram perut, meredakan nyeri bahu, dan mampu mencegah infeksi bakteri.

Walaupun kunyit murah dan mudah kita jumpai di pasar, kunyit memiliki banyak khasiat untuk pengobatan. Sama seperti kunyit, Tuhan menciptakan berbagai hewan, tumbuhan, dan manusia dengan tujuan yang baik. Tuhan menciptakan kita untuk melakukan hal yang berguna, sesuai dengan talenta yang kita punya. Masing-masing kita memiliki talenta yang berbeda-beda, namun kita pasti mempunyai talenta, walaupun mungkin cuma satu. Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah menggunakan talenta kita untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat atau untuk menghasilkan sesuatu yang negatif? Apakah kita menggunakan talenta itu dengan maksimal untuk sesuatu yang positif? Kita tentu masih ingat peristiwa pengeboman dua buah hotel di Jakarta pada tahun 2009. Orang-orang yang merakit bom itu diberi Tuhan talenta untuk meracik bahan-bahan peledak, namun sayang mereka menyalahgunakannya. Tentu Tuhan tak ingin kita menyalahgunakan talenta yang kita punya. Kunyit bisa digunakan sebagai obat alami karena dahulu nenek moyang kita mau mempelajari khasiatnya. Tuhan pun ingin kita menggali talenta yang kita punya jika sampai saat ini kita belum tahu dan kemudian mengolahnya dengan benar sehingga menghasilkan suatu perbuatan yang positif.

Ringkasnya : Apapun talenta yang Anda punya, gunakan talenta itu untuk memberikan pengaruh positif bagi orang-orang di sekitar Anda. Jadikan lingkungan lebih baik dengan talenta yang Anda kelola. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Sudahkah aku menggunakan talentaku untuk kebaikan?
Aplikasi          : Terus gali dan maksimalkan talenta yang Anda punya.
Doa                 : Tuhan, bantu aku untuk terus mencari dan memaksimalkan talentaku. Amin.

Selasa, 19 April 2011

Seikat Kangkung


Baca : Lukas 19 : 11 – 27
Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Lukas 19 : 15

Ada seorang pedagang kangkung di sebuah pasar sedang melayani satu demi satu orang yang membeli kangkungnya. Orang pertama membeli seikat kangkung dengan harga seribu rupiah, membawa kangkung itu pulang ke rumahnya untuk kemudian di masak menjadi oseng kangkung yang dimakan satu keluarga. Orang kedua membeli seikat kangkung dengan harga yang sama untuk ditaruh dikolam ikan lele sebagai makanan ikan-ikan itu. Orang ketiga membeli seikat kangkung dan menaruhnya di kulkas. Namun karena selama seminggu berada di luar kota dan lupa memasak kangkung tersebut, kangkung itu rusak dan akhirnya dibuang. Orang keempat membeli seikat kangkung, memasaknya menjadi kangkung cah jamur dan menjualnya kembali kepada pelanggan dengan harga mahal karena dia membuka restoran. Orang kelima membeli seikat kangkung dan memasaknya menjadi sayur kangkung biasa untuk orang-orang yang makan di warteg-nya.

Kangkung yang sama dengan harga yang sama, bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda. Kangkung itu bisa tak berguna kalau hanya disimpan, bisa untuk makan satu keluarga, bisa untuk mendapatkan untung seribu sampai lima ribu jika di jual di warteg, atau bisa mendatangkan untung di atas sepuluh ribu jika dijual di sebuah restoran terkenal. Sama seperti kangkung yang memiliki nilai berbeda jika digunakan dengan cara yang berbeda, talenta kita pun demikian. Tuhan menganugrahi kita semua dengan talenta yang berbeda-beda namun sebetulnya sama yaitu untuk memuliakan Tuhan dan membangun satu sama lain. Namun mengapa dalam kenyataan sehari-hari sering kita jumpai tak semua orang yang bertalenta bisa sukses? Itu terjadi karena orang tersebut tidak mau mengolah atau mengolah talentanya dengan cara yang salah.

Talenta jika kita asah dan maksimalkan, pasti menghasilkan sesuatu yang sangat bernilai, jika talenta itu kita gunakan seadanya maka hasilnya juga biasa-biasa saja, jika talenta itu kita simpan tidak mungkin menghasilkan apa-apa. Apapun talenta Anda hari ini, maksimalkan terus sehingga talenta itu akan terus menghasilkan sesuatu yang semakin besar untuk Anda dan semakin memuliakan Tuhan. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Next – Kamis, 7 April 2011
Pertanyaan     : Sudahkah aku memaksimalkan talentaku?
Aplikasi          : Maksimalkan terus talenta yang Anda punya.
Doa                 : Tuhan, ajar aku memuliakanmu melalui talentaku. Amin.

Kamis, 31 Maret 2011

Talenta


Baca : Matius 25 : 14 – 30
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Matius 25 : 20

Di pantai Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, keluarga Lukas Barayap punya cara unik untuk menjaga kelestarian Pantai Bakaro. Mereka mampu memanggil ikan-ikan kecil seperti ikan bulana, ikan teri yang berwarna abu-abu, hingga ikan hias yang disebut warga sekitar ikan baju kaos dengan menaburkan sedikit demi sedikit sarang semut, ampas kelapa, atau pisang yang baru dipetik, sambil sesekali meniup peluit. Keahlian mereka yang pada mulanya dianggap mistik oleh warga sekitar, justru membawa berkat bagi Pantai Bakaro. Tidak sedikit wisatawan meminta keluarga Lukas mempertontonkan cara pemanggilan ikan. Walau tidak meminta imbalan, wisatawan kerap memberi mereka uang. Menurut penuturan mereka, sebagian uang penghasilan itu mereka sumbangkan ke gereja karena mereka sadar kemampuan itu adalah karunia Tuhan. Pantai Bakaro kini ramai dikunjungi tak hanya oleh turis Nusantara, namun juga turis mancanegara, seperti dari Jepang dan Amerika Serikat.

Sekecil apapun talenta yang kita miliki, jika kita mau memaksimalkannya pasti menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Talenta Lukas Barayap kelihatan sangat sepele yaitu memanggil ikan hanya menggunakan peluit dan sedikit sarang semut, namun talentanya ini menarik banyak wisatawan datang dan dirinya bisa menyambung hidup dari uang yang diberikan secara sukarela oleh para wisatawan. Sama seperti Lukas, bagian yang harus kita lakukan adalah menjalankan talenta itu sehingga beroleh laba. Dalam perumpamaan tentang talenta, Tuhan memuji dua orang hamba yang menjalankan lima dan dua talenta sehingga beroleh laba.

Ringkasnya : Hal ini juga berlaku untuk Anda dan saya karena kita semua pun dibekali Tuhan talenta. Entah satu, dua, atau lima talenta, Tuhan ingin kita menjalankan talenta itu. Laba yang kita peroleh bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri dan sebagian dikembalikan lagi kepada Tuhan. Gali dan terus maksimalkan segala talenta yang Anda punyai saat ini sehingga hidup Anda dan lingkungan sekitar semakin diberkati dan nama Tuhan di permuliakan. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Apakah aku menghargai talenta yang Tuhan berikan padaku?
Aplikasi          : Maksimalkan talenta yang kita punya.
Doa                 : Tuhan, ajar aku agar memakai talenta yang aku punya dengan sebaik mungkin. Amin.

Jumat, 01 Oktober 2010

Tepat Guna

Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Matius 25 : 15

Bacaan : Matius 25 : 14 – 30

Saya memiliki teman-teman yang memiliki handphone bermerk dan cukup high-tech seperti Nokia N-95, Blackberry, dan BlueBerry yang memiliki fasilitas seperti GPRS, WAP, MMS, Bluetooth, bisa untuk membuka e-mail dan chating. Intinya handphone mereka jauh lebih canggih daripada handphone saya yang hanya bisa untuk SMS dan menelepon. Nah, satu hari saya meminjam salah satu blackberry teman saya untuk membuka blog. Dengan garuk-garuk kepala, teman saya berkata dia tidak tahu caranya membuka blog atau website melalui hanphonenya. Sekarang gantian saya yang bengong. Saya lalu bertanya selama ini blackberry-nya di pakai buat apa? Sambil cengar-cengir dia menjawab hanya digunakan untuk mendengarkan MP3, sms-an dan menelepon. Saya pikir kasihan sekali blackberry-nya karena tidak berfungsi maksimal.

Banyak diantara kita memiliki hp yang keren dan canggih, namun sayang beberapa diantara kita menggunakannya dengan tidak maksimal. Kita beli hp canggih dan mahal hanya demi sekedar gengsi plus supaya orang lain menganggap kita tahu teknologi, padahal belum tentu. Sama seperti hp canggih dan mahal, namun tak berfungsi maksimal karena kita tidak menggunakan fiturnya atau tidak tahu cara menggunakan fitur itu, demikian pula talenta yang Anda punya. Mengapa banyak orang bisa sukses menjadi pengusaha, artis, penulis, penyanyi, atlit dan lain-lain, sedangkan di sisi lain banyak orang yang biasa-biasa saja dalam menjalani hidup? Semua itu sesungguhnya kembali ke diri kita masing-masing. Tuhan sudah membekali kita semua dengan beberapa talenta, tinggal sekarang bagian kita. Apakah kita mau menggali, mengasah dan memaksimalkan talenta yang ada sehingga hidup kita menjadi berkat dan kita bisa mencukupkan segala kebutuhan kita dengan talenta itu? Atau, kita malas belajar dan tak mau memaksimalkan talenta yang ada sehingga hidup kita selalu berkekurangan dan kita hanya menjadi individu yang biasa-biasa saja? Setiap orang sesungguhnya adalah pemenang, namun yang membedakan seseorang menjadi orang gagal atau sukses hanyalah satu yaitu tindakan apa yang dia perbuat. Tindakan yang Anda ambil untuk memaksimalkan segala talenta yang Tuhan berikan akan membuat Anda menjadi orang sukses dan hebat. Gali dan kembangkan talenta Anda. • Richard T.G.R

Rabu, 07 Juli 2010

Mengembangkan Talenta


By : Richard T.G.R

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25 : 21

Bacaan : Matius 25 : 14 – 30

Kalau hari ini Anda baru saja di PHK dan tak punya uang maupun usaha untuk menyambung hidup, apa yang akan Anda lakukan? Tentu kita tak akan berdiam diri, kita akan berusaha melamar pekerjaan kesana kemari, mencoba meminjam uang pada saudara untuk buka usaha, atau menjual harta benda kita untuk modal. Nah, kalau saudara kita mau meminjamkan uang sekian juta untuk modal, dengan syarat uang itu harus di gunakan untuk mengembangkan usaha yang menafkahi hidup kita, apakah kita menurutinya? Sudah pasti, kita akan gunakan uang itu untuk membuka usaha dan mengembangkannya. Bagaimana kalau rugi? Untung atau rugi itu resiko bisnis, yang penting jalani dulu.

Saudara yang dikasihi Tuhan, Sama seperti saudara kita yang mau memodali, Tuhan sesungguhnya memodali setiap manusia dengan talenta supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan bahkan menjadi berkat untuk sesama. Lihatlah artis-artis cilik yang memiliki talenta menyanyi, model, atau berakting. Lihatlah orang-orang cacat seperti He ah Lee yang menjadi inspirasi banyak orang dengan talenta di bidang musik, lihatlah para atlit yang bertalenta di olahraga, lihatlah Kolonel Sanders yang bertalenta di bidang memasak. Mereka semua bisa sukses dan kita kenal hari ini, walaupun beberapa orang masih berusia sangat muda, karena mau mengembangkan talenta. Mereka menjalani hidup seperti hamba yang memiliki 5 dan 2 talenta.

Saudara yang dikasihi Tuhan, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengembangkan talenta atau hidup dalam rutinitas sehingga tanpa sadar Anda mengubur talenta yang Tuhan berikan? Tuhan berikan kita talenta supaya kita bisa memenuhi segala kebutuhan hidup dan menjadi berkat bagi sesama. Senyaman atau seburuk apapun kondisi Anda hari ini, terus kembangkan talenta Anda.



Catatan : Artikel ini di muat di RHK Aletea, Selasa, 13 Juli 2010