Website counter
Tampilkan postingan dengan label Taat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Yesus Sudah Mengalaminya


Baca : Matius 27 : 27 – 31
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Matius 5 : 39

Dr. Evan O’Neill Kane adalah seorang dokter bedah yang pertama kali merencanakan hendak menggunakan bius lokal di area tubuh yang akan dioperasi. Pada jaman itu bius lokal belum pernah dicoba dan masih menggunaka bius total. Tantangan bagi Dr. Evan adalah menemukan relawan yang mau dijadikan kelinci percobaan. Satu hari, ada seseorang yang bersedia untuk dijadikan kelinci percobaan untuk bius lokal melalui percobaan operasi usus buntu. Operasi pertama dengan bius lokal pada tanggal 15 Februari 1921 itu berhasil dan menjadi terobosan baru dalam dunia medis. Relawan itu adalah Dr. Evan sendiri.

Sebuah ajaran yang terbaik adalah ajaran yang dilakukan sendiri oleh orang yang mengajarkan. Kita boleh-boleh saja memiliki segudang ilmu setinggi langit, namun kalau kita tak pernah mempraktekkannya, semuanya itu sia-sia dan tak memberikan dampak apapun. Ajaran Yesus yang secara hitung-hitugan kelihatan sangat susah di pratekkan ternyata banyak sekali diikuti dan bisa dilakukan murid-muridNya, termasuk sebagian kita. Rahasianya adalah karena Kristus sudah melakukannya. Salah satu ajaran Yesus yang sulit namun bisa dipraktekkan adalah jangan melawan orang yang berbuat jahat kepada Anda. Kita boleh berkata sulit menerapkan itu, namun pasti bisa karena Yesus dan Stevanus bisa. Saat membaca Matius 27 : 27 – 31, kita bisa melihat Yesus melakukan apa yang Dia ajarkan. Yesus sama sekali tidak melawan serdadu-serdadu Roma yang mengolok-olok dan memukuli-Nya, padahal dia mempunyai kuasa. Yesus kosisten dengan ajaran-Nya dan secara tidak langsung meyakinkan kepada kita semua bahwa ajaran-Nya itu bisa diterapkan walaupun sulit.

Yesus adalah seorang guru sekaligus Tuhan yang tak hanya pintar berteori, namun Dia sudah melakukan semua ajaran-ajaranNya sendiri. Kalau Anda hari ini merasa sangat berbeban berat menjadi seorang Kristen, banyak masalah yang harus Anda tanggung, banyak ketidakadilan yang harus Anda terima, ingatlah Yesus. Yesus tahu bebanmu dan Dia tahu sulit sekali melakukan apa yang Dia ajarkan. Yesus sudah pernah mengalaminya dan Yesus berharap Anda tidak menyerah sampai akhir. Yesus dan murid-muridNya berhasil melalui pergumulan melawan dosa, Yesus pun yakin Anda pasti bisa. Datanglah pada Yesus sehingga Anda memperoleh kelegaan.

Ringkasnya : Anda pasti bisa melakukan segala ajaran Tuhan karena Yesus dan murid-muridNya yang lain berhasil melakukannya. Menjadi Murid Yesus memang sulit dan penuh derita, namun Anda pasti bisa memenangkan pertandingan iman selama terus setia dan bersandar pada Yesus. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Sudahkah Aku meneladani Kristus?
Aplikasi          : Tetaplah bertahan menghadapi tantangan yang menghadang.
Doa                 : Tuhan, berikan aku kekuatan untuk bisa meneladani Engkau dengan tidak menyerah menghadapi berbagai ujian yang menguji kesetiaanku saat ini. Amin

Senin, 28 Juni 2010

Mendengar dan Mematuhi


By : Richard T.G.R

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3 : 16

Bacaan : Ulangan 5 : 32 – 33

Brenda sore itu sangat jengkel dan menyesal kenapa tadi pagi tidak membawa jas hujannya. Tadi pagi, mama Brenda sebetulnya sudah menganjurkan untuk dia membawa jas hujan dalam bagasi motornya, karena cuaca sedang tak menentu dan nanti sore Brenda harus mengikuti acara KKR. Namun, Brenda merasa malas melipat dan memasukkan jas hujan yang tergantung di hanger depan karena cuaca pagi itu sangat cerah. Ngapain bawa-bawa jas hujan, toh matahari bersinar cerah pikir Brenda. Brenda hanya mendengar ucapan mamanya, namun tak mematuhinya sehingga sore itu ia terpaksa menanggung akibat ketidakpatuhannya. Hujan turun sangat deras dan lama, sedangkan teman-temannya kantor sudah pulang dan hanya membawa satu jas hujan. Mau tak mau ia hanya bisa menunggu hujan reda dan batal ikut KKR.

Apakah kamu mendengarkan dan melakukan suara Tuhan melalui orang-orang bijak yang Tuhan tempatkan di sekelilingmu? Apakah kamu hanya sekedar mendengar tetapi melakukan segala sesuatu menurut keinginanmu sendiri? Tuhan sesungguhnya ingin hidup kita bahagia, di berkati dan kudus, namun berapa sering kita mengabaikan perintah-Nya? Kita tahu berbohong itu dosa, namun sudah berapa kali kita sengaja berbohong untuk menutupi kesalahan kita. Kita tahu pacaran dengan orang yang beda agama itu tidak boleh, namun berapa banyak diantara kita nekat aja dengan alasan menobatkan orang. Kita tahu suka datang terlambat itu merugikan diri sendiri dan orang lain, namun berapa banyak di antara kita pintar membela diri untuk membenarkan keterlambatan kita.

FirTu hanya menjadi buku bacaan atau rutinitas pagi hari tanpa makna kalau kita hanya membaca atau mendengar namun tak mau mematuhi dan melakukan. Allah ingin kita mendengar dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Kalau selama ini kita hanya membaca dan mendengar, apa beda kita dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Dengarkan firTu dan patuhilah.

Zhong Yu Zhi Shou


By : Richard T.G.R

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Lukas 16 : 10

Bacaan : Lukas 16 : 10 – 12

Pada jaman Dinasti Zhou, tepatnya periode Musim Semi dan Musim gugur (770 – 476 SM), ada seorang anak muda bernama Zao Fu yang ingin menjadi kusir kuda kavaleri pada seorang guru bernama Tai Dou. Tai Do menerimanya menjadi murid dan hanya menyuruhnya melakukan pekerjaan rumah tangga. Selama 3 tahun, Zao Fu mengangkut kayu bakar dari hutan, menimba air sumur, memasak, membersihkan rumah dan aneka pekerjaan lain yang sepertinya tidak ada hubungannya dengan ketrampilan naik kuda. Walaupun tidak mengerti mengapa gurunya tidak segera mengajarinya naik kereta kuda, Zao Fu melaksanakan tugasnya dengan tekun dan patuh. Setelah 3 tahun berlalu, Tai Do lalu mengajarinya belajar melompati aneka tonggak-tonggak kayu yang ratusan jumlahnya. Zou berulang kali mencoba melompati tonggak-tonggak kayu itu dan berulang kali dia jatuh namun mencoba kembali. Walaupun susah, Zou akhirnya lincah melompat-lompat di atas tonggak kayu. Setelah melalui aneka latihan yang semakin berat, akhirnya Zou Fu menjadi kavaleri terkenal. (*Sumber : The Chinese A.R.T of GOAL SETTING – Penetapan Sasaran, Elex media Komputindo).

Bertanggungjawablah pada suatu tugas, itulah judul renungan kita hari ini. Sekecil apapun pekerjaan kita hari ini, mari kita belajar setia dan bertanggung jawab karena dari kesetiaan kita kepada pekerjaan yang kecil inilah kita pasti akan menerima pekerjaan yang lebih besar. Dahulu sebelum saya menjadi seorang penulis di berbagai penerbit seperti sekarang, saya mengawali pekerjaan saya sales keliling produk kecantikan. Walaupun harus berjalan kaki dengan berpanas-panas dari toko ke toko menawarkan barang dan mengalami banyak penolakan, saya tetap setia berjualan walaupun upahnya minim. Pada akhirnya saya berhasil menjadi penulis renungan, itu semua karena anugrah Tuhan dan kesetiaan saya pada hal yang kelihatan sepele. Anda bisa menjadi orang sukses dalam bidang apapun yang Anda tekuni saat ini asalkan Anda setia dan mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab. Di mana ada keinginan, di situ pasti ada jalan.

Kamis, 10 Juni 2010

Aturan

By : Richard T.G.R

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Mazmur 119 : 105

Bacaan : Mazmur 119 : 1 – 8

Dimanapun kita berada, kita tentu harus mentaati aturan atau norma. Ketika bekerja, kantor kita tentu memiliki aturan yang kadang berbeda dengan kantor lain. Ketika di gereja, di sana juga ada aturan. Ketika di jalan, kita menemui dan mentaati aturan lalu lintas. Ketika di lingkungan masyarakat, kita juga harus taat aturan. Di manapun, kita harus taat aturan yang berlaku, kalau tidak biasanya kita akan mendapatkan sanksi hukum atau sanksi sosial.

Kalau kita nekat melanggar aturan lalu lintas, menerobos lampu merah misalnya, sudah pasti kita akan di tilang dan kena denda. Kalau kita buang sampah sembarangan di lingkungan, kita akan menerima sanksi sosial berupa banjir karena got mampet. Kalau kita suka menyetel musik keras-keras di malam hari, sudah pasti tetangga kanan kiri tidak suka karena secara tidak langsung kita menggangu tidur mereka. Kita bisa sangat taat hukum di dunia, namun apakah kita juga sangat taat kepada hukum Tuhan? Jujur harus kita akui, kita sering melanggar hukum Tuhan. Kenapa kita berani melanggar hukum Tuhan? Karena kita biasanya tidak menerima konsekuensinya langsung, kita menganggap kasih setia Tuhan bisa di salahgunakan. Hukum dunia akan langsung memberi sanksi, misalnya denda kalau kita telat bayar listrik atau menerobos lampu merah, namun apa konsekuensi tidak mengasihi dengan tulus? Efeknya tidak langsung terasa, Tuhan pun tidak menghukum langsung, namun hari penghakiman itu tetap ada kelak.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, sudahkah kita mentaati hukum Tuhan sama seperti kita mentaati hukum yang berlaku di dunia? Mari kita belajar mentaati segala aturan Tuhan, karena aturan Tuhan yang kita taati akan membuat kita berjalan di jalan yang rata dan tidak tersandung.

*Catatan : Artikel ini dimuat di RHK Aletea – Senin, 7 Juni 2010

Senin, 05 April 2010

Disciple

By : Richard T.G.R

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. Yohanes 15 : 8

Bacaan : Yohanes 15 : 1 – 8


Saat kita duduk di bangku sekolah, katakanlah kelas 5 SD, pernahkah kita tak pernah sekalipun salah menjawab soal saat ulangan karena tekun belajar? Saya percaya, sebagian besar kita tetap saja ada yang salah saat menjawab. Nah, kalau nilai ulangan kita jelek, katakanlah nilai matematika hanya 40, apakah berarti kita tak bisa naik kelas? Belum tentu, kalau kita mau belajar dari kesalahan dan terus memperbaiki diri tentu kita akan naik kelas. Dalam proses belajar mengajar, sudah hal yang lumrah kalau nilai kita kadang jelek, kita kadang di hukum karena melakukan pelanggaran, atau kita tak masuk sekolah akibat sakit karena kita adalah murid. Menjadi tidak wajar saat kita justru memilih menjadi murid badung yang tak pernah suka belajar dan lebih suka membolos, main ps, pacaran, atau baku hantam dengan siswa sekolah lain. Murid semacam ini pasti masa depannya suram kalau tidak mau memperbaiki diri.

Sama seperti waktu kita sekolah di lembaga pendidikan, kita menjadi Kristen pun sesungguhnya sekolah. Sekolah di sini bukan secara akademik, namun secara rohani yang meliputi karakter, iman dan kasih. Saat menjadi murid Yesus, kita secara tak langsung akan di ajar melalui ibadah setiap minggu, konseling dengan pendeta, pergumulan hidup dan membaca firman Tuhan. Setiap hari karakter kita akan terus di asah agar semakin serupa dengan Kristus. Sebagai Murid Yesus, kita tak bisa kebal dari dosa dan satu saat bisa jatuh dosa. Pertanyaannya sekarang, apakah kita belajar dari kesalahan kita saat jatuh dosa atau menganggap jatuh dosa itu wajar karena kita manusia biasa?

Murid Yesus yang sejati akan belajar setiap kali jatuh dan berusaha menjadi sosok yang lebih baik. Jangan kita menikmati jatuh dosa dengan alasan lemah rohani, manusia biasa, atau apapun, namun belajarlah untuk semakin bertumbuh dalam iman. Pohon anggur yang baik dan berbuah lebat, harus rela dipangkas dan dibersihkan onak duri yang menganggunya agar bertumbuh dan kelak berbuah banyak. Demikian juga Murid Yesus, kita harus rela selalu diperbaharui dan diperbaiki saat jatuh dosa dan lemah rohani. Jangan biarkan dosa membuat Anda jauh dari Tuhan, namun bangkit dan jadilah murid Yesus yang lebih rohani. Sudahkah Anda menjadi Murid Yesus yang berbuah banyak?