Website counter
Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Semangat yang Tak Teramputasi

Baca : II Korintus 12 : 1 - 10
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (II Korintus 12 : 10)

Suatu pagi, Ellie Challis terbangun dengan kesakitan. Panas badannya tinggi dan tangan serta kakinya terasa dingin. Waktu itu ia baru berusia 1 tahun. Ibunya membawanya ke rumah sakit. Namun karena tak ada kejanggalan apa pun dari hasil tes darahnya, orangtua Ellie disarankan untuk membawanya kembali ke rumah. Belakangan diketahui ia terkena meningitis. Empat hari kemudian, tangan dan kaki Ellie berubah menjadi hitam. Dokter mengabarkan bahwa tangan dan kaki Ellie harus diamputasi. Setelah operasi amputasi berhasil, kedua orang tuanya bertekad memberikan Ellie kaki buatan yang fleksibel. Pada Desember 2006, keinginan itu tercapai.

Pada April 2009, Ellie membuat sejarah sebagai orang termuda di dunia dengan kaki buatan. Semangat hidupnya tak ikut teramputasi bersama tangan dan kakinya. Ia bergabung dengan tim sepak bola sekolahnya. Tak hanya semangat hidup tinggi yang dimilikinya, ia juga mempunyai pemikiran besar yang melebihi segala keterbatasan yang dimiliki. Pada 2009 silam, ia dengan berani menantang atlet lari Afrika Selatan, Oscar Pistorius, yang terkenal sebagai "pelari tercepat tanpa kaki". Waktu itu umur Ellie baru 5 tahun, sedangkan Oscar berusia 23 tahun. Pada pertandingan lari untuk tujuan amal itu, Ellie tampak percaya diri. Ia terbukti mampu cepat beradaptasi dengan kaki fibernya.

Jagoan Kristus, kalau saat ini kamu mengalami musibah seperti Ellie sehingga mengalami cacat fisik, jangan menyerah dan merasa tak bisa apa-apa. Jangan rendah diri karena memiliki keterbatasan, namun berusahalah dengan keras untuk bisa melakukan segala sesuatu dengan mandiri. Paulus berkata dirinya kuat dalam kelemahannya saat memberitakan Injil, kamu pun pasti kuat dan mampu menjadi anak yang hebat karena Tuhan menyertaimu. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Selasa, 18 September 2012
Pertanyaan    : Apakah saya  selalu percaya diri?
Aplikasi          : Jangan rendah diri karena memiliki keterbatasan tertentu.
Doa                 : Tuhan, ajar kami untuk percaya diri. Amin.

Senin, 16 April 2012

Tiru Semangatnya

Baca : Filipi 3:17-4:1
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. (Filipi 3 : 17)

Seorang seniman pembuat kaca-kaca jendela antinoda didekati seorang anak asuhnya yang sudah beberapa waktu belajar padanya. Seniman muda itu bertanya apakah ia mendapat keistimewaan untuk meminjam perkakas sang guru. ″Mengapa kamu menginginkan perkakasku, nak?″ katanya. ″Ya, saya ingin menggunakannya untuk melihat kalau-kalau perkakas-perkakas itu akan membuat suatu perbedaan dalam pekerjaan yang saya lakukan.″

Seminggu kemudian sang guru mengunjungi seniman muda itu di studionya dan menanyakan kepadanya, ″Nak, bagaimana hasil pekerjaanmu dengan perkakasku?″ ″Buruk, guru. Nyatanya, hasil pekerjaanku sekarang tidak lebih bagus daripada ketika saya menggunakan perkakas saya sendiri.″ Dan seniman muda ini nampak kecewa. Seorang seniman lainnya yang sudah beruban mendengar percakapan mereka dan berkata kepada seniman muda itu, ″Nak, bukan perkakas gurumu yang kamu butuhkan, melainkan semangatnya.″

Ada beberapa diantara kita berpikir kalau aku bisa sekaya dia, kalau aku punya talenta sehebat dia, kalau aku punya koneksi orang-orang terkenal, aku pasti bisa sukses. Sebagian orang hanya fokus pada peralatan yang dimiliki orang lain sehingga dirinya dari waktu ke waktu menunggu Tuhan memberikan peralatan itu, hasilnya sukses yang diinginkan tak kunjung datang. Tuhan sanggup memberikan modal seperti keinginan kita. Namun Tuhan ingin kita meniru semangat orang lain, bukan peralatan atau talenta yang mereka miliki. Orang-orang sukses seperti Ciputra, Bob Sadino, Rudi Hartono, Agnes Monica, tidak langsung sukses dalam semalam, namun mereka memulai dari bawah. Sekarang mereka berhasil karena semangat hidupnya tinggi, semangat itulah yang kita tiru. Paulus berhasil menginjil ke sana ke mari karena memiliki semangat juang memberitakan injil, tirulah semangat Paulus dalam menginjil, maka kita pasti berhasil dalam pelayanan. Kalau orang lain bisa, kita pasti bisa. Teladani semangat orang lain. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Next – Selasa, 17 April 2012
Pertanyaan    : Bagaimana cara pandangku akan kesuksesan orang lain?
Aplikasi          : Tirulah semangatnya, bukan hartanya.
Doa                 : Tuhan, ajar aku meniru semangat juang orang lain. Amin.

Rabu, 10 Agustus 2011

Ketika Anda Gagal


Baca : Keluaran 2 : 23 – 25
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." (Keluaran 3 : 10)

Apakah Anda pernah melihat film documenter berjudul An Inconvenient Truth karya Albert Arnold Gore,Jr? Film ini membuka mata dunia tentang bahaya yang mengancam bumi akibat ketidakedulian manusia terhadap alam. Al Gore sendiri sempat menjabat sebagai Wapres AS selama dua periode dan menjadi tokoh pertama yang menggelar rapat kongres mengenai perubahan iklim, isu limbah beracun, dan global warming. Al Gore memang belum pernah menang pada pilpres, tetapi ia menjadi pahlawan lingkungan yang mendapat Nobel Peace Prize.

Dalam hidup ini, tidak selamanya Anda menang dalam setiap hal yang Anda perjuangkan. Sebaliknya, ketika Anda kalah dalam sebuah perjuangan, tidak berarti Anda kalah dalam perjuangan yang lainnya. Al Gore memang gagal menjadi presiden, tetapi ia berhasil menang bahkan dianggap sebagai pahlawan dalam kepedulian terhadap lingkungan. Aksinya memicu banyak orang untuk mulai peduli terhadap alam. Dalam Alkitab, Musa yang dikenal sebagai pemimpin besar juga pernah gagal. Ia gagal menjadi pahlawan setelah tindakannya membunuh orang Mesir ketahuan. Awalnya Musa merasa bahwa cara itulah yang paling tepat. Setelah itu, selama 40 tahun Musa hidup di padang gurun sebelum Allah memanggilnya lewat peristiwa semak belukar yang menyala. Kali ini, misi agar Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan berhasil.

Sahabat Riang, jangan pernah merasa dunia berakhir ketika Anda gagal dalam sesuatu hal. Anda hanya perlu mencobanya lagi dengan cara yang berbeda atau mencoba sesuatu yang lain. Mungkin Anda memang tidak cocok jadi pedagang, tetapi Anda bisa saja hebat menjadi penulis. Anda bisa saja payah menjadi sales, tetapi  bisa saja Anda sangat hebat ketika menyanyi. Gagal bukan berarti semuanya berakhir. Mari bangkit! • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Siang – Rabu, 24 Agustus 2011
Pertanyaan     : Apakah aku tidak mau mencoba lagi?
Aplikasi          : Mari bangkit.
Doa                 : Tuhan, berikan aku kekuatan agar kuat kembali. Amin.

Tetap Tabah


Baca : Ayub 1 : 1 – 22
"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1 : 21)

Awal bulan November 2010, saya dan beberapa rekan pergi ke Yogyakarta untuk mengirim bantuan dan menjadi sukarelawan untuk korban Merapi. Di sana kami memberikan bantuan play terapi untuk anak-anak agar mereka bisa terhibur dan kembali ceria. Saat saya memberikan play terapi, ada salah satu orangtua dari anak pengungsi curhat kepada saya. Dia berkata rumahnya sudah hancur diterjang awan panas, semua ternaknya mati dan kelak masa depannya pun tak menentu. Dia bingung memikirkan masa depan anak istrinya, di tambah dia harus memulai dari nol. Tetapi di sini saya melihat ketegaran seorang ayah. Dia berkata walaupun harta bendanya lenyap, paling tidak dia dan seluruh keluarganya selamat. Merapi memang menghancurkan apa yang dia bangun, namun Merapi pula yang memberikan penghidupan selama dia hidup melalui kesuburan tanah.

Wanita, Jujur secara hitung-hitungan materi, kita jelas lebih kaya dari bapak ini, namun seringkali tanpa sadar kita memandang satu bencana dari sudut pandang yang negatif. Kita mengeluh dan menyalahkan pihak lain ketika sesuatu yang tidak nyaman menimpa diri kita. Kita lupa bahwa Tuhan memberikan jauh lebih banyak berkat daripada kesusahan, yang sesungguhnya Dia ijinkan terjadi untuk menempa mental kita. Kisah Ayub yang membuktikan bahwa apapun yang Tuhan rencanakan selalu baik, termasuk apa yang dianggap manusia malapetaka. Tuhan sengaja memberi ijin kepada iblis untuk menguji Ayub, agar iman Ayub bersinar.

Wanita, apakah hari ini Anda merasa berbeban berat dan seakan masalah tiada habis-habisnya menerpa hidupmu? Apakah Anda merasa tidak mempunyai harapan di masa depan karena apa yang Anda miliki saat ini Tuhan ambil? Jadilah seorang Kristen yang tabah. Orang yang berpikiran sempit begitu mudah berkata aku cinta Kristus saat hidupnya aman-aman saja dan berkata Kristus tidak adil saat bencana datang. Orang yang beriman tetap mengucap syukur dan bersukacita dalam keadaan apapun. Cara kita merespon segala keadaan yang terjadi, menunjukkan seberapa dalam kita beriman kepada Tuhan. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Minggu, 14 Agustus 2011
Pertanyaan     : Apakah aku merasa sudah tidak ada jalan?
Aplikasi          : Jangan menyerah, tetap beriman.
Doa                 : Tuhan, bantu aku untuk tetap bertahan menyelesaikan setiap masalah yang aku hadapi saat ini. Amin.

Nikmati Tantangan


Baca : Matius 10 : 34 – 42
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Matius 10 : 38)

Sebagian besar pekerjaan merupakan pengulangan. Kalau Anda seorang bagian administrasi, setiap hari Anda akan membuat surat-surat administrasi dan mengetik menggunakan komputer. Kalau Anda seorang sales, setiap hari Anda harus mengunjungi para pelanggan untuk menawarkan barang yang Anda jual. Kalau Anda seorang pengantar barang, setiap hari Anda harus mengantarkan barang kepada pelanggan yang memesan barang melalui bagian marketing. Kalau Anda seorang teller bank, setiap hari Anda sibuk menerima dan menghitung uang, dll. Sesuatu yang terjadi berulang-ulang kadangkala membuat kita jenuh dan merasa tidak nyaman lagi bekerja walaupun kita mencintai pekerjaan itu dan segala kebutuhan materi kita terpenuhi. Oleh karenanya seringkali kita butuh tantangan supaya kita selalu bisa menikmati pekerjaan.

Ironisnya, sebagian orang memandang tantangan sebagai sesuatu yang minus karena dianggap menganggu kenyamanannya. Saat bos tiba-tiba menyuruh kita menjual barang di area yang bagi kita sulit, kita mengeluh. Saat pimpinan memindahkan kita ke divisi yang sama sekali belum pernah kita pegang, kita protes. Kalau selama ini kita memiliki pandangan bahwa tantangan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, mari belajar menikmati tantangan karena tantangan itu sangat baik untuk diri kita. Hari ini banyak sekali kita temui artis atau anak-anak orang kaya menjadi pecandu narkoba atau terlibat seks bebas, padahal uang mereka berlimpah-limpah, nama mereka terkenal dan mereka pun memiliki istri atau suami yang gagah atau cantik. Mengapa mereka cari penyakit dan menenggelamkan diri dalam sesuatu yang merusak? Alasan sederhananya adalah karena mereka merasa sudah tidak mempunyai tantangan. Harta yang banyak, pasangan yang cantik atau gagah, harta berlimpah-limpah membuat semua kebutuhan terpenuhi walau mereka tidak bekerja sehingga akhirnya mereka bosan. Bersyukurlah pada Tuhan kalau hari ini kita memiliki banyak pergumulan yang membuat kita selalu bersandar pada Tuhan.

Apapun tantangan yang sedang kita hadapi saat ini, mari kita menikmati tantangan itu dengan sukacita. Dalam ministry kita, nikmati dan jalani tantangan sebagai murid Yesus dengan selalu hidup seturut firman-Nya. Dalam dunia kerja, nikmatilah tantangan sebagai sarana kita sesekali keluar dari rutinitas dan menjadikan tantangan sebagai sarana untuk kita mencapai taraf hidup yang lebih baik. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat Di Renungan Spirit Motivator – Jumat, 05 Agustus 2011
Pertanyaan     : Apakah aku menikmati tantangan.
Aplikasi          : Jangan menghindari tantangan, namun nikmatilah tantangan.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk setiap tantangan yang Engkau berikan. Amin.

Minggu, 05 Juni 2011

Bergairah Menjalani Hidup


Baca : Kisah Para Rasul 9 : 1 – 19a
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Kisah Para Rasul 9 : 1

Apa yang membuat seseorang penuh gairah? Para psikolog menyatakan bahwa timbulnya gairah ditentukan oleh banyak faktor. Misalnya gairah kerja, mungkin saja kita kurang menyukai pekerjaan kita, namun karena lingkungan kerja yang penuh kehangatan dan pimpinan yang mengayomi, maka gairah kerja kita tetap membara. Gairah dalam arti sederhana adalah keinginan, hasrat, atau semangat yang kuat. Gairah bisa berhubungan dengan apa saja, tidak melulu masalah seks seperti yang selama ini kita dengar. Dengan gairah kita akan selalu antusias menjalani hari ini. So, di mana sumber gairah? Sumber gairah ada dalam diri kita sendiri, bukan dari luar. Jadi berusahalah untuk mengenali apa yang sangat mempengaruhi gairahmu. Caranya ya kamu musti mencari tahu. Ada orang yang gairahnya langsung bangkit bila mencium wewangian tertentu, mendengar suara musik tertentu, atau melakukan hobby tertentu.

Girls, sebagai murid Yesus kita wajib mempunyai gairah untuk melayani Tuhan maupun untuk bekerja setiap hari. Bicara masalah gairah, kita bisa belajar dari Saulus yang kemudian ganti nama jadi Paulus. Kisah perjuangan Saulus menjadi pengikut Kristus dimulai dengan kata berkobar-kobar hati Saulus, yang menunjukkan Saulus adalah orang yang penuh gairah walaupun waktu itu ia salurkan gairah itu untuk tindakan yang salah. Saulus pengen banget bisa mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan yang waktu itu dia anggap para penyesat dan nggak bener. Karena bergairah, ia dengan gagah menghadap Imam Besar dan minta surat kuasa, surat itu pun diberikan dan berangkatlah ia ke Damsyik. Singkat cerita Saulus akhirnya bertobat setelah bertemu Tuhan dan buta selama tiga hari. Saat kita baca kisah Paulus selanjutnya, ia menjadi murid Yesus yang sangat bergairah untuk menginjil ke sana ke mari. Paulus pantang mundur walaupun harus mengalami kelaparan, kedinginan, masuk penjara, disesah, karam kapal, dan dilempari batu.

Girls, sebuah kalimat bijak berkata setiap hal yang dilakukan dengan antusias berarti 50% kesuksesan sudah di tangan. Apapun cita-citamu dan pelayanan yang kamu lakukan saat ini, lakukan semua itu dengan penuh gairah sehingga akan ada banyak hal positif yang berhasil kamu lakukan dan banyak perkara yang memuliakan Tuhan terjadi melalui hidupmu. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Selasa, 21 Juni 2011
Pertanyaan    : Apakah aku antusias atau loyo dalam menjalani hidup?
Aplikasi          : Jalani setiap hari dengan penuh semangat.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk hari ini yang begitu indah. Amin.

Selasa, 19 April 2011

Habis Gelap Terbitlah Terang


Baca : Ayub 42 : 7 – 17
Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Ayub 42 : 10

Lies Mariani adalah wanita paruh baya yang dihadapkan pada kejadian amat menakutkan bagi wanita. Tahun 1987 dia divonis dokter menderita kanker getah bening stadium akhir, Lies harus memilih dioperasi dan seterusnya akan menjalani proses kemoterapi atau menyerah pada nasib dan menunggu ajal menjemput. Lies tidak memilih keduanya, namun ia memilih menggunakan pengobatan alternatif. Namun, hasilnya bukannya sembuh, justru keadaannya semakin parah. Ia tak mampu beraktivitas dan selalu memuntahkan apa saja makanan yang masuk ke perutnya. Alhasil tubuhnya mirip tengkorak dan Hb-nya turun ke angka 4 g/dl. Padahal, normalnya wanita dewasa berkisar pada angka 12 – 16 g/dl darah.

Keseharian Lies hanya bisa berbaring tanpa bisa berbuat apa-apa dan orang-orang yang dikasihinya sepertinya sangat jauh, padahal dengan setia mereka selalu mendampinginya. Teringat akan anaknya yang masih bayi, Lies lalu teringat resep jamu yang pernah dipelajarinya saat kecil. Lies lalu meminta bantuan saudara-saudaranya untuk membuat ramuan jamu tersebut. Hasilnya mulai terlihat, daya tahan tubuhnya meningkat sehingga darah dan nanah kotor keluar. Rasanya sangat sakit , panas dingin dan kepala seperti mau pecah. Akhirnya masa-masa kritis terlewati dan di tahun 1990 dia terbebas dari kanker getah bening. Kini Lies Mariani rajin belajar aneka jamu yang bisa menyembuhkan penyakit-penyakit kronis dan meramu serta memasarkan jamu buatannya untuk menolong sebanyak mungkin orang yang sakit.

Wanita, apakah hari ini Anda atau sanak keluarga mengalami nasib seperti Lies Mariani yang mengalami keadaan sangat tidak nyaman? Kalau ya, mari kita belajar menghilangkan kesedihan dan melihat penyakit kita dari sudut yang positif. Tuhan ijinkan penyakit datang tentu dengan tujuan baik walaupun bagi kita itu adalah sesuatu yang buruk. Tuhan ingin kita bertumbuh secara iman dan kelak kalau Tuhan ijinkan kita sembuh, Tuhan ingin kita menyatakan cinta kasih-Nya dan menguatkan saudara-saudara kita yang mengalami apa yang pernah kita alami. Jangan pernah menyerah terhadap penyakit atau tantangan yang ada, tetapi selalu carilah jalan keluar. Kisah Ayub dan Lies Mariani semoga membangkitkan semangat juang kita untuk tak pernah menyerah menghadapi tantangan yang ada dan tak jemu-jemu mencari jalan keluar sambil terus mengandalkan Tuhan. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Rabu, 20 April 2011
Pertanyaan     : Apakah aku mulai meragukan kuasa Tuhan?
Aplikasi          : Jangan pernah menyerah.
Doa                 : Tuhan, Aku mengerti bahwa beban yang harus aku pikul saat ini membawa kemuliaan untuk nama-Mu dan membuatku bertumbuh. Amin.

Kamis, 30 September 2010

Tepat Guna



Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar. Roma 12 : 7

Bacaan : Roma 12 : 1 – 8

Pernahkah Anda melihat tayangan MotorGP atau F1? Dalam pertandingan F1, mobil-mobil balap semacam Ferrary, Lamborgini, atau Mercedes, tentu di desain untuk bisa melaju sangat kencang bahkan di tikungan tajam sekalipun. Untuk bisa mengemudikan mobil balap atau motor balap seperti ini, tentu sang pengemudi bukanlah sembarang supir. Sang pengemudi haruslah orang seperti Rio Haryanto, Valentino Rossi atau Jorge Lorenzo . Kalau yang mengemudi hanya supir biasa, atau saya, tentu sang mobil balap tak akan berfungsi maksimal. Mobil itu hanya berjalan pelan atau mungkin menabrak ke sana ke mari karena tidak di kemudikan orang yang tepat.

Sama seperti mobil atau motor balap yang hanya bisa berlari kencang dan menang kalau di kemudikan seorang pembalap profesional, talenta yang kita punya pun mengalami hal yang sama. Masing-masing kita memiliki talenta yang berbeda-beda namun luar biasa, namun berapa banyak di antara kita justru mengingini talenta orang lain dan tidak memaksimalkan diri sendiri. Umpama kita sadar talenta kita ada di bidang tarik suara, namun kita justru ingin menjadi penulis, alhasil kita selalu gagal. Atau kita sebetulnya sangat jago memasak, namun kita mengingini talenta teman kita yaitu menyanyi padahal suara kita pas-pasan. Hasilnya kita tak pernah sukses menjadi penyanyi hebat. Ingin mengembangkan atau belajar suatu talenta yang lain boleh-boleh saja, namun jangan kita tidak memaksimalkan talenta yang sudah menjadi kekuatan kita. Jangan iri dan mengingini talenta orang lain.

Tuhan ingin kita maksimal dalam menjalani hidup baik dalam membina keluarga, karir dalam pekerjaan atau pelayanan gereja, semuanya harus bertumbuh dengan baik. Pertumbuhan yang baik harus di tunjang dengan cara kita memaksimalkan kendaraan untuk kita berhasil berbuah dan sukses yaitu talenta kita sendiri. Apapun talenta Anda saat ini, terus asah dan kembangkan semaksimal mungkin. Ibarat mobil balap, pacu mobil atau talenta itu sekencang mungkin sampai batas kecepatan tertinggi karena dengan berani memacunya semaksimal mungkin kita akan menjadi pemenang dalam apapun pekerjaan atau pelayanan yang kita tekuni saat ini. • Richard T.G.R

* Tulisan ini dimuat di Renungan Spirit Motivator – Senin, 6 September 2010

Kamis, 29 Juli 2010

Pembuat Terobosan

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Matius 5 : 17

Bacaan : Matius 5 : 17 – 48

Pada pertandingan Semifinal sepak bola antara Spanyol dan Jerman di Durban, Afrika Selatan, penonton di berbagai belahan dunia baik yang melihat melalui layar kaca, yang melihat secara langsung, maupun kedua kesebelasan yang bertanding, terbengong-bengong melihat ulah seorang pemuda yang menggenakan kaos superman masuk ke tengah lapangan. Kapten Jerman, Philip Lahm dan gelandang serang Spanyol, Pedro, melongo melihat "superman" itu bergerak mendekati mereka. Semua mata melihat tak percaya ada seorang pemuda berhasil masuk ke tengah lapangan hijau pertandingan Piala Dunia yang di jaga ketat ribuan polisi dan tentara. Si pemuda akhirnya berhasil di ringkus lima polisi dan di bawa keluar lapangan. Pertandingan sempat terhenti satu menit akibat insiden ini. Pemuda itu bernama Mario Ferri, usia 23 tahun berasal dari Pescara.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Indonesia, saat Indonesia melawan Oman dalam penyisihan Piala Asia. Hendri Mulyadi, pemuda asal Bekasi nekat menerobos masuk dan ingin menjadi pemain ke-12 tim merah putih untuk menjebol gawang Oman. Apa daya dia gagal, dan seorang anggota polisi menangkap dan kemudian meringkusnya. Apa pesan yang tersirat dari ulah kedua pemuda ini? Apakah mereka hanya sekedar mencari sensasi? Ketika ditanya, Hendri menjawab bahwa dia geregetan dengan tim Indonesia yang tak kunjung memasukkan gol, sedangkan Mario Ferri ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dia pecinta damai. Intinya, kedua orang ini ingin melakukan terobosan karena tidak puas dengan kondisi yang ada walaupun menggunakan cara yang unik. Saat ribuan penonton lain duduk di tribun, mereka dengan segala cara berhasil masuk ke tengah lapangan.

Hidup ini tak akan pernah maju kalau tidak ada terobosan, demikian juga hidup kita sebagai murid Yesus. Kalau selama ini kita puas berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja atau merasa sudah rohani dengan beberapa karakter baik yang sesuai Alkitab, jangan pernah salahkan Tuhan kalau kita hanya menjadi seorang Kristen yang biasa-biasa, not special! Tuhan ingin kita seperti pohon yang selalu bertumbuh dan berbuah. Bukan pohon yang sekedar hidup lalu mati setelah hidup beberapa puluh tahun lamanya. Untuk bisa bertumbuh, mau tidak mau kita harus melakukan terobosan. Contoh sederhananya sekarang kita bisa mengasihi orang yang mengasihi kita, besok kita harus bisa mengasihi orang yang membenci kita. Kita sekarang bisa berkata-kata sopan kepada orang yang berkata kasar kepada kita. ke depan kita harus bisa tetap positif thingking saat banyak orang dengan sinis mengata-ngatai kita. Dari waktu ke waktu kita harus semakin lebih baik bukannya selalu sama.

Bicara masalah perubahan, Yesus adalah sosok yang membawa perubahan dalam hukum Taurat. Matius 5 dengan jelas menulis Yesus melakukan perubahan menyolok yang membuat orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat merasa terancam kedudukannya. Kalau dahulu berzinah itu hanya secara fisik, Yesus membuat aturan baru yaitu melihat perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia dalam hatinya. Aturan yang Yesus buat jelas lebih berat daripada aturan yang ada sebelumnya. Namun aturan itu justru membuat kita semakin murni dalam melayani Tuhan dan mempraktekkan firman-Nya. Aturan yang makin ketat justru membuat kita semakin lebih kuat, sama seperti tentara yang akan lebih hebat kalau mendapat tehnik pelatihan yang lebih tinggi.

Kalau kita ingin sukses dalam bidang apapun atau ingin memiliki hidup yang jauh lebih baik, beranilah membuat terobosan. Membuat terobosan berarti kita memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik dan mengorbankan sesuatu yang lebih banyak lagi. Dahulu kita butuh waktu kerja 8 jam, sekarang kita harus rela kerja 12 jam untuk mendapatkan yang lebih baik. Terobosan membuat hidup kita semakin berkualitas dan otomatis karakter kita semakin teruji. Mari kita tiru teladan Tuhan Yesus yang melakukan terobosan demi terobosan, sehingga hidup kita selalu bertumbuh dan berbuah. Orang yang berani melakukan terobosan adalah orang yang membuat keadaan semakin lebih baik dan pasti hidupnya bertumbuh.

Sabtu, 29 Mei 2010

Gagal Itu Biasa


By : Richard T.G.R

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24 : 16

Bacaan : Hakim-hakim 16 : 23 – 31

Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin berhasil. Saat kita harus rela melepas bangku kuliah karena ingin menjadi wirausahawan, kita harus siap dan berani menerima kegagalan berwirausaha. Atau saat kita harus rela melepas kenyamanan karena ingin menginjil, kita pun harus siap dan berani menerima kegagalan karena di pandang remeh oleh orang lain. Sebenarnya, ketika ada banyak kegagalan yang kita alami, sebenarnya kita juga sedang beroleh banyak keberhasilan karena kita berani menghadapi setiap kegagalan, lalu berjuang menggapai keberhasilan.

Banyak sosok dalam Alkitab yang mengalami kegagalan dalam hidupnya, salah satunya adalah Simson. Jika kita membaca riwayat hidupnya, kita mungkin bertanya-tanya apa hal baik yang telah dilakukannya sehingga ia pantas disebut hakim atas Israel? Apalagi sepanjang hidupnya ia banyak melakukan yang jahat di mata Tuhan. Ia menikahi seorang wanita asing, bermain-main dengan kekuatannya, hingga menjalin cinta terlarang dengan Delila yang akhirnya membuat Tuhan meninggalkannya. Namun Alkitab mencatat Simson sebagai hakim karena itulah yang menjadi jalan hidupnya (Hak. 13:5). Simson satu-satunya hakim yang memiliki kekuatan luar biasa, jauh melebihi hakim lainnya. Akhirnya Simson menyadari kesalahannya, bertobat, dan Tuhan mengabulkan doanya untuk membinasakan ribuan orang Filistin yang mengolok-olok nama Tuhan (Hak. 16:23-24).

Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang pernah benar-benar gagal, namun kebanyakan hanya berhenti mencoba. Kalau saat ini Anda mengalami kegagalan dalam menjalani hidup, ingatlah bahwa Anda bukan orang gagal. Anda hanya orang yang belum berhasil mencapai apa yang diharapkan. Bangkitlah dan cobalah sekali lagi. Bukankah dengan adanya kegagalan seharusnya kita jadi lebih mawas diri dan lebih mengerti apa saja yang harus dilakukan untuk meraih keberhasilan? Ingatlah bahwa Tuhan akan senantiasa memampukan kita menjadi pemenang, pemilik dari keberhasilan, karena Ia tidak menciptakan kita untuk gagal. Bersama Tuhan, kita adalah umat pemenang.

* CATATAN : Renungan ini di muat di Renungan Pagi – 24 Juni 2010