Website counter
Tampilkan postingan dengan label Prioritas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prioritas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Bayar Tepat Waktu

Baca : Pengkhotbah 11 : 1 – 8
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik. (Pengkhotbah 11:6)

Membayar tagihan tepat waktu dan hidup lebih santai merupakan salah satu kunci hidup lebih lama. Penelitian dari National Institute on Aging di Amerika menyebutkan, pria dan wanita yang terorganisasi dan selalu tenang dapat hidup lebih lama dibanding yang sering cemas, mudah marah, atau selalu ketakutan. Tinggalkan kebiasaan menunda membayar tagihan.

Girls, ribuan tahun lalu sebelum penelitian menemukan manfaat melakukan segala sesuatu tepat waktu, FirTu udah menulis dan memberikan perintah kepada kita agar tidak suka menunda-nunda sesuatu. Kalau kita di pagi hari diberikan kesempatan menabur benih, alias bekerja, gunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Kalau hari ini kita bisa ngerjain tugas kantor yang diberikan si bos, jangan tunda tugas itu buat besok, walau tugas itu nggak harus selesai sekarang. Kalau kamu malas ngerjain sesuatu karena lagi bad mood atau lagi berantem sama pacar, tetap kerjakan dan jangan biarkan mood mengatur dirimu. Tuhan ingin hidup kita berhasil, namun Dia pun menuntut kita berusaha lebih dahulu. Kalau dikasih tugas ya segera dikerjakan, bukannya santai-santai saja. Sehingga saat deadline tiba kita panik, dan ngerjain buru-buru. Akibatnya kerjaan beres dengan kesalahan di sana-sini, atau setengah beres, sehingga kita dimarahi dan kena peringatan.

Melakukan segala sesuatu tepat waktu menguntungkan diri sendiri dan banyak orang. Sehingga kalau ada di antara kita saat ini masih suka menunda-nunda, yuk sama-sama memperbaiki diri. Belum terlambat untuk bisa hidup awet muda dan memuliakan Tuhan melalui apa yang kita kerjakan. Tuhan tak akan pernah menunda-nunda berkat-Nya saat kita selalu mengerjakan apa yang harus kita lakukan dengan disiplin dan tepat waktu. • RR

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Minggu, 26 Agustus
Pertanyaan    : Apakah aku mengerjakan segala sesuatu tepat waktu?
Aplikasi          : Kerjakan segala sesuatu dengan disiplin dan tepat waktu.
Doa                 : Ajar aku menghargai waktu pemberian-Mu, Tuhan. Amin.

Sabtu, 30 Juni 2012

Mengidolakan Yesus


Baca : Hakim-hakim 16 : 4 – 22
Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu. (Keluaran 34 : 14)

Justin Bieber adalah superstar yang lahir dari fenomena Youtube. Pada hari jumat, 22 April 2011, Justin mengguncang Sentul Internasional Convention Centre yang dipadati 10.000 penonton dalam konser yang merupakan rangkaian tur My World-nya. Tiket konsernya seharga Rp 500.000 – Rp 1.650.000 ludes terjual. Para penggemar Justin mau membayar mahal dan rela berjuang untuk mendapatkan tiket itu. Saat menonton konser, kamera ponsel dan kamera saku para penonton ini tak henti-hentinya menyorot Justin dan dengan patuh mereka menuruti apapun yang Justin suruh saat konser berlangsung.

Apakah salah kita mempunyai idola? Punya idola boleh-boleh aja, namun kalau cara kita mengidolakan seseorang mulai kebablasan sehingga membuat Tuhan tersisih dan menjadi yang kesekian, bersiap-siaplah kita menuai kekecewaan. Sehebat-hebatnya atau sepopuler-populernya manusia, manusia tetaplah mahluk yang tidak sempurna dan memiliki berbagai kelemahan. Tuhan sangat membenci orang yang mulai menomorduakan atau menomortigakan diri-Nya alias mulai menyembah berhala. Berhala di sini tidak hanya berupa patung, pohon-pohon tinggi, atau kuburan. Namun memuja manusia habis-habisan, cinta uang, atau cinta hobi secara ekstrim pun sesungguhnya sama seperti kita menyembah berhala. Kisah Simson hancur kariernya sebagai nazir Allah karena memuja Delila sampai hampir mati rasanya, adalah salah satu contoh Tuhan kita pencemburu dan Dia tak mau dikesampingkan. Simson harus kehilangan harga dirinya, kekuatannya, dan kedua matanya karena jatuh cinta kepada Delila yang sesat.

Sobat Muda, apakah saat ini kamu mulai mengidolakan seseorang atau sesuatu melebihi Tuhan? Kalau kita bisa mengidolakan seseorang yang tidak sempurna, kita pun mustinya bisa mengidolakan Yesus yang sangat sempurna. Jadikan Yesus sebagai idola dengan meniru segala tingkah laku dan karakter-Nya seperti rendah hati, peduli, mau bergaul dengan siapapun, suka menolong, bisa memimpin, pantang menyerah, jujur, dan dapat dipercaya. Selalu jadikan Tuhan yang terutama dan idola dalam segala hal. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Anak Muda – Minggu, 10 Juni 2012
Pertanyaan     : Siapakah idolaku?
Aplikasi          : Apakah idolaku jauh lebih penting daripada Yesus?
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk selalu menomorsatukan Engkau. Amin.

Berhala Segala Jaman


Baca : Ibrani 13 : 1 – 9
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13 : 5)

Bagi kita semua, uang bukan hanya selembar kertas atau sebuah logam belaka, namun uang adalah sarana untuk kita melakukan berbagai transaksi. Oleh karena itu, ada sebagian orang menjadikannya berhala. Dari jaman dahulu sampai sekarang, banyak orang jatuh dosa karena uang. Yudas menjual Yesus salah satu motivasinya adalah karena uang. Ananias dan Safira dihukum Tuhan karena motivasinya salah saat menjual tanah, dan ini berkaitan dengan uang. Sebagian besar orang menganggap uang bisa membereskan segalanya. Lalu bagaimana caranya kita tahu apakah kita hamba uang atau tuan uang? Ada tiga cara.

Pertama, prioritas kita. kalau uang menjadi yang paling penting, paling berharga, dan paling kita cari dalam hidup, itu artinya uang sudah menjadi berhala kita. Kedua, perasaan kita. Kalau kita marah atau terusik jika ada seseorang yang mempertanyakan keuangan kita atau menghentikan salah satu kran penghasil uang kita, itu tandanya uang menjadi berhala kita. Ketiga, pengorbanan. Berhala selalu menuntut korban. Kalau kita setiap hari bekerja cari uang namun keluarga kita di rumah berantakan, istri sering uring-uringan karena kita kurang memberikan kasih sayang, anak terlibat dalam satu pergaulan tidak benar, atau sanak keluarga kita satu per satu menjauh, itu tandanya uang sudah menjadi berhala.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, kita semua butuh uang. Saya juga butuh uang sehingga bisa membuat tulisan ini, namun uang bukan segalanya. Apakah keharmonisan keluarga bisa dibeli dengan uang? Apakah cinta sejati bisa dibeli dengan uang? Apakah keselamatan masuk sorga bisa dibeli dengan uang? Jadilah tuan atas uang dengan cara kita selalu menaruh hati kita pada Tuhan dan mengarahkan fokus kita pada perintah-Nya.  Jangan pernah biarkan rasa cinta akan uang mematikan rasa cinta kita pada Tuhan dan keluarga. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Kamis, 7 Juni 2012
Pertanyaan     : Bagaimana selama ini sikapku akan uang?
Aplikasi          : Jadilah tuan atas uang.
Doa                 : Tuhan, ajar aku melihat uang sebagai sarana, bukan tujuan hidup. Amin.

Rabu, 29 Februari 2012

Prioritas Utama

Baca : Markus 1 : 29 – 39
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1 : 35)

Kejadian lucu ini saya alami beberapa waktu lalu. Hari itu, saya ingin makan malam dengan tongseng kambing. Siang harinya, saya memberikan les privat untuk dua murid. Di tempat murid pertama, ortu murid memberikan semangkok es campur yang enak sekali rasanya. Selesai mengajar, saya segera berangkat ke tempat murid yang kedua. Disana ortu murid menyuguhkan sepiring martabak yang rasanya juga enak. Pulang dari mengajar, saya mampir ke rumah teman, disana kembali saya disuguhi camilan gorengan. Saat pulang, saya lalu membeli tongseng untuk makan malam. Ketika mulai makan tongseng, saya sadar bahwa tongseng itu rasanya kurang mantap, padahal biasanya terasa sangat enak dilidah dan saya bisa tambah nasi berkali-kali. Masalahnya bukan karena tongsengnya, namun karena selera makan saya sudah banyak berkurang.

WANITA, prioritas kita menentukan seberapa serius kita mengerjakan sesuatu. Kita semua sesungguhnya tahu bahwa Tuhan adalah yang terutama dalam hidup kita, namun kenapa ya ada sebagian kita dalam prakteknya justru membuat Tuhan menjadi nomor yang kesekian dan hubungan kita dengan Tuhan sepertinya biasa-biasa saja? Sederhana, karena dalam tindakan nyata kita tidak menomorsatukan Tuhan. Contoh mudahnya dalam masalah saat teduh. Bagi kita yang biasa bangun tidur langsung saat teduh, cobalah lakukan kegiatan lain sebelum saat teduh. Mandi, dandan, lalu makan, baru kemudian saat teduh. Pasti rasanya akan sangat berbeda, apalagi kalau sudah harus cepet-cepet ke kantor, di kantor ketemu banyak masalah, saat pulang motor mogok. Wah, rasanya sudah males sekali  saat teduh, apalagi dapat inti sari Firman Tuhan. Sekarang kita lihat Yesus. Walaupun kemarin Yesus lelah menyembuhkan orang sampai malam, pagi-pagi benar Ia sudah bangun dan berdoa. Yesus selalu menomorsatukan Bapa-Nya.

WANITA, hubungan kita dengan Tuhan akan dalam dan kita bisa menomorsatukan-Nya dalam segala hal saat mau menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam tindakan nyata. Nomorsatukan Tuhan dalam segala aktifitas kita, maka pasti akan kita dapati hidup kita bertumbuh dalam berbagai area. (Richard T.G.R)

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Minggu, 26 February 2012
Pertanyaan     : Apakah aku menomorsatukan Tuhan?
Aplikasi          : Selalu nomorsatukan Tuhan.
Doa                : Tuhan, ajar aku selalu menomorsatukan Engkau. Amin.

Rabu, 10 Agustus 2011

Prioritas


Baca : Filipi 3 : 1b – 16
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. (Filipi 3 : 12)

Michael Phelps adalah seorang atlet renang yang memiliki prestasi luar biasa dan mendapat julukan human dolphin (manusia lumba-lumba). Ia berhasil mengumpulkan 14 medali emas dari dua olimpiade, Athena dan Beijing, serta memecahkan berbagai rekor. Ketika AFP mewawancarainya dalam satu kesempatan, Michael mengatakan rahasianya bisa menjadi seorang juara. Sejak kecil Michael selalu latihan renang setiap hari, tanpa satu hari pun beristirahat. Semuanya itu dia lakukan selama lima tahun. Sekarang saat ia sudah berhasil menjadi seorang atlit, Michael tetap menjadikan renang sebagai prioritas utama. Dia sengaja sementara waktu tidak berpacaran atau menikmati liburan, seperti yang umumnya anak muda lain lakukan karena prioritasnya adalah menjadi juara renang.

Guys, semua orang pasti memiliki prioritas dalam hidupnya dan prioritas masing-masing orang tidak selalu sama. Ada orang yang prioritas hidupnya adalah menjadi pelukis, sehingga tiap hari ia tekun berlatih melukis. Ada orang yang prioritas hidupnya menjadi juara matematika, sehingga tiap hari ia belajar matematika. Ada orang yang prioritasnya ingin menjadi penyanyi, sehingga setiap hari ia latihan vokal atau mengikuti kursus vokal. Lalu bagaimana kalau seseorang dalam hidupnya gak punya prioritas? Orang itu tak akan pernah menjadi seseorang yang berhasil, karena hidupnya mengalir aja. Nggak ada yang ingin dia perjuangkan sehingga dari waktu ke waktu hidupnya sama aja, nggak ada perubahan. Sekarang kembali ke diri kita, sebagai murid Yesus pasti kita punya prioritas dalam menjalani hidup, namun sudahkah prioritas itu sesuai dengan maunya Tuhan? Bicara masalah prioritas, rasul Paulus mengajarkan agar prioritas hidup kita memuliakan Tuhan dan memberikan pengaruh yang baik untuk masyarakat. Paulus pun memberi contoh melalui dirinya sendiri. Dahulu ia penganiaya jemaat, sekarang ia rasul Kristus yang hidup seturut ajaran Kristus.

Guys, prioritasmu saat ini sangat menentukan menjadi seperti apa dirimu kelak. Kejar dan raihlah suatu prioritas yang membuat hidupmu berkualitas sehingga memuliakan Tuhan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jangan sia-siakan hidupmu saat ini hanya untuk pacaran, hura-hura, keluyuran kesana kemari yang nggak jelas faedahnya, atau ikut geng yang kegiatannya ngak produktif. Isi hidupmu dengan menjadi siswa berprestasi atau menekuni hobi yang berkualitas seperti tarik suara, olahraga, seni atau mendalami iptek. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Next – Selasa, 16 Agustus 2011
Pertanyaan     : Apa prioritasku?
Aplikasi          : Isi hidup dengan melakukan tindakan berkualitas.
Doa                 : Tuhan, ajar aku tidak main-main dengan hidupku. Amin.