Website counter
Tampilkan postingan dengan label Persiapan Dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiapan Dini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Persiapan Dini

Baca : Matius 25 : 1 – 13
Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. (Matius 25 : 1)

Ketika tsunami melanda Kota Miyagi di Jepang dan menjangkau kota sejauh 24 km, stasiun televisi Jepang Nippon Hoso Kyokai (NHK) berhasil mendokumentasikan  terjangan tsunami dengan tinggi hampir 10 meter dan kecepatan 800 km per jam. Dokumentasi ini tentu tidak kebetulan karena NHK memang sangat siap menghadapi bencana. NHK memiliki 14 helikopter yang siap terbang saat gempa menguncang. NHK bahkan memiliki 73 alat yang dipasang di seluruh wilayah jepang. Begitu gempa besar terjadi, semua siaran langsung dihentikan untuk menayangkan peringatan dari Japan Meteorogical Agency (JMA) yang kalau di Indonesia BMG. Para wartawan dan helikopter langsung dikerahkan untuk meliput.

WANITA, persiapan dini adalah sesuatu yang harus kita miliki dalam kondisi apapun, baik secara jasmani maupun rohani. Memang sekilas persiapan dini terkesan kurang penting, namun sesungguhnya sangat penting karena baik untuk diri kita sendiri. Alkitab pun mengajari kita untuk selalu berjaga-jaga dan memiliki persiapan dini. Melalui perumpamaan 10 gadis yang akan menyongsong mempelai laki-laki, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar selalu memiliki persiapan dalam menunggu kedatangan-Nya. Menunggu di sini bukan berarti kita pasif dan tidak melakukan apapun. Selama menunggu, Tuhan ingin kita menjalani kehidupan dengan terus menerus melakukan firman-Nya sehingga iman kita bertumbuh dan karakter kita semakin lama semakin serupa dengan Kristus. Kalau kita menunggu kedatangan Tuhan dengan tidak melakukan perintah Tuhan dan menjalani hidup seenaknya, kita berarti seperti orang bodoh yang sudah tahu Tuhan pasti datang, namun tidak mau bersiap.

WANITA, miliki persiapan dini dalam apapun yang kita kerjakan. Persiapkan kesehatan kita dengan rutin berolahraga, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Persiapkan pendidikan anak dengan menabung atau mengikuti asuransi. Persiapkan rohani kita dengan selalu memperbaiki diri dan hidup seturut firman-Nya. Persiapkan hari tua kita dengan menabung sejak muda. Orang yang memiliki persiapan selalu siap menghadapi kejadian apapun yang terduga. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Rabu, 28 Desember 2011
Pertanyaan     : Apakah aku memiliki persiapan dini dalam segala hal?
Aplikasi          : Miliki persiapan dini dalam hal apapun yang kita kerjakan.
Doa                : Tuhan, ajar aku untuk selalu memiliki persiapan dini dalam segala hal. Amin.

Rabu, 01 Desember 2010

Persiapan Dini


Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. Matius 24 : 36

Bacaan : Lukas 17 : 20 – 37

Tiket kereta api arus mudik mulai H-7 Lebaran yang jatuh tanggal 4 September 2010 dengan tujuan berbagai daerah di Pulau Jawa sudah dapat di beli langsung secara online pada tanggal 5 Agustus 2010. Pembelian online ini dapat dilakukan di stasiun-stasiun kereta api utama terdekat, ATM, dan kantor pos. Kenapa PT. KA menjual tiket jauh-jauh hari, toh tiket itu akan tetap terborong habis? Hal ini dilakukan agar para calon penumpang bisa lebih awal membeli tiket dan tidak repot mengantri atau membeli pada calo saat masa mudik tiba. Selain itu, hal ini akan membuat waktu calon penumpang lebih efisien karena tak perlu mengantri di loket stasiun dan tidak kehabisan tiket. (Sumber : Harian Kompas, Kamis, 5 Agustus 2010).

Girls, untuk membeli tiket kereta api saja kita harus membelinya jauh-jauh hari agar tidak kehabisan. Lalu bagaimana cara membeli tiket pergi ke surga? Tiket pergi ke surga tak perlu kita beli karena Tuhan Yesus sudah memberikannya gratis bagi kita yang percaya kepada Dia dan mengisi kehidupan kita dengan melakukan apapun yang menjadi perintah-Nya. Pertanyaan sekarang, sudahkah kita mengisi hidup kita dengan melakukan apa yang Tuhan perintahkan, atau kita hanya sekedar percaya saja namun tidak melakukan apa-apa untuk Tuhan? Orang yang menjadi Kristen hanya dengan modal percaya, ibarat calon penumpang kereta yang mau mudik namun tak mau beli tiket jauh-jauh hari. Dia menganggap masih lama kok lebarannya, santai aja. Padahal orang-orang berlomba membelinya agar tidak kehabisan. Banyak orang Kristen hari ini menganggap kiamat, atau hari kematian masih jauh karena fisiknya masih sehat dan kuat, keuangan oke, pekerjaan oke dan yang paling penting umur masih muda. "Ngapain rajin ke gereja, rajin doa, hidup jujur dan kudus, toh umur masih muda. Sok rohani banget sih," kata sebagian orang ketika ditanya masalah kerohanian.

Hari raya Lebaran atau Natal kita tahu hari, bulan dan tahunnya, namun hari kematian-mu atau kiamat tak seorang pun tahu termasuk Tuhan Yesus sendiri. Mari isi hidupmu dengan apa yang Tuhan ajarkan sehingga kamu tak menyesal saat kematian atau kiamat datang secara tiba-tiba. Penyesalan selalu datang terlambat, jangan pernah mau mengalaminya, apalagi penyesalan karena tak bisa masuk surga.• Richard T.G.R

* Artikel ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Kamis, 09 Desember 2010

Jumat, 29 Oktober 2010

Pergaulan

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. I Korintus 15 : 33

Bacaan : Amsal 13 : 20

Kutu loncat adalah binatang yang memiliki lompatan paling tinggi dibandingkan dengan serangga yang lain. Binatang ini bisa meloncat 300 kali dari tinggi badannya. Walaupun demikian, sebuah percobaan yang dilakukan terhadap kutu loncat membuat kesimpulan yang sungguh unik. Seekor kutu loncat dimasukkan ke dalam sebuah korek api dan dibiarkan berada dalam kotak itu untuk beberapa waktu lamanya. Jadi setiap kali kutu loncat ini meloncat, maka ia selalu membentur kotak korek api ini. Setelah kutu loncat dikeluarkan dari kotak korek api ini, berapa tinggi loncatannya sekarang? Tidak lebih tinggi dari tinggi kotak korek api yang selama ini mengurungnya.

Hikmat yang bisa kita ambil dari kisah kutu loncat ini adalah pergaulan dan lingkungan yang kita tempati sangat menentukan seberapa tinggi kita berhasil. Kalau Anda bergaul dengan orang-orang yang malas, pendiam dan pesimis, Anda pun biasanya memiliki sikap dan cara pandang yang hampir sama dengan mereka. Kalau Anda bergaul dengan orang yang biasa omong jorok, kasar atau tidak tahu sopan santun, Anda pun biasanya akan mengikuti cara bicara mereka. Kalau Anda bergaul dengan orang yang suka shoping-shoping, boros, suka berhutang, Anda pun akan memiliki sifat seperti mereka. Kalau Anda bergaul dengan orang-orang yang rajin bekerja, selalu optimis menghadapi tantangan, memiliki impian yang besar, Anda pun akan memiliki energi positif yang sama dengan mereka. Seorang bijak pernah berkata : lebih baik menjadi orang paling bodoh dalam komunitas orang-orang jenius, daripada menjadi orang paling pintar dalam komunitas orang-orang bodoh. Kita yang bodoh lama kelamaan akan jadi jenius kalau bergaul dengan orang jenius. Sebaliknya orang paling pintar pun akan jadi bodoh kalau selalu bergaul dengan orang bodoh.

Pergaulan seperti apa yang Anda miliki saat ini? Firman Tuhan dengan sangat jelas berbicara kepada kita untuk benar-benar selektif dalam bergaul karena itu sangat menentukan apakah kita berhasil baik secara sekuler maupun rohani. Kalau hari ini Anda tinggal dalam lingkungan yang buruk, segeralah pergi dan cari pergaulan yang positif dan membangun. Di era yang canggih dan modern ini tidak susah kok menemukan pergaulan yang sehat. Anda bisa bergabung dalam group penulis rohani, group olahraga, group ministry kampus, group pecinta alam, dll. Gunakan masa hidup kita di dunia untuk melakukan tindakan yang positif dan berkualitas. Semua itu bisa terjadi kalau ditunjang dengan pergaulan yang benar. • Richard T.G.R

Senin, 29 Maret 2010

BOM

By : Richard T.G.R

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. Matius 25 : 13

Bacaan : Matius 25 : 1 – 13, I Tesalonika 5 : 1 – 11


Saya kerap tertawa geli saat melihat tayangan berita mengenai tim gegana yang sibuk menyisir suatu tempat karena menerima laporan adanya bom. Setelah cape mencari, ternyata bom itu tak pernah ada karena laporan tentang adanya bom itu palsu. Walaupun begitu, polisi tetap saja mengambil tindakan serius setiap menerima laporan adanya bom di tempat ini atau itu, walaupun itu hanya laporan palsu. Bom yang meledak beneran, justru tak pernah ada laporan dan sang perencana betul-betul teliti merancang terjadinya pengeboman agar polisi sulit melacak jejak mereka dan ledakan bom memakan sebanyak mungkin korban. Apakah polisi begitu bodoh karena selalu menanggapi semua laporan adanya bom dengan cepat walalupun 99% laporan itu palsu? Tidak, polisi justru bertindak cerdas, karena mereka ingin negara ini aman dan melindungi masyarakat.

Sama seperti terjadinya ledakan bom yang kita tidak pernah tahu kapan dan dimana akan terjadi, kiamat pun tak seorangpun yang tahu. Saat ini film 2012 sedang booming. Semua orang di seluruh dunia berusaha menonton film ini dan mulailah timbul pro dan kontra. Ada yang setuju tahun 2012 pasti kiamat, namun tak sedikit yang tak percaya kiamat akan terjadi tahun tersebut. Lalu sekarang bagaimana tindakan kita? Kita semua tak tahu kapan kiamat akan terjadi karena Alkitab pun menulis hal ini, namun satu hal yang harus kita lakukan adalah kita harus selalu berjaga-jaga.

Tak perduli apakah kiamat terjadi hari ini, besok atau tahun 2012, bagian kita adalah mempersiapkan diri setiap waktu agar ketika hari itu tiba, kita layak dimata Tuhan. Kalau selama ini kita masih gemar kompromi dengan dosa, 2012 mengingatkan kita bahwa inilah saatnya kita tobat. Kalau hari ini kita masih diberikan kesempatan membaca Alkitab, merenungkan janji-janji Tuhan dan menikmati berkat-berkat Tuhan yang tak terhitung jumlahnya, inilah saatnya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin. Hari kiamat datang seperti pencuri (I Tesalonika 5:2), berjaga-jagalah senantiasa.