Website counter
Tampilkan postingan dengan label Optimisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Optimisme. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Siap Diproses

Baca : Ibrani 11 : 8 – 19
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. (Ibrani 11 : 8)

Saat menonton film-film barat, kita akrab dengan sosok Sylvester Stallone. Sebagian kita mengidolakan Stallone karena badannya kekar, macho, dan jago berkelahi. Namun, sebelum sukses menjadi bintang, kehidupan Stallone dari bayi sampai dewasa cukup menyedihkan. Stallone dilahirkan dari keluarga miskin di New York. Karena tuna wisma, ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah. Akibat kelahiran yang tak lancar, ia menderita kelainan syarat di bagian muka sehingga sisi kanan wajahnya menjadi abnormal.

Saat remaja, Stallone gagap bicara. Di sekolah ia diejek sebagai tokoh film kartun kucing di Looney Tunes. Karena kekurangannya, ia dimasukkan ke sekolah anak berkebutuhan khusus. Saat dewasa, Stalonne bercita-cita jadi aktor, namun karena kekurangannya, ia selalu ditolak oleh semua agen film untuk peran apapun yang ia minta. Ia mengalami penolakan dari agen di New York sampai 1.500 kali. Pada audisi yang ke 1.501 ia akhirnya diterima karena dari sore sampai pagi menunggu di sebuah agen film sampai sang agen datang. Tak tega menolak, agen itu memberi peran figuran. Stallone pernah terpaksa menjual anjing kesayangannya hanya dengan harga US$ 25 karena sangat miskin. Saat ia menjual naskah film Rocky yang kelak melambungkan namanya, ia pun gigih mempertahankan keinginannya untuk menjadi bintang utama walau hanya menerima upah bersih US$ 6.000.

Stalonne adalah contoh sosok yang mau menjalani proses menuju sukses. Dalam Alkitab, kita pun bisa belajar dari Abraham yang mau terus menjalani proses yang Tuhan berikan sehingga ia disebut bapa orang beriman. Hari ini bagaimana denganmu? Aku percaya kamu pasti bisa sukses dalam hal apapun yang kamu impikan saat ini. Mungkin kamu saat ini bukan siapa-siapa, namun kamu adalah orang yang hebat dan pasti bisa menjadi seseorang yang spesial. Bagian yang harus kamu lakukan adalah bertindak, dan jangan pernah menyerah sekali pun mengalami banyak sekali penolakan. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Apakah aku mau menjalani proses yang Tuhan berikan?
Aplikasi          : Jalani proses hidup apapun yang Tuhan berikan.
Doa                : Terima kasih Tuhan atas proses yang aku jalani saat ini. Amin.

Selasa, 22 November 2011

Optimis atau Pesimis


Baca : Bilangan 13 : 1 – 33
Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (Bilangan 13 : 30)

Tahukah Anda apa perbedaan orang yang optimis dan pesimis? Sederhana, Anda bisa membedakannya dari kalimat yang spontan muncul dari mulutnya saat Anda melemparkan suatu ide atau gagasan baru. Contoh sederhananya Anda adalah seorang pemilik pabrik minuman dan hendak memasarkan minuman jenis baru di luar pulau. Anda lalu memanggil dua sales Anda dan menjelaskan niat Anda.

Sales A menjawab bahwa niat Anda akan sia-sia bila diterapkan karena sudah banyak pesaing produk minuman dan pulau yang menjadi sasaran kita sudah dikuasai oleh beberapa competitor lain. Saleb B menjawab pasti produk minuman baru itu akan laku walaupun pada awalnya mungkin penjualan sepi. Memang betul sudah banyak competitor dan pulau sasaran bos sudah dikuasai beberapa competitor. Namun dengan pemasaran yang baik dan meyakinkan, pasti masyarakat akan menggenal dan mengkonsumsi minuman itu. Kini tahukah Anda mana sales yang optimis dan pesimis?

Orang yang optimis selalu melihat rejeki dibalik setiap kesulitan. Sedangkan orang pesimis selalu melihat kesulitan dibalik setiap rejeki. Bangsa Israel gagal masuk tanah perjanjian dan dihukum Tuhan mengembara 40 tahun di padang gurun karena ulah 10 orang pemimpinnya yang pesimis. Meskipun mereka sudah melihat betapa makmurnya tanah perjanjian dan mengambil setandan buah anggur sebagai bukti, mereka tak yakin bisa masuk tanah perjanjian karena negeri itu sudah dikuasai bangsa-bangsa yang kuat. Beda sekali dengan sikap Kaleb dan Yosua yang yakin mereka pasti sanggup memiliki tanah perjanjian walaupun sulit karena Tuhan bersama dengan mereka.

Apakah Anda orang yang optimis atau pesimis? Anda sendirilah yang bisa menjawabnya. Menjadi pribadi yang optimis atau pesimis membawa konsekuensinya sendiri-sendiri. Mari kita menjadi pribadi yang optimis dalam menjalani hidup sehingga seberat apapun kesulitan menghadang, kita pasti akan menuai hasil karena Tuhan bersama dengan kita. • Richard T.G.R

Pertanyaan    : Apakah diriku pribadi yang optimis?
Aplikasi          : Lihatlah rejeki dibalik setiap kesulitan.
Doa                 : Tuhan, ajar aku menjadi pribadi yang optimis. Amin.

Selasa, 31 Mei 2011

Ketika Tuhan Membentuk

Baca : Markus 16 : 9 – 20
Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Markus 16 : 20

Nama Nick Bollettieri bukanlah nama yang asing bagi para pecinta tenis. Bollettieri yang berasal dari Amerika Serikat ini terkenal sebagai pelatih yang berhasil mencetak petenis-petenis hebat dunia seperti Monica Seles, Andre Aggasi, Maria Sharapova, Jelena Jankovic, Venus dan Serena Wiliams. Salah satu kehebatan Bollettieri adalah nalurinya mengetahui pemain berbakat. Sebelum dilatih oleh Bollettieri, Monica Seles bukanlah siapa-siapa, koordinasi gerakan kaki Seles sangat buruk. Ketika Bollettieri melatihnya, dia tahu kelemahan Seles. Namun dia pun tahu Seles memiliki kelebihan yaitu semangatnya menggebu dan pantang menyerah. Kelebihan inilah yang terus diasah sambil kelemahan yang lain diperkecil sehingga Seles akhirnya berhasil menjadi salah satu petenis hebat dunia.

Siapapun atlit tingkat dunia, pasti dahulu dibentuk oleh pelatih yang luar biasa. Kalau seorang manusia biasa yang punya sebuah skill hebat seperti Bollettieri mampu membentuk juara-juara tenis dunia, bagaimana kalau Tuhan sendiri yang turun tangan membentuk hidup kita? Sebagai orang Kristen, saya percaya Anda pasti setuju kalau saya berkata hidup Anda berada dalam tangan Tuhan dan dibentuk sendiri oleh Tuhan. Namun kenapa ada sebagian orang Kristen yang berhasil dalam bidang apapun yang dia tekuni, sedangkan sebagian lagi tidak berhasil dalam bidang apapun? Apakah Tuhan pilih kasih dalam membentuk masing-masing anak-Nya? Tuhan tidak pernah pilih kasih saat membentuk masing-masing kita dalam tangannya. Sebagian orang Kristen gagal menjadi alat-Nya Tuhan yang luar biasa karena mereka kurang percaya dan tidak mau menggunakan kemampuannya untuk melakukan perkara-perkara hebat, sama seperti para murid Yesus yang awal-awalnya bimbang. Sewaktu Yesus meninggal dan beberapa hari kemudian menampakkan diri kepada Maria dan dua orang dari mereka, mereka tetap tidak percaya dengan pernyataan Maria Magdalena maupun dua orang dari mereka. Pada akhirnya Yesus muncul sendiri dan mencela tindakan mereka. Akhirnya mereka percaya dan melakukan banyak perkara-perkara hebat untuk Tuhan dan pergi ke segala penjuru dunia mewartakan Injil.

Ringkasnya : Anda dan saya sesungguhnya bisa melakukan banyak perkara hebat karena Tuhan sendiri yang membentuk hidup kita. Bagian kita adalah percaya bahwa kita bisa melakukan apapun yang Tuhan suruh. Berhentilah pesimis dan merasa tak mampu karena itu akan menghambat kuasa Tuhan bekerja melalui hidup kita. • Richard T.G.R

Pertanyaan    : Apakah aku pesimis dengan apa yang Tuhan lakukan?
Aplikasi          : Percayalah Anda bisa melakukan banyak perkara hebat.
Doa                 : Tuhan, bentuk aku agar menjadi anak-Mu yang hebat. Amin.

Jumat, 30 Juli 2010

Terus Berjuang Kawan

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Mazmur 126 : 5

Oscar Yura Dompas (30) lahir di Jakarta, 11 April 1980. Oscar adalah seorang penyandang autis. Dia sering merasa kesulitan menjalani hidup layaknya orang normal. Oscar, misalnya, harus bekerja keras menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Atma Jaya karena kemampuannya tidak sama dengan anak-anak lain. Namun, berkat semangat yang membara, Oscar berhasil meraih gelar sarjana dengan indeks prestasi 3,58. Wow! "Sudah lupakan saja hal-hal seperti itu. take it easy saja," ujar Oscar ketika ditanya mengenai responnya terhadap perlakuan orang-orang yang memandang sebelah mata.

Kini, Oscar telah berhasil menerbitkan dua buah buku berbahasa Inggris yang berjudul Autistic Journey (2005) dan The Life of The Autistic Kid Who Never Give Up (2007) yang juga berjudul menaklukan autis. Keberhasilan Oscar tidak lepas dari motivasi kedua orangtuanya. "Papa sering memberiku semangat. Mama juga sering memberi kritik positif yang membangun. Mereka berdua adalah motivatorku," kata Oscar. Bapak Allan Jeffrey Dompas dan Ibu Ira Dompas, orangtua Oscar, memang sangat mendukung perkembangan dan pengembangan potensi dalam diri Oscar. Kini Oscar tengah menjalani program magang di Stamford Swissotel, Singapura, setelah menyelesaikan Diploma Studi Tourism-nya di Negeri Singa itu. Oscar memang ingin menjadi guide. Dia ingin bertemu banyak orang dan berwisata.

Magdalena Murtini (20), yang akrab dipanggil Murti, juga mengakui pentingnya dukungan orang lain, terutama guru dan teman-temannya untuk selalu menyemangatinya. Murti adalah seorang remaja yang tinggal di asrama Rawinala. Ia mengalami gangguan penglihatan semenjak kecil. Hal itu kerap menimbulkan rasa putus asa dalam dirinya karena dia tidak mampu beraktivitas layaknya orang normal. Motivasi dari orang-orang di sisinya mampu membuatnya kuat menghadapi berbagai tantangan hidup. "Aku mau terus belajar," katanya mantap. Semangatnya untuk terus belajar itu mengantar Murti menjadi Juara I Lomba Menyanyi Tunanetra Tingkat DKI Jakarta dan Juara Harapan Tingkat Nasional di Surabaya. Berkat semangatnya itu, Murti terus menggasah keterampilannya bermain drum. Murti terus mengasah keterampilannya bermain drum. Kini, Murti yang masih mengikuti kursus di Willy Soemantri Music School itu lancar bermain drum dan berhasil membentuk sebuah band bersama teman-temannya di Sekolah Dwituna Rawinala. "Terus berlatih dan berdoa. Kita juga enggak boleh gampang putus asa." Itulah pesan yang ingin disampaikan Murti kepada anak muda Indonesia.



Catatan : Artikel ini diambil dari MUDA, Harian Kompas, Jumat, 30 Juli 2010

Kamis, 29 Juli 2010

Memaksa Diri Sendiri


Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. Keluaran 4 : 14

Bacaan : Keluaran 3 dan 4

Kalau Anda hari ini ingin menjadi orang sukses, rohani, kaya, dapat jodoh, menjadi karyawan terbaik di kantor, atau apapun impian Anda, memaksa diri sendiri untuk mau bertindak adalah solusinya. Contoh sederhananya begini : Anda bekerja sebagai marketing di sebuah bank. Namun, Anda adalah orang yang sangat pendiam dan hanya menguasai teori tentang marketing dari buku yang Anda baca. Anda juga hanya memiliki sedikit teman dan orang yang mengenal Anda berkata Anda adalah orang yang kuper, bodoh, penakut dan jarang bicara. Anda bekerja sebagai marketing karena terpaksa. Karena Anda butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau kita melihat profil Anda, apakah bisa Anda menjadi seorang marketing yang memenuhi target bahkan menjadi marketing yang terbaik? Banyak orang berkata mustahil, bahkan orang-orang yang negatif thingking dengan kejam berkata lebih baik Anda mundur daripada malu-maluin. Menurut saya, bukan hal yang mustahil Anda bisa memenuhi target, bahkan menjadi yang terbaik. Anda pasti bisa kalau mau memaksa diri Anda sendiri untuk bisa. Anda memaksa diri untuk berani melangkah mendatangi customer dan mengajaknya bicara. Anda memaksa diri untuk tidak malu bertemu orang dan mempraktekan ilmu komunikasi yang Anda kuasai. Anda memaksa diri untuk tetap tabah menerima penolakan demi penolakan plus cemoohan banyak orang. Anda memaksa diri untuk menjadikan kelemahan Anda sebagai kekuatan.

Paksaan adalah salah satu cara untuk maju. Anda ingat kisah induk Elang yang memaksa anak-anaknya terjun bebas setelah mereka cukup umur untuk terbang? Induk elang sepertinya kejam, dengan tindakannya mendorong anak-anaknya jatuh dari atas tebing dan dengan terpaksa anak-anak elang itu mengepak-ngepakan sayap seraya berteriak minta tolong. Induk elang tahu pemaksaan yang dia lakukan adalah cara terbaik untuk mereka bisa terbang. Induk elang akan terus memaksa anak-anaknya terjun bebas, sampai anak-anak itu bisa terbang dengan sendirinya dan akhirnya menjadi raja angkasa. Manusia adalah mahluk paling mulia, dan kita pasti bisa menjadi apapun yang kita inginkan kalau mau memaksa diri sendiri untuk bertindak. Anda dahulu tidak bisa naik sepeda dan sekarang bisa naik sepeda. Itu bisa terjadi karena dahulu Anda memaksa diri Anda untuk belajar naik sepeda dan berulang kali jatuh sampai akhirnya bisa. Anda dahulu tidak bisa disiplin bangun pagi. Sekarang Anda bisa disiplin karena Anda memaksa diri sendiri untuk selalu bangun pagi. Anda dahulu tidak suka baca buku. Sekarang Anda hobi baca buku karena Anda memaksa diri terus-menerus meluangkan waktu untuk membaca.

Renungan ini saya tutup dengan kisah Nabi Musa. Musa sebetulnya adalah orang yang penuh talenta. Didikan yang dia terima selama menjadi anak angkat Putri Firaun adalah modal yang sangat kuat untuk dia menjadi pemimpin. Namun, apa yang Musa lakukan ketika Tuhan memintanya menjadi utusan Tuhan sekaligus menjadi pemimpin bangsa Israel? Musa merasa rendah diri. Musa merasa dirinya not spesial sehingga bertanya siapakah aku (Keluaran 3 :11). Dengan berbagai alasan Musa berusaha menolak perintah Tuhan, tetapi akhirnya dia tak mampu mengelak karena Tuhan terus memaksanya untuk mau dan segera bertindak. Hasilnya? Musa menjadi pemimpin yang cakap memimpin suatu bangsa yang besar. Musa berhasil melaksanakan apa yang Tuhan perintahkan setelah mau bertindak dan memaksa dirinya untuk bisa. Hari ini, kelemahan apa yang Anda punya sehingga membuat Anda merasa tak mampu? Paksa diri Anda untuk bisa dan jangan pernah berkata itu bukan bagian saya. Anda pasti bisa, paksa diri Anda untuk segera bertindak dan lakukan terobosan. Lalu lihat apa yang terjadi.

Rabu, 07 Juli 2010

Bodoh Seperti Keledai

By : Richard T.G.R

Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?" Bilangan 22 : 28

Bacaan : Bilangan 22 : 21 – 35

Pernahkah Anda membayangkan ada keledai bisa bicara? Sebagian Anda mungkin tidak percaya, namun keledai bisa bicara seperti layaknya manusia karena Tuhan yang memampukan. Ketika membaca kisah Bileam dan keledainya yang setia, saya tanpa sadar tertawa geli membayangkan Bileam dengan jengkel memukuli keledainya dan kemudian kaget setengah mati mendengar keledainya bisa bicara. Tak ada binatang yang Tuhan buat bisa bicara selain keledai dan ular (Kejadian 3:1) menurut versi Alkitab.

Apa yang bisa kita belajar dari kisah keledai di atas? Tuhan mampu memakai orang yang paling bodoh sekalipun kalau Dia mau. Kita semua tahu keledai adalah binatang yang sangat bodoh. Keledai identik dengan kebodohan, sehingga orang-orang yang lambat berpikir dan gampang dikibuli akan di cap otak keledai. Walau bodoh, keledai tercatat ikut andil dalam Alkitab yaitu di tunggangi Bileam (Perjanjian Lama) dan Yesus ketika memasuki Yerusalem (Perjanjian Baru).

Jika hari ini Anda merasa sebagai orang Kristen yang bodoh, sederhana, polos dan tak memiliki talenta yang spesial menurut pandangan orang dunia, itu bukan berarti Anda tak bisa di pakai Tuhan. Tuhan bisa memakai Anda semudah Dia membuat keledai bicara. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Anda yang dianggap bodoh oleh dunia akan menjungkir balikkan dunia ketika Tuhan menggubah Anda. Lalu apa yang harus Anda lakukan supaya Tuhan bisa memakai Anda? Relakan diri Anda di bentuk oleh kehendaknya. Sama seperti keledai yang tak protes ketika di naiki Yesus, biarkan Tuhan memakai hidup Anda menurut apa yang baik di mata-Nya. Anda adalah orang yang luar biasa di mata Tuhan sekalipun dunia merendahkan Anda. Apakah Anda siap di pakai Tuhan?


Catatan : Artikel ini di muat di RHK Aletea, Rabu, 28 Juli 2010

Selasa, 22 Juni 2010

Persiapan Pulang

By : Richard T.G.R

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Matius 24 : 42

Bacaan : Matius 25 : 1 – 13

Pernahkah kamu pergi keluar kota menggunakan pesawat terbang atau kereta api? Katakanlah kamu tinggal di Kota Surabaya dan hendak pergi ke Kota Jakarta, sudah barang tentu kamu menyiapkan segala sesuatu yang kamu butuhkan selama berada di Kota Jakarta. Kamu akan menyiapkan uang, pakaian, hp, surat-surat yang mungkin kamu butuhkan di sana dan yang paling penting kamu sudah siap di stasiun minimal setengah jam sebelum kereta berangkat dan minimal satu jam di bandara untuk check ini sebelum pesawat terbang. Kalau ketinggalan gimana? Ya, batallah perjalananmu dan kamu harus menunggu kereta atau pesawat terbang berikutnya plus harus beli tiket lagi.

Kalau untuk bepergian di dunia aja kamu harus siap dan nggak boleh telat, apa yang kamu siapkan untuk mati? Waduh, sadis bener? Ya, walaupun masih muda kamu harus menyiapkan diri untuk sewaktu-waktu pulang ke rumah Tuhan. Suka tidak suka, siap tidak siap, mau tidak mau, kita semua akan mati. Kapan waktunya? Nggak ada yang tahu. Mungkin saat kita masih muda dan sehat atau saat sudah tua dan sakit-sakitan. Banyak anak muda macam kita-kita menganggap sepele kematian dan menggunakan masa muda untuk dugem, pacaran semaunya, foya-foya, tobat dan serius melayani Tuhan nanti aja deh waktu tua, nggak gaul bener. In fact, banyak anak muda bisa mati karena berbagai sebab, padahal mereka masih sehat dan kuat lho.

Hari kematian datang seperti pencuri dan bisa terjadi kapanpun, oleh karena itu berapapun usiamu hari ini, belajarlah menggunakan waktu yang ada sebaik mungkin untuk Tuhan maupun sesama. Jangan pernah menunda-nunda untuk melakukan hal-hal baik yang bisa kamu lakukan hari ini, karena saat waktu kita habis tak ada lagi kesempatan untuk kita melakukan apapun. Sudahkah kamu memiliki persiapan pulang untuk bertemu Tuhan?

Senin, 08 Februari 2010

Jangan Tawar Hati

By : Richard T.G.R

Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." I Samuel 17 : 32

Baca : I Samuel 17 : 12 – 39

Dalam mencapai cita-cita yang tinggi, seringkali kita bukannya mendapatkan motivasi yang membangun, namun justru kritikan dan nasehat yang melemahkan. "Kamu mau jadi pemilik perusahaan? Jangan mimpi. Lihat dirimu, hanya lulusan SMA, karyawan biasa pula. Jangan menghayal terlalu tinggi, nanti sakit jatuhnya." Kritikan dan omongan seperti itulah yang kadang kita terima saat mengungkapkan harapan kita yang tinggi. Orang lain bukannya mendukung, tetapi melemahkan, dan celakanya,kita kadang lebih menuruti nasehat yang buruk sehingga tak berani mewujudkan mimpi kita.

Apapun mimpi Anda hari ini, mimpilah yang realistis dan bisa di capai sehingga orang yang tadinya merendahkan berbalik mendukung Anda. Daud waktu itu berkata kepada Saul untuk di ijinkan maju perang melawan Goliat, namun apa kata Saul? Kamu nggak mungkin menang, sudahlah, lupakan saja keinginanmu (I Samuel 17 :33). Saul melihat Daud hanya seorang bocah kecil pengembala kambing yang memakai baju perang saja tidak bisa berjalan, mana mungkin menang lawan Goliat, walaupun pada akhirnya Saul mengijinkan, saya percaya ia mengijinkan dengan setengah hati dan pasrah bahwa Daud pasti mati. Namun toh akhirnya Daud menang walaupun sepertinya mustahil. Saul dan tentara Israel yang tadinya mencibir dan merendahkan dirinya akhirnya balik mendukung dan menghantam orang Filistin sampai Gat dan Ekron (I Samuel 17 : 52). Kombinasi antara usaha dan iman percaya Daud akhirnya menghantar dia menjadi pemenang dan setelah melalui waktu yang panjang, ia menjadi raja.

Anda dan saya bisa sukses kalau mau usaha dan selalu mengandalkan Tuhan. Jangan jadikan cibiran dan kritik yang negatif melemahkan Anda, namun jadikan itu sebagai motivasi untuk membuktikan diri Anda bisa. Akan selalu ada omongan dan nasehat yang tidak membangun saat Anda ingin menjadi yang spesial dan lebih baik, namun respon Anda sendirilah yang menentukan apakah akan mundur atau mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Jangan tawar hati, orang-orang sukses yang Anda kenal hari ini pun bisa berhasil karena mereka tak membiarkan dirinya termakan kritik atau omongan negatif namun berusaha dengan tak kenal menyerah mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.


* Di muat di Renungan Harian Spirit Woman – Agustus 2009