Website counter
Tampilkan postingan dengan label Mental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mental. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

MOOD


Baca : Roma 8 : 1 – 17
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Roma 8 : 13

Ada sebagian orang yang orang malas bekerja, malas mengerjakan sesuatu, atau malas beribadah dengan alasan sedang tidak mood. Mereka kadang berpikir buat apa mengerjakan sesuatu yang mereka tidak suka mengerjakannya karena hasilnya pasti sia-sia. Mereka malas berangkat ke kantor dan memilih tidak masuk kerja dengan alasan sakit karena tidak mood dengan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Mereka memilih tidak datang ke gereja karena jengkel dengan rekan kantor yang kebetulan satu gereja. Kita berkata dalam hati daripada sesuatu yang kita kerjakan tidak maksimal gara-gara tidak ada mood, lebih baik tidak mengerjakannya sama sekali. Anda berhak mengalami bad mood dan berhak tidak mengerjakan sesuatu yang tidak Anda sukai. Saya pun kadang mengalami situasi seperti Anda. Malas bekerja, malas menulis atau tidak mood ke gereja. Namun mood bukanlah alasan untuk kita tidak melawan kedagingan dan tetap melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan.

Apakah kita tidak mengisi perut jika kita tidak mood makan? Apakah kita tidak mandi satu atau dua hari gara-gara kita malas mandi? Apakah kita malas menggosok gigi karena sedang tidak mood? Apakah kita sengaja tidak tidur berhari-hari karena banyak masalah? Apakah kita tidak minum air segelas atau beberapa gelas saja dalam sehari saja karena kita marah kepada pasangan kita? Apakah kita tidak mau meminum obat ketika sakit hanya gara-gara obatnya pahit? Memang ada kalanya kemalasan menyerang dan menggoda kita untuk berhenti dan mengasihani diri sendiri. Semua orang pasti pernah mengalaminya, namun respon kitalah yang membedakan apakah kita orang yang disiplin atau orang yang seenaknya saja menjalani hidup.

Ringkasnya : Keinginan daging akan selalu menggoda kita untuk tidak produktif dan malas, namun kita harus lawan itu dengan kedisiplinan. Jangan menyerah terhadap keinginan daging, namun berjuanglah melawan keinginan daging dengan mendisiplin diri dan melakukan apa yang Tuhan sudah ajarkan kepada kita. Kesuksesan sejati hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang disiplin. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Apakah selama ini aku mengerjakan segala sesuatu berdasarkan mood?
Aplikasi          : Lawan keinginan daging dengan mendisiplin diri sendiri.
Doa                 : Tuhan, Bantu aku untuk selalu disiplin dalam segala hal dan melawan bad mood. Amin

Selasa, 30 November 2010

Daya Tahan


Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Matius 26 : 41

Bacaan : Matius 26 : 36 – 46

Ketika musim penghujan tiba penyakit flu merajalela. Kalau satu rekan kerja kita terkena flu, maka bisa dipastikan hampir seluruh karyawan dalam kantor itu akan tertular dalam waktu singkat. Nah, supaya kita tidak tertular flu karena daya tahan tubuh kuat, setidaknya ada beberapa kebiasaan yang perlu kita lakukan. Lakukanlah olahraga secara teratur, menerapkan gaya hidup sehat dan perbanyaklah mengkonsumsi vitamin C dan Zinc supaya daya tahan tubuh tetap terjaga. Vitamin C adalah salah satu vitamin yang menunjang daya tahan tubuh sedangkan zinc adalah zat mineral yang mempunyai peran penting dalam tubuh kita karena membantu mempercepat proses penyembuhan luka, pembentukan darah merah serta proses metabolisme tubuh. Untuk memperoleh vitamin C, kita bisa mendapatkannya melalui cara yang alami dan murah yaitu dengan rutin mengkonsumsi tomat, jeruk, strawberry, kubis, brokoli atau kembang kol. Sedangkan Zinc bisa kita peroleh dalam gandum, ikan, kerang dan yoghurt.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Kalau secara fisik kita rajin olahraga, menerapkan pola hidup sehat, dan mengkonsumsi makanan agar sehat dan tak mudah sakit, bagaimana kita merawat rohani kita agar tidak naik turun? Sebagian besar orang Kristen menganggap membaca Alkitab dan doa ala kadarnya sudah cukup, namun itu belumlah cukup. Untuk sehat dan kuat secara rohani, kita harus membaca Alkitab, merenungkannya, mempraktekkan apa yang kita baca dalam kehidupan nyata, meluangkan waktu untuk sungguh-sungguh berdoa dan selalu berjaga-jaga agar tidak jatuh dalam pencobaan. Yesus bisa begitu tegar menjalani salib demi keselamatan umat manusia, padahal secara manusia dia berharap cawan itu lalu, karena Yesus sungguh-sungguh berdoa dan patuh akan segala perintah Bapa. Anda pun bisa meneladani Yesus yaitu tetap kuat dalam menghadapi berbagai masalah kalau mau sungguh-sungguh berdoa dan patuh melakukan apapun firman Tuhan. Untuk sehat secara rohani, Anda tak bisa asal-asalan ibadah atau berdoa, namun Anda harus serius menjalani hari demi hari dengan membangun rohani Anda. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, mari terus bangun rohani kita agar senantiasa kuat dan sehat. • Richard T.G.R

* Tulisan ini dimuat di RHK Aletea – November 2010

Jumat, 01 Oktober 2010

Input Menentukan Output

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4 : 23

Bacaan : Amsal 4 : 23 – 27

Memiliki kulit tubuh yang tetap kencang, halus dan lembut adalah kebanggaan wanita. Namun sering tanpa kita sadari, kulit akan berkurang elastisitasnya dan akhirnya menjadi kendur. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh usia, turunnya berat badan secara drastis dalam waktu singkat, tidak merawat kulit pada saat dan sesudah kehamilan, faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, AC, polusi, asap rokok dan alkohol. Cara untuk membuat kulit kembali kencang atau meningkatkan kekencangannya tentu saja ada. Kita bisa mendapatkannya dengan makan makanan bergizi secara teratur dan banyak mengandung vitamin E, berhenti merokok serta mengurangi konsumsi makanan berlemak, dan melakukan olahraga teratur.

Apa yang Anda masukkan dalam tubuh plus pola hidup Anda, itulah yang akan menentukan seberapa sehat tubuh dan seberapa kuat daya tahan tubuh. Sama seperti tubuh yang akan selalu sehat kalau diberi makanan bergizi plus pola hidup sehat, tubuh rohani kita pun akan mengalami hal yang sama. Kalau dalam menjalani hidup sehari-hari kita memasukkan hal-hal negatif dan merusak melalui hati dan pikiran, maka apa yang kita hasilkan keluar juga seperti itu. Kalau kita isi hati kita dengan amarah, dendam, iri hati, kebencian, atau kepura-puraan, maka sifat dan perbuatan kita pasti negatif. Firman Tuhan pun mendukung hal ini melalui Lukas 6 : 44 yang berbunyi : Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Jika kita isi hati kita dengan membaca buku-buku yang positif seperti Alkitab dan buku-buku pengembangan karakter, ikut kelompok yang membangun seperti kelompok pendoa atau team pembesuk orang sakit, atau menonton acara-acara TV yang positif (bukan sinetron), bisa dipastikan Anda selalu positif thingking dan tidak mudah roboh walaupun masalah demi masalah yang cukup berat menguji iman Anda.

Mari jaga hati karena dari hati-lah kehidupan kita akan memancar. Bangun tubuh jasmani dan rohani dengan hal-hal yang positif dan pola hidup sehat sehingga kita senantiasa hidup benar di hadapan Tuhan dan perbuatan kita menunjukkan bahwa kita adalah seorang Kristen yang sejati. • Richard T.G.R

Selasa, 22 Juni 2010

Mentalitas Pengemis atau Pemenang?


By : Richard T.G.R

TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! Bilangan 14 : 11

Bacaan : Bilangan 14 : 1 – 38

Beberapa waktu yang lalu, publik negara Indonesia tercengang-cengang mendengar usulan dari salah satu partai besar bernama Golkar melalui para wakilnya di DPR. Mereka mengajukan usul agar setiap anggota DPR mendapat dana sejumlah 15 miliar per tahun dengan alasan dana tersebut akan di gunakan untuk membangun desa atau daerah tempat para wakil rakyat tersebut di pilih. Gayung pun bersambut. Masyarakat langsung ramai-ramai menolak dan secara terbuka menyatakan bahwa mereka yang mengajukan usulan tersebut serakah, tidak punya empati, busuk, dll. Memang kenyataan berbicara bahwa banyak sekali daerah di Indonesia yang sangat tertinggal sehingga perlu di bangun oleh pemerintah dan pemimpin partai Golkar sendiri dinilai tidak bertanggung jawab oleh publik tanah air karena kasus Lapindo dan dugaan pengemplangan pajak.

Belajar dari kejadian di atas, kita semua perlu berkaca apakah diri kita tanpa sadar juga seperti beberapa anggota DPR yang sudah di gaji tinggi, mendapat rumah dinas mewah, bekerja diruangan ber-ac namun merasa kurang dan kurang sehingga tanpa malu-malu meminta duit tambahan kepada pemerintah? Bukankah setiap hari kita selalu di berkati Tuhan dengan udara, kesehatan, pekerjaan atau keselamatan, namun mengapa terkadang kita merasa kurang? Kita selalu minta ini minta itu kepada Tuhan melalui doa, namun berapa banyak diantara kita hanya sekadar doa tetapi tak mau bekerja keras meraih keinginan kita. Memang ada beberapa hal yang Tuhan berikan gratis seperti udara, sinar matahari dan air. Namun kalau kita meminta kekayaan atau kesehatan, kita harus mau berusaha mendapatkannya. Kalau kita ingin kaya, kita harus mau bekerja keras. Kita mencucurkan keringat untuk mendapatkan uang yang akan kita gunakan untuk mewujudkan harapan. Untuk sehat kita harus mau olahraga rutin, istirahat cukup, makan secara teratur dan makanan yang kita makan bergizi.

Kisah tentang bangsa Israel yang dihukum Tuhan adalah satu pembelajaran yang baik untuk kita semua agar jangan sampai memiliki mental pengemis dan pemalas. Bangsa Israel selalu Tuhan cukupkan dalam segala hal, namun mereka tidak tahu terima kasih. Saat Tuhan memberikan suatu berkat besar yaitu tanah perjanjian yang subur dengan syarat mereka harus mau berperang dengan bangsa-bangsa yang menduduki tanah tersebut, mereka memilih pulang ke Mesir. Akhirnya mereka terpaksa menjadi bangsa pengembara selama 40 tahun dan Anda semua bisa membayangkan betapa sengsaranya setiap hari hanya melihat pasir sambil dan makan manna seraya menunggu kematian menjemput karena hanya orang-orang yang berusia 20 tahun ke bawah yang akan menikmati tanah perjanjian saat Tuhan menghukum mereka. Seandainya saja mereka waktu itu dengan berani mau berperang seperti Yusak dan Kaleb, mungkin mereka hanya butuh 5 atau 6 tahun untuk mengalahkan bangsa-bangsa yang mendiami tanah perjanjian. Mereka bisa menikmati segarnya buah anggur atau nikmatnya ikan yang ditangkap di sungai dan tinggal di sebuah rumah yang sejuk.

Hari ini bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memilih seperti bangsa Israel yang takut gagal, takut perang dan takut berkompetisi sehingga kondisi Anda biasa-biasa saja dan selalu mengharapkan belas kasihan orang lain ATAU Anda memilih berani ambil tantangan dan bekerja keras mewujudkan mimpi? Pilihan hidup ada di tangan Anda dan setiap pilihan ada konsekuensinya sendiri-sendiri.