Website counter
Tampilkan postingan dengan label Konsisten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsisten. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Memulai Dari Bawah

Baca : Kejadian 39 : 1 – 23
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Kejadian 39 : 1

Colin Firth (51) adalah aktor Inggris yang berhasil meraih penghargaan Oscar 2011 untuk kategori aktor terbaik melalui film The King’s Speech. Ini adalah hasil kerja keras Firth setelha puluhan tahun menekuni dunia akting sejak usia 18 tahun. Gemblengan paling keras didapatnya dari dunia teater. Firth memulai usahanya dari tingkat paling bawah, yaitu sebagai pemeran figuran, penyaji minuman, sampai penerima telepon. Di London Drama Centre, Firth belajar akting enam hari seminggu selama tiga tahun. Kegigihannya itu membuahkan hasil. Tawaran sebagai pemeran utama dalam drama besar, seperti ″Hamlet″ dan ″King Lear″, kemudian menggalir. Firth pun pernah mengalami demam panggung. Ia pernah mengunci diri di kamar mandi untuk menenangkan diri, kemudian menyendiri di luar gedung untuk menghirup udara segar, sampai akhirnya malah terkunci di luar gedung sehingga akhirnya ia terpaksa masuk melalui pintu penonton.

Sahabat RePa, sebuah kesuksesan yang tak ternilai hanya datang bagi orang-orang yang mau memulainya dengan konsisten dari bawah. Kenyataan dan fakta membuktikan bahwa sebagian besar orang-orang sukses di dunia berhasil meraih kesuksesan karena mereka mau berusaha meraihnya dari usaha yang paling bawah, bukan langsung memulai dari usaha yang besar. Memang ada beberapa orang yang cukup beruntung bisa merintis usaha sehingga sukses dari sesuatu yang besar, namun itu jarang sekali. Alkitab menulis kisah tentang Yusuf yang juga sukses karena mau memulai dari bawah. Sebelum menjadi orang kepercayaan Potifar, Yusuf meniti kariernya dari menjadi budak. Sebelum menjadi penguasa kedua Mesir setelah Firaun, Yusuf memulai kariernya dari seorang narapidana. Tuhan sengaja membiarkan Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya, merasakan tidak enaknya menjadi budak dan narapidana, dan dihukum untuk satu kesalahan yang tak pernah dia perbuat, supaya karakter Yusuf semakin berkualitas.

Kalau saat ini Anda masih berjuang meraih sukses dari posisi yang rendah, jangan putus asa atau memutuskan berhenti. Berusahalah secara konsisten karena Anda pasti bisa kalau mau terus berjuang menyelesaikan setiap rintangan yang ada. Jalani proses hidup yang Tuhan berikan dengan penuh sukacita sehingga pada waktu yang tepat Anda akan menuai hasil perjuangan Anda. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Pagi – Selasa, 10 April 2012
Pertanyaan    : Apakah arti kesuksesan bagi Anda?
Aplikasi          : Tetaplah konsisten.
Doa                : Tuhan, ajar aku tetap konsisten. Amin.

Kamis, 21 Juli 2011

Dae Sung-moon


Baca : I Korintus 9 : 24 – 27
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. I Korintus 9 : 27

Dae Sung-moon (34) adalah seorang atlet Taekwondo asal negara Korea Selatan. Dae meraih medali emas di Olimpiade Athena 2004 kelas 80 kilogram, meraih fair play award di Olimpiade Athena 2004, medali emas Asean Games Busan 2002, dan meraih medali emas Kejuaraan Dunia Taekwondo 1999. Sejak tahun 2008, ia menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Selain menjadi atlet, Dae juga seorang doktor di Fakultas Pendidikan Jasmani Universitas Dong-A. Dae mengajar bidang Sports Cultural Studies. Sebelum menjadi atlet, Dae harus melalui proses yang berliku. Di usia 10 tahun ia sudah menekuni Taekwondo dan baru pada usia 26 tahun ia menjadi juara dunia. Setiap hari Dae berlatih Taekwondo selama 10 jam dengan tidak mengenal putus asa. Dae mempunyai motto hidup : Meskipun kita kalah dalam bertanding, ingatlah bahwa proses lebih penting daripada hasil.

Apapun jenis kesuksesan yang ingin kita capai, semuanya membutuhkan proses dan waktu. Tak ada kesuksesan dengan cara kilat dan mudah. Andaikata ada, itu hanya kesuksesan sekejab yang begitu mudah runtuh dan tak bisa bertahan lama. Untuk bisa sukses, kita harus mau terlebih dahulu belajar gagal karena sebuah keberhasilan hanya bisa terwujud kalau kita mau mencicipi dahulu betapa tidak enaknya mengalami kegagalan atau menuai hasil yang tak sesuai keinginan. Bicara masalah orang yang sukses, kita akan selalu mengaitkannya dengan sosok Yusuf dan Paulus. Yusuf berhasil menjadi wali Mesir setelah terlebih dahulu mengalami beberapa proses dari Tuhan seperti menjadi budak di rumah Potifar dan menjadi narapidana di penjara Mesir. Paulus dengan tabah mengalami berbagai aniaya seperti disesah orang banyak, dicambuk, kelaparan, kedinginan, di penjara atau ditolak sebelum sukses menjadi rasul yang begitu banyak menulis kitab. Paulus bahkan mengajari kita agar melatih diri dan menguasainya seluruhnya supaya kita tidak ditolak saat melakukan sesuatu.

Apapun resolusi kita saat ini, semuanya pasti bisa menjadi kenyataan kalau kita mau kosisten melakukan usaha untuk mewujudkannya. Selalu andalkan Tuhan seperti yang dilakukan Yusuf dan Paulus sehingga seberat apapun kegagalan demi kegagalan menimpa, kita akan tetap bertahan dan semakin lebih kuat secara iman. Anggaplah kegagalan dan kesusahan sebagai batu loncatan, bukan sebagai musuh. Sehingga kita selalu menjadi pemenang dalam menghadapi setiap kegagalan dan berhasil mewujudkan cita-cita. • Richard T.G.R

Pertanyaan : Apakah aku orang yang konsisten?
Aplikasi      : Proses lebih penting daripada hasil.
Doa             : Tuhan, ajar aku menghargai setiap proses yang harus aku jalani. Amin.

Senin, 28 Februari 2011

Konsisten Melakukan Firman

Baca : Mazmur 73 : 1 – 28
Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. Mazmur 73 : 1

Tidak selalu apa yang kita lakukan menuai hasil yang baik. Saat kita mencoba disiplin menepati janji, belum tentu orang lain akan disiplin pula menepati janjinya kepada kita. Saat kita berusaha menghargai orang lain dengan bersikap ramah dan melayani, belum tentu orang lain akan menghargai kita. Ketika kita berusaha menjadi pacar yang baik bagi cowok kita, belum tentu pacar kita akan selalu melakukan hal yang baik kepada kita. Saat kita berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan, belum tentu perusahaan akan selalu menghargai jerih lelah kita. Saat kita berusaha hidup jujur dan bersih, bukan jaminan orang lain akan selalu jujur kepada kita dan mereka tidak melakukan satu tindakan curang.

Dengan keadaan dunia yang semakin nggak mengedepankan etika dan kasih, namun semakin mengedepankan ego dan hawa nafsu, banyak anak Tuhan putus asa seperti Asaf. Kita sudah berusaha hidup benar sesuai firman Tuhan, namun yang kita terima adalah derita. Saat orang lain begitu mudah dapat jodoh yang keren dan tajir, kita harus sabar menunggu pasangan yang seimbang sesuai kriteria yang Tuhan berikan. Saat orang lain bisa punya banyak uang dengan hasil yang nggak halal, kita belajar bersabar dengan penghasilan yang secukupnya karena hidup jujur. Ketidakadilan harus senatiasa siap kita alami selama kita hidup di dunia, karena Yesus sendiri pun mengalaminya. Bagian yang harus tetap kita lakukan saat apa yang kita harapkan tidak sesuai kenyataan adalah tetap percaya bahwa Tuhan pasti akan membalas apa yang kita lakukan dan ketidakadilan yang saat ini kita alami adalah proses agar kita semakin kuat. Pasti akan ada hasil yang kita tuai saat mau sungguh-sungguh konsisten melakukan apa yang benar sesuai firman Tuhan. Manusia boleh bertindak tidak adil kepada kita, namun Tuhan selalu adil.

Orang fasik memang akan semakin banyak dan kelihatannya semakin makmur, namun jangan pernah berhenti untuk setia dalam melakukan firman Tuhan. Karakter kita yang murni meneladani Tuhan satu kali waktu akan bersinar dan pasti kita menuai hasil dari apa yang selama ini kita kerjakan sedangkan orang fasik akan tergelincir oleh perbuatan dosa yang senantiasa mereka tabur. Lebih baik kita direndahkan dunia tetapi Tuhan meninggikan kita, daripada dunia meninggikan kita namun Tuhan merendahkan kita. • Stevanny Liem

Pertanyaan     : Apakah aku selama ini putus asa saat mengalami ketidakadilan?
Aplikasi          : Tetap setia melakukan kebenaran firman Tuhan.
Doa                 : Tuhan, berikan aku ketabahan untuk menjalani setiap proses yang Engkau ijinkan terjadi. Amin.

Jumat, 20 Agustus 2010

Konsisten


Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Mazmur 1 : 1

Bacaan : Mazmur 1 : 1 – 6

Mencius adalah seorang guru besar ajaran moral. Banyak pelajar mendatanginya untuk mendengarkan nasehatnya dan kadangkala raja Liang juga memanggilnya ke istana. Pada suatu kali saat bertemu raja, Mencius dengan lantang berkata bahwa raja adalah sosok yang tidak bijaksana. Dengan terkejut raja bertanya apa alasannya. Mencius lalu menunjuk sebuah pohon kecil dalam pot yang terkena sinar matahari. Dia lalu berkata bahwa pohon kecil yang hanya satu hari menerima sinar matahari lalu sepuluh hari di letakkan di tempat dingin tidak akan tumbuh. Sama seperti raja yang hanya sesekali memanggilnya, namun menghabiskan hampir seluruh waktunya dengan para pejabat dan kasim yang suka menjilat, maka sia-sia ajaran yang Mencius ajarkan padanya. Mencius mengajarkan kepada raja Liang untuk konsisten dan tidak berhenti belajar sesuka hati. (Sumber : Buku The Chinese A.R.T of Goal Setting – Elex Media Komputindo).

Girls, apapun impianmu hari ini, konsisten adalah suatu harga yang mau tidak mau harus kamu bayar. Katakanlah kamu ingin lulus kuliah dengan IP tinggi dan menguasai materi, kamu harus selalu belajar dan masuk kuliah dengan rutin. Kalau selama ini kamu hanya nitip absen, bikin tugas copy paste punya teman, atau membuat skripsi dengan cara nembak, alhasil kamu tetap lulus namun nggak bisa apa-apa. Percuma aja ip mu tinggi, namun kamu nggak ngerti ilmu apa yang kamu pelajari di kampus. Di dunia kerjapun sama aja. Kalau ingin terus naik posisi, kamu harus ulet dan disiplin memenuhi target yang perusahaan berikan. Kalau kamu kerja asal kerja, ya posisimu itu-itu aja. Dalam hal kerohanian pun sama, kamu harus mau konsisten melakukan semua firman Tuhan suka tidak suka, enak atau tidak enak.

Seorang yang berhasil dalam bidang apapun tidak akan pernah berhenti sesuka hati atau easygoing aja menjalani hidup, namun akan terus menerus belajar dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari waktu ke waktu. Semoga orang itu adalah kamu. • Richard

Jumat, 30 Juli 2010

Setengah Hati


Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. I Raja-raja 11 : 4

Bacaan : I Raja-raja 11 : 1 – 13

Kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, beberapa bulan lalu sempat menjadi kawasan yang indah dan tertib. Pedagang kaki lima yang sebelumnya berdagang di atas trotoar sepanjang Jalan Sabang tak boleh berdagang di atas trotoar lagi. Aparat kelurahan mengumpulkan mereka di beberapa titik sehingga trotoar dapat digunakan dengan nyaman bagi pejalan kaki, kawasan menjadi bersih dan indah. Namun, hal itu hanya terjadi beberapa bulan saja. Sekarang, Kawasan Jalan Sabang kembali kumuh, terutama sore hingga malam hari. Para pedagang kaki lima kembali berjualan di atas trotoar. Pada malam hari banyak tenda didirikan di tempat parkir kendaraan, dan sampah berserakan. Pejalan kaki terpaksa berjalan di sepanjang badan jalan karena trotoar telah berfungsi menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima.

Banyak kejadian di sekitar kita seperti kejadian di atas yang sering terjadi. Suatu kebijakan atau aturan di terapkan, namun hanya di taati sesaat saja. Saat aturan itu di terapkan lagi dengan ketat, baru masyarakat taat. Tetapi ketika aturan itu tidak lagi di ketatkan atau aparat pemerintah tidak lagi mengawasi, aturan itu kembali di langgar. Mengapa hal ini sering terjadi dan kita sendiri kadang juga ikut-ikutan melanggar bila tak ada yang mengawasi? Karena kita melakukan aturan itu dengan setengah hati. Kita tidak menganggap suatu aturan atau kebijakan yang dibuat pemerintah atau suatu lembaga penting, dan tidak ada kesadaran dari diri sendiri untuk melakukan itu secara konsisten walaupun tidak ada yang mengawasi.

Hari ini, masihkah kita menjalani dan melakukan firman Tuhan dengan sepenuh hati? Kalau selama ini kita selalu gagal melakukan firman Tuhan, ambilah contoh sederhana berkata jujur, mungkin selama ini kita melakukan firman Tuhan tidak dengan sepenuh hati. Kita tidak menganggap firman Tuhan sebagai suatu aturan yang penting dan sangat baik untuk diri kita, tetapi hanya sekedar aturan yang terpaksa kita taati karena kita takut berdosa atau dianggap orang Kristen yang munafik. Memang kita adalah manusia yang tak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Setiap hari sadar atau tidak sadar kita pasti jatuh dosa. Namun, bukan berarti kita bisa seenaknya melakukan firman Tuhan. Saat kita lagi mood, kita bisa sangat taat. Namun kalau bad mood, kita ogah-ogahan melakukan firman Tuhan bahkan sengaja melanggarnya.

Melakukan firman Tuhan dengan konsisten dalam segala keadaan akan membuat Anda sukses dalam segala hal. Jalani apapun yang Anda perbuat dengan sepenuh hati sehingga Anda pun menuai hasil yang terbaik pula. Pengalaman Salomo yang tidak sepenuh hati melakukan apa yang benar di mata Tuhan kiranya menjadi rambu-rambu dan peringatan buat kita semua agar taat melakukan apa yang benar di mata Tuhan dengan sepenuh hati. Sebijaksana atau sekaya apapun diri Anda, semuanya itu akan sia-sia kalau Anda tidak sepenuh hati mengikut Tuhan.