Website counter
Tampilkan postingan dengan label Keteladanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keteladanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Menirukan Gaya

Baca : Titus 2 : 1 – 10
… dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu. (Titus 2 : 7)

Dalam acara tutup tahun 2011, aku didaulat menjadi moderator game. Aku lalu menyiapkan empat game, salah satunya game menirukan gaya. Jadi aku meminta satu demi satu teman-teman yang hadir untuk menirukan sebanyak mungkin gaya teman-teman yang mereka kenal. Yang paling banyak menirukan gaya adalah pemenangnya dan dapat hadiah. Satu demi satu beraksi menirukan gaya, mereka pun menirukan gayaku. Aku geli melihat satu demi satu teman-temanku menirukan gayaku yang selama ini tidak kusadari. Ternyata selama ini teman-temanku memperhatikan gayaku saat bicara, saat berjalan, saat memimpin acara, saat makan, bahkan saat marah, sehingga dengan mudah mereka meniru.

Guys, sering tanpa kita sadari gaya kita diperhatikan oleh orang lain. Ada orang-orang tertentu bahkan meniru gaya kita. FirTu hari ini bicara tentang menjadikan diri kita sendiri teladan dalam berbuat baik. Yuk kita cek gaya kita masing-masing. Apakah saat makan kita memiliki gaya makan yang sopan, atau urakan. Saat kita bicara, apakah tutur kata kita membuat lawan bicara semangat, atau bĂȘte. Saat mengerjakan sesuatu, apakah kita bekerja dengan sungguh-sungguh atau malas-malasan. Sekalipun kita bukan pendeta atau guru, teman-teman di sekitar kita melihat teladan hidup kita. dari situlah mereka akan tahu siapa sejatinya kita sekalipun kita tak pernah mengatakan apa kelemahan dan kelebihan kita.

Tingkah laku kita sadar atau tidak sadar selalu diamati oleh orang-orang sekitar kita, sehingga mari kita mendisiplin diri untuk memiliki tingkah laku yang benar. Untuk menunjukkan bahwa kita murid Yesus, tindakan kita sehari-hari seharusnya meneladani Kristus. Kalau selama ini kita memiliki tingkah laku yang kurang baik, belum terlambat untuk berubah. Baca cara hidup Yesus, renungan, dan praktekkan dengan konsisten, maka lambat tapi pasti kita akan semakin serupa dengan Yesus. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungah Spirit Next – Kamis, 24 Mei 2012
Pertanyaan    : Seperti apa gayaku selama ini?
Aplikasi          : Milikilah tingkah laku yang baik.
Doa                 : Tuhan, ajar aku memperhatikan tingkah lakuku. Amin.

Senin, 16 April 2012

Teladan Sang Guru

Baca : Yohanes 13 : 1 – 20
Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13 : 15)

Sejak kecil sampai sekarang, kita pasti sering sekali menerima nasehat atau pelajaran dari orang-orang di sekitar kita. Sebagian besar nasehat mereka pasti berisi hal-hal yang baik, hal-hal yang mengajarkan kita hidup lurus. Namun kenapa kadang kita tak mau menuruti omongan mereka? Sederhana, karena tidak adanya teladan.

WANITA, sudah biasa kita mendengar petinggi negara ini gembar-gembor cintailah produk Indonesia, tetapi mobil dinasnya buatan luar negeri dan saat tamasya sukanya ke luar negeri. Sudah biasa kita dengar beberapa petinggi negara berkata memerangi korupsi, tetapi beberapa waktu kemudian ditangkap KPK karena terbukti korupsi. Sudah biasa pula kita mendengar ada pendeta ngajarin saling mengasihi, namun pendeta itu bermusuhan dengan pendeta gereja lain. Sudah biasa kita dengar guru menasehati anak didiknya agar jangan menyontek atau melakukan kekerasan, namun kenyataan berbicara ada beberapa guru yang melakukan pemukulan pada muridnya sendiri dan ada guru menyuruh muridnya nyontek saat UN agar mereka semua lulus. Mungkin kita juga pernah kecewa pada penulis yang pintar menulis ini dan itu, namun pada prakteknya penulis itu tak bisa melakukan apa yang dia tulis.

WANITA, lalu bagaimana caranya kita tetap bisa bertumbuh dalam iman kita kepada Tuhan di tengah orang-orang yang sebagian hanya bisa menasehati namun tak bisa memberikan teladan? Pertama, ikuti nasehat Yesus yang mengajar kita agar menuruti ajaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi namun jangan tiru perbuatan mereka (Matius 23 : 3). Kedua, jadikan Yesus sebagai teladan kita. Jika kita hari ini menyebut Yesus adalah Guru dan Tuhan, lakukan apa yang Yesus lakukan (ayat 15). Sederhana, bukan? Jadilah orang yang memberi teladan, bukan hanya sekedar memberikan nasehat tanpa praktek. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Senin, 30 April 2012
Pertanyaan    : Apakah hidupku menjadi teladan baik buat orang lain?
Aplikasi          : Turuti perintah Yesus dan teladan-teladanNya.
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk menjadikan Engkau sebagai teladanku. Amin.

Kamis, 21 Oktober 2010

Bertahan Hidup 69 Hari Dalam Tanah

Setelah lebih dari 2 bulan terjebak di bawah tanah area pertambangan, seluruh petambang Cile sebanyak 33 orang berhasil ditarik dengan selamat menggunakan semacam kapsul penyelamat yang lebarnya hampir sama dengan bahu. Dengan kecerdikan dan teknologi masa kini, para petambang bertahan hidup selama 68 hari pada kedalaman 2.050 kaki (625 meter) di bawah permukaan tanah melawan kelaparan, ketakutan, dan penyakit. Sejak area pertambangan runtuh pada tanggal 5 Agustus 2010 hingga mereka melakukan hubungan komunikasi dengan permukaan 17 hari kemudian, para petambang menjatah masing-masing denga dua sendok penuh ikan tuna, setengah biscuit, dan setengah gelas susu setiap 48 jam. Kemudian tim pencari di atas permukaan tanah menemukan para petambang dengan mengebor lubang kecil, mereka mulai mengirimi para petambang agar-agar, sup, dan obat-obatan dalam plastik kecil yang disebut "doves". Kemudian para dokter beralih memberikan diet ketat termasuk daging dan nasi, dengan membatasi asupan kalori sebesar 2.200 untuk menjaga para petambang tetap ramping sehingga bisa masuk ke dalam kapsul evakuasi yang hanya berdiameter 66 cm. di terowongan dekat para petambang menyelamatkan diri, ada toilet kimia dan kaktus, dilengkapi saluran air yang dapat diminum.

Sinyal pertama dari petambang bahwa mereka masih hidup datang pada tanggal 22 Agustus 2010, ketika kepala bor menyentuh kedalaman tanah tempat para petambang berada. Tim penyelamat yang menarik bor menemukan catatan "33 orang dari kami dalam kondisi baik dalam tempat perlindungan". Ketika lubang dibor pertama kali dan mendapati para petambang dalam keadaan hidup, surat segera dikirim melalui "doves". Lalu menyusul serat optic fiber untuk telepon dan konferensi. Dokter juga dapat mengirim sabuk biometric untuk memonitor dan mengirimkan sinyal penting para petambang dengan menggunakan teknologi nirkabel. Sejak pertama ditemukan, para petambang segera menyusun jadwal makan, termasuk sarapan, makan siang, makan malam, dan minum teh pada sore hari. Didukung dengan daya listrik 500 watt, mereka memasang penerangan untuk membuat simulasi seolah-olah siang dan malam untuk memperkecil dampak ketika mereka kembali ke permukaan. Ahli fisiologi membuat jadwal latihan ringan untuk menjaga tubuh para petambang tidak bertambah gemuk sehingga dapat masuk ke kapsul penyelamat. Pada pekan belakangan, para petambang mulai membantu proses pengeboran dengan membersihkan reruntuhan di terowongan.

Beberapa petambang adalah penggemar fanatik sepak bola, dan salah satunya pernah menjadi pemain profesional. Jadi, mereka mengatur cara untuk melihat pertandingan bola langsung antara Cile melawan Ukraina pada suatu pertandingan persahabatan dengan proyektor kecil. Mereka juga menerima video tentang legenda sepak bola seperti Pele dan Maradona, dan mengatur tempat perlindungan menjadi seperti tempat judi kecil, dimana mereka bermain kartu, domino dan permainan dadu. Belakangan, psikolog memberi ijin untuk mendapatkan surat kabar edisi terbaru. Petambang juga mendapat pemutar musik kecil dan speaker serta injil dan rosario yang diberkati Paus Benekdiktus. Para perokok mengunyah permen karet nikotin. Salah satu petambang menikmati hadiah video kamera kecil, yang dipakai untuk merekam salah satu ujian terberat mereka. Sumber : REUTERS