Website counter
Tampilkan postingan dengan label Kesabaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesabaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Bayi Prematur


Pengkhotbah 3 : 1 – 15
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. (Pengkhotbah 3 : 1)

Seminggu yang lalu aku nengok salah satu sepupuku yang baru aja punya baby. Saat ketemu mereka di rumah sakit, aku heran kok bayinya nggak ada. Ternyata bayi itu ditempatkan diruangan khusus yang ada inkubatornya karena babynya itu lahir prematur. Kalau kelahirannya normal, mustinya sepupuku melahirkan bulan depan. Namun karena maju satu bulan, yaitu delapan bulan, babynya harus masuk inkubator dulu agar tidak mengalami kematian. Saat melihat sang baby dari balik kaca. Tubuhnya lebih kecil daripada baby pada umumnya dan terlihat kurang sehat.
Segala yang prematur biasanya nggak akan jadi baik, termasuk hidup kita. Ingat nggak waktu kita masih kecil, kita pengen pake lipstick seperti yang Mama lakukan waktu mau pergi ke pesta. Kita coba pake, ternyata bibir kita jadi jelek dan lebih mirip badut. Kita pengen cepet-cepet naik motor sendiri, pengen cepet-cepet pacaran, bahkan yang parah dan udah dilakuin anak muda seumuran kita, pengen ngerasain seks itu gimana sih, cium-ciuman itu gimana sih. Akibatnya fatal, banyak anak muda terpaksa putus sekolah gara-gara jadi ibu muda atau bapak muda. Sebagian lagi masuk penjara karena menghamili kawannya. Berita di koran dan televisi udah biasa memberitakannya sehingga kita merasa udah nggak aneh. Segala sesuatu ada waktunya, sehingga jangan pernah memaksa untuk melakukan yang memang belum pantas kamu lakukan, sekalipun kamu merasa bisa melakukannya. Salah satunya ya pengen coba-coba seks.
Youthers, iblis akan selalu mengodamu untuk coba-coba dan berkata jangan kuno seperti bapak ibumu. Masih banyak hal-hal positif yang bisa kamu lakuin seperti belajar giat agar dapat beasiswa, berolahraga giat agar bisa jadi atlit hebat dan badan sehat, menekuni hobi tertentu yang menghasilkan duit dan memuliakan Tuhan, daripada mikirin sesuatu yang belum waktunya kamu nikmati. Jangan korbankan masa mudamu untuk melakukan sesuatu yang belum waktunya kamu lakukan. (ric)

Think about it  : Segala yang prematur biasanya nggak akan jadi baik.
Pray                 : Bapa, ajar kami untuk tahu apa yang harus kami lakukan dan mana yang harus tidak kami lakukan.

Jumat, 28 Desember 2012

Bermental Baja

Baca : II Korintus 4 : 1 – 15
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; (II Korintus 4 : 8)

Ada sebuah pepatah kuno dari Rusia yang berkata : ″Palu menghancurkan kaca, tapi palu membentuk baja.″ Apa makna kalimat bijak ini? Kita adalah cara pandang kita terhadap masalah. Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika masalah menghantam layaknya pukulan sebuah palu, maka dengan mudah kita putus asa, kecewa, stres, dan hancur hati. Kita rentan terhadap benturan dan gampang sekali tersinggung. Sedikit benturan dan gesekan dengan seseorang bisa begitu mudah menghancurkan hubungan kita. Sedangkan jiwa yang bermental baja adalah positif. Sekalipun dirinya berulangkali dihantam masalah, ia tetap bersyukur dan karakternya semakin lebih baik. Orang yang bermental baja sadar diri bahwa hantaman masalah itu baik untuk dirinya.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, apa respon kita selama ini saat Tuhan biarkan penindasan, masalah, dan kesulitan terus menghantam diri kita? Apakah kita merespon seperti kaca atau baja? Respon yang kita pilih akan menentukan seperti apa masa depan kita kelak. Bicara masalah penindasan, Paulus adalah rasul yang sangat sering mengalami penindasan baik dari bangsanya sendiri maupun bangsa asing yang dilayaninya. Dalam suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus, Paulus bercerita bahwa dalam segala hal ia ditindas dan dianiaya, ia tidak pernah putus asa. Secara hitung-hitungan dunia Paulus merugi banyak, namun ia melihat bahwa semua pukulan masalah yang ia terima itu baik buat dirinya dan rekan-rekan sepelayanannnya. Melalui penindasan dan aniaya, Paulus belajar untuk makin bergantung kepada Tuhan, bukan pada kekuatannya sendiri. Hasilnya, ia berhasil mendirikan berbagai jemaat di berbagai kota yang disinggahinya.

Mari kita menjadi seorang Kristen yang bermental baja, sehingga seberat apapun masalah yang menghantam kita, masalah itu justru membentuk kita makin berguna dan tahan uji. Tuhan membentuk kita makin serupa dengannya melalui berbagai pukulan masalah. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Minggu, 9 Desember 2012
Pertanyaan    : Apakah saya seorang Kristen yang tahan uji?
Aplikasi          : Jangan pernah putus asa saat menyelesaikan masalah.
Doa                 : Tuhan, bentuk mental kami seperti baja yang makin berguna dan kuat saat menerima berbagai bentuk pukulan. Amin.

Selasa, 27 November 2012

Menunggu Tuhan

Baca : Matius 25 : 1 – 13
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua  lalu tertidur. (Matius 25 : 5)

Pada awal bulan Oktober kemarin, saya berniat menjual seluruh koran yang sudah saya baca kepada tukang loak. Koran itu banyak, ada sekitar 25 kilogram. Setelah mengikat koran-koran itu menjadi tiga bundel, saya menunggu ibu tukang loak yang biasa lewat. Di tunggu dari pagi sampai siang, ibu ini tak muncul juga. Akhirnya muncul juga ibu tukang loak dan segera saya menjual seluruh koran itu sehingga agak legalah perpustakaan saya.

WANITA, menunggu memang membosankan, saya setuju itu. Kalau kita pas tidak butuh atau tidak minat, orangnya muncul. Namun kalau pas butuh dan kita tunggu-tunggu, justru tak muncul. Nah, kalau kita bosan menunggu seseorang, menunggu bus umum, atau menunggu gajian, apakah kita bosan menunggu Tuhan datang? Atau kita malah lupa bahwa Tuhan akan datang kedua kali karena sibuk bekerja dan sibuk mengerjakan ini dan itu? Tuhan pasti datang untuk kedua kalinya. Kapan? Tak ada yang tahu. Meski pun kita tak pernah tahu kapan Tuhan datang, menunggu Tuhan itu menyenangkan karena kita bisa menikmati segala macam berkat Tuhan selama kita hidup. Coba kita menghitung. Kita hari ini bisa kerja, bisa pelayanan, bisa mencari uang sendiri, bisa memenangkan jiwa-jiwa baru untuk Tuhan, mengasihi orang menderita, bisa bertumbuh secara karakter, dll.

WANITA, jangan beban menjadi Kristen, namun nikmati hidup menjadi Kristen. Kalau kita sekedar percaya Yesus setelah itu hidup duniawi seenaknya, kita sama saja seperti gadis-gadis bodoh yang menunggu mempelai datang tanpa membawa cadangan minyak. Cadangan minyak kita dalam menunggu Yesus adalah selalu melakukan firman, sehingga saat Tuhan datang, kita didapati-Nya setia dan siap untuk pergi bersama-Nya ke surga. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Senin, 8 Oktober 2012
Pertanyaan    : Apakah saya menikmati hidup sebagai Kristen?
Aplikasi          : Jangan beban menjadi seorang Kristen.
Doa                 : Tuhan, bantu aku tetap bersukacita menunggu kedatangan-Mu. Amin.

Kamis, 30 Agustus 2012

110 Miliar Rupiah

Baca : Markus 5 : 1 – 20
Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. (Markus 5 : 13)

Menteri BUMN Dahlan Iskan di acara talk show Kompas Karier Fair 2012, menceritakan pengalamannya pernah mempertahankan seorang pegawainya untuk tetap bekerja, sekalipun merugikan perusahaannya Rp 110 miliar. Suatu saat pegawainya itu mengajukan konsep membangun bisnis. Dahlan pun mengizinkan uang perusahaannya sebesar Rp 10 miliar dipakai membuka bisnis itu. Pihak Singapura memberikan pinjaman Rp 100 miliar. Lalu, Rp 110 miliar itu diputar. ketika terjadi krisis, uang itu ludes. Pegawai itu menghadap dan menangis di depannya. Dahlan mengaku tak menemukan celah si pegawai ingin korupsi dengan uang perusahaannya. Ketika pegawai itu bertanya, apakah dia harus keluar, Dahlan dengan tegas menjawab tidak. Dahlan beralasan, pegawai tersebut telah belajar dari kesalahannya. Kejadian buruk tersebut dianggapnya hanya risiko bisnis semata.

Hamba Tuhan, Tuhan sangat menghargai kita semua, termasuk jiwa-jiwa yang masih terhilang dengan nilai yang sangat tinggi. Sewaktu Yesus melihat ada seorang Gerasa yang dirasuk legion sehingga menjadi gila dan sangat menderita, Yesus usir legion itu. Namun legion minta sarat yang cukup mahal untuk melepaskan orang Gerasa, ia minta pindah ke pasukan babi yang sedang mencari makan, dan Yesus penuhi syarat itu. Marilah kita menghitung, anggaplah seekor babi harganya satu juta lalu dikalikan dua ribu. Hasilnya 2 miliar. Yesus rela membayar harga begitu mahal hanya demi satu orang Gerasa, yang notabene bukan orang Yahudi, karena Yesus ingin menunjukkan pada kita semua bahwa jiwa manusia sangat berharga.

Hamba Tuhan, kalau hari ini kita merasa merugi banyak karena mengasihi satu jiwa yang terhilang, mintalah ampun pada Tuhan karena kita mulai hitung-hitungan. Tuhan Yesus tak pernah hitung-hitungan dalam menyelamatkan jiwa yang hilang, bahkan Ia rela mati. Hendaknya kita pun tidak berhitung masalah uang, waktu, tenaga, maupun pikiran demi menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Penuai – Rabu, 22 Agustus 2012
Pertanyaan    : Apa yang aku rasakan saat mengasihi jiwa-jiwa yang belum percaya?
Aplikasi          : Jangan pernah perhitungan dalam menyelamatkan jiwa.
Doa                 : Tuhan, lembutkan hatiku agar tidak perhitungan saat menyelamatkan jiwa. Amin.

Menghadapi Plagiat

Baca : Lukas 9 : 49 – 50
Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu." (Lukas 9 : 50)

Saat kita mulai berhasil dalam pelayanan, biasanya akan ada hamba Tuhan gereja lain yang meniru. Mereka meniru cara kita berkhotbah, cara kita menginjil, metode kita membahas Alkitab, dan lain sebagainya. Bagi sebagian kita, hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan jengkel. Kalau saat ini kita marah karena tindakan kita ditiru orang lain, ketahuilah bahwa meniru keberhasilan orang lain adalah sesuatu yang sangat alami. Setiap gereja dan setiap orang melakukannya. Imitasi adalah bentuk sempurna dari sebuah pujian. Artinya saat orang lain meniru tindakan kita, sebetulnya mereka sedang memuji kita. Karena sangat tidak mungkin orang meniru kejelekan kita.

Hamba Tuhan, Yesus pun pernah mengalami hal ini. Karena begitu populernya Yesus sehingga setan-setan takut pada-Nya, ada orang yang bukan pengikutNya menggusir setan atas nama-Nya. Yohanes lalu menceritakan hal ini pada Tuhan dan ia berkata bahwa mereka mencegah orang itu. Apa kata Yesus? Jangan cegah, karena barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu. Kalau saat ini ada hamba Tuhan meniru kesuksesan Anda membangun jemaat, membuat keuangan gereja sehat, memenangkan banyak jiwa, atau apapun, biarkan mereka. Selama mereka memberitakan kebenaran firman Tuhan, biarkan mereka sama-sama bertumbuh bersama Anda. Jangan takut nanti gereja Anda akan jauh lebih sedikit jemaatnya atau pemasukan gereja akan berkurang, karena tuaian berasal dari Tuhan. Bagian kita adalah menggarap ladang, memupuk, dan menuainya.

Semakin kita sukses, semakin banyak orang yang meniru kita. Oleh karena itu, solusinya adalah tetap melakukan peningkatan sehingga pelayanan kita selalu menghasilkan yang terbaik untuk Tuhan maupun untuk jemaat. Bagikan kemampuan kita pada sebanyak mungkin orang, sehingga semakin banyak jiwa dan pertumbuhan mampu kita hasilkan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Penuai – Selasa, 21 Agustus 2012
Pertanyaan    : Apakah aku marah-marah saat ada orang meniru kemampuanku?
Aplikasi          : Bagikan kemampuan kita kepada sebanyak mungkin orang.
Doa                 : Tuhan, ajar aku mau membagikan ilmu pemberianMu. Amin.