Website counter
Tampilkan postingan dengan label Keinginan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keinginan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Sudut Pandang

Baca : I Timotius 6 : 2b – 10
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (I Timotius 6 : 9)

Isilah sebuah gelas sampai setengah bagian gelas itu penuh. Setelah itu, perhatikan air dalam gelas itu. Menurut Anda, gelas itu hanya berisi air setengah, atau gelas itu masih terisi setengah air? Ada yang menjawab gelas itu hanya berisi setengah, ada pula yang menjawab gelas itu terisi setengah air. Apapun pilihan Anda, jawaban Anda benar. Sudut pandang kitalah yang membedakan. Kalau kita menjawab bahwa gelas itu hanya terisi setengah air, kita hanya fokus pada kekurangan. Sedangkan kalau menjawab gelas itu masih terisi setengah, kita fokus pada apa yang masih ada atau apa yang masih lebih.

WANITA, prinsip yang sama juga berlaku dalam segala hal. Cara pandang kita sangat menentukan apa tindakan yang akan kita ambil dan apa yang kelak akan kita tuai. Uang, internet, ganja, seks, hobi, atau pelayanan, bisa menjadi sesuatu yang negatif atau positif tergantung dari cara pandang kita sendiri. Kita ambil contoh uang, uang bisa menjadi tuan yang jahat atau hamba yang baik, tergantung dari cara pandang kita tentang uang dan bagaimana menggunakannya. Uang tiga juta bisa untuk membayar uang sekolah anak, makan, bensin, PAM, telpon listrik, dan menabung jika kita memandang uang adalah titipan Tuhan dan kita kelola dengan bijak. Uang tiga juta yang sama bisa ludes dalam hitungan menit jika kita gunakan untuk shoping barang-barang yang sekedar memuaskan keinginan.

WANITA, jangan takut memiliki banyak uang, namun jangan sampai kita cinta uang. Jangan anti dengan kemajuan teknologi, namun jangan sampai kita menomorduakan Tuhan karena menguasai teknologi. Segala sesuatu yang kita punya, termasuk uang, bisa menjadi baik atau jahat tergantung dari bagaimana cara kita melihat dan menggunakannya. Pandanglah dengan tepat dan gunakan segala sesuatu yang Tuhan percayakan pada kita dengan benar. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Sabtu, 26 Mei 2012
Pertanyaan    : Bagaimana cara pandangku selama ini?
Aplikasi          : Pandanglah dengan tepat.
Doa           : Tuhan, ajar aku untuk memiliki cara pandang yang benar pada apapun yang Engkau percayakan kepadaku. Amin.

Selasa, 31 Januari 2012

Kurang Satu Digit

Baca : Markus 10 : 17 – 27
Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Markus 10 : 21)

Di sebuah ibadah tengah minggu, saya berkenalan dengan seseorang yang baru pertama kali datang. Setelah berbicara ke sana ke mari, kami pun bertukar nomor telepon. Setelah saya mendapatkan nomornya, saya miscall nomor tersebut namun tak nyambung. Saya tanya apakah sedang gangguan atau hp-nya mati, ternyata tak ada gangguan dan nomor itu aktif. Setelah diselidiki, ternyata dia kurang satu digit memberikan nomor. Dalam kesempatan lain, saya pun pernah diminta kembali mengetikan password saat membuka FB karena password yang dimasukan kurang satu digit.

Kurang satu digit dalam hal apapun pasti membawa dampak buruk. Bagi kita yang bekerja di bagian administrasi, salah input satu digit angka bisa fatal, misalnya transaksi 10 juta menjadi hanya 1 juta karena kurang satu nol. Kurang satu digit saat mengetikan nomor yang ingin dihubungi, akibatnya tak mungkin bisa nyambung. Kurang satu digit memasukan kode pin kartu ATM, dijamin gagal. Dalam mengikut Tuhan pun demikian, kalau kita tidak berusaha menjadi sempurna seperti Yesus (Matius 5:48), maka sukar bagi kita masuk kerajaan Allah. Orang kaya yang ingin menjadi murid Yesus sangat taat melakukan semua perintah Allah sehingga Yesus menaruh kasih kepadanya, namun ia gagal mengikut Yesus karena memiliki satu kekurangan yaitu terikat dengan harta bendanya. Akibatnya walaupun ia sudah berhasil melakukan semua hukum Taurat, ia tak pernah menjadi murid Yesus.

Sudahkah kita sempurna mengikut Tuhan? Para murid Yesus semula adalah orang berdosa dan tidak dipandang, namun hari ini kita mengenal mereka sebagai murid yang dipakai Tuhan luar biasa karena mau terus diubahkan oleh Tuhan sekalipun harus mengalami aniaya dan kesusahan. Memang sulit menjadi sempurna seperti Allah, namun kita bisa kalau mau berusaha. Segala sesuatu mungkin bagi Allah, sehingga mari melakukan bagian kita yaitu mau terus diubahkan oleh firman Tuhan. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Apakah aku sungguh-sungguh ikut Tuhan?
Aplikasi          : Mau terus diubahkan oleh firman Tuhan.
Doa                : Ajar aku Tuhan untuk hidup seturut firman-Mu. Amin.

Jumat, 16 Juli 2010

Desire


Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. Kejadian 29 : 20

Bacaan : Kejadian 29 : 1 – 30

Kalau hari ini Anda mendapat tantangan untuk menyeberangi Selat Sunda dengan berenang atau memakan cacing tanah hidup-hidup dengan uang imbalan yang cukup menggiurkan, apakah Anda berminat? Banyak orang suka tantangan dan tidak sedikit berani mengambil tantangan itu karena memiliki desire atau keinginan yang sangat besar. Acara Fear Factor adalah contoh nyata betapa dahsyatnya kuasa keinginan. Orang rela melakukan apapun bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk memperoleh apa yang dia inginkan walaupun tantangan hebat menghadang di sana-sini. Sudah sering kita dengar pula seorang ayah dengan gagah berani masuk kerumahnya yang terbakar demi menyelamatkan anaknya atau seorang ayah yang entah mendapat kekuatan dari mana mampu mengangkat reruntuhan bangunan selama berjam-jam demi menyelamatkan anaknya yang terkubur dalam reruntuhan itu akibat gempa.

Itulah kekuatan keinginan. Selemah apapun kondisi Anda saat ini, Anda bisa menjadi sosok yang sangat luar biasa kalau memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Keinginan adalah suatu bahan bakar yang membuat sesuatu yang tidak mungkin secara fakta menjadi mungkin secara kenyataan. Namun sehebat apapun Anda mengguasai suatu talenta, tanpa keinginan tindakan Anda tidak akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Contoh sederhananya begini, Anda adalah seorang maestro patung yang begitu luar biasa dalam membuat suatu patung. Namun satu kali Anda sangat tidak memiliki minat untuk membuat suatu patung tetapi di paksa membuat patung. Akibatnya sudah bisa di tebak. Patung buatan Anda pasti tidak di buat sepenuh hati dan kemungkinan besar buruk karena Anda membuatnya dengan asal-asalan.

Keinginan adalah salah satu bahan bakar untuk Anda bisa menghasilkan karya terbaik. Miliki desire yang kuat sehingga apapun impian Anda bisa tercapai walaupun fakta berbicara mustahil mewujudkan keinginan Anda menjadi kenyataan. Mintalah bantuan kepada Tuhan agar selalu memberikan keinginan yang kuat untuk melayani Dia dan sukses dalam pekerjaan yang Anda tekuni saat ini.