Website counter
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Kamu Sangat Berguna

Baca : Matius 25 : 14 – 30
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. (Matius 25 : 15)

Di sebuah kapal kargo yang tengah berlayar, ada 4 ekor hewan yang menumpang yaitu ayam, gajah, harimau dan tikus. Saat keempatnya berkumpul, ayam memamerkan kehebatannya bertelur dan dagingnya yang lezat. Gajah menyombongkan kekuatan. Harimau tak mau kalah dengan berkata ia sumber pemasukan pemilik sirkus. Sedangkan tikus hanya diam sehingga ketiga kawannya mengejeknya. Suatu hari kapal itu mengalami kebocoran. Keempat hewan itu dan kru kapal panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena titik kebocoran di tempat tersembunyi padahal kapal semakin tenggelam. Tikus mengambil inisiatif bertindak. Dengan tubuh mungilnya ia mudah masuk ke sela-sela kayu untuk menemukan sumber kebocoran. Akhirnya kapal dapat diselamatkan. Ketiga temannya pun malu karena telah mengejek tikus.

Girls, nggak ada orang bodoh atau nggak bisa apa-apa sehingga jangan pernah minder kalau kamu saat ini sering diejek karena nggak bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan banyak orang. Jangan juga suka menghina kekurangan orang lain karena ia tidak bisa melakukan apa yang bisa kamu lakukan. Perumpamaan tentang talenta secara tersirat menunjukkan Tuhan itu adil. Semua orang sesungguhnya ada berkatnya sendiri-sendiri dan orang itu pasti berkecukupan, bahkan berkelimpahan kalau mau menjalankan talentanya. Oleh karena itu semua orang pasti bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, sekalipun dia hanya bisa melakukan satu hal. Nggak semua orang jago menghibur orang tua yang sudah sepuh, nggak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik, nggak semua orang bisa menjahit, nggak semua orang bisa menjadi tukang cukur. Banyak orang minder dengan dirinya karena hanya fokus pada kekurangannya. Di sisi lain, banyak orang sombong dan suka menghina karena hanya fokus pada dirinya dan tidak bisa melihat kelebihan orang lain.

Yuk, kita menjadi pribadi yang semangat dalam memaksimalkan talenta apapun yang dipercayakan Tuhan dan jangan pernah menghina siapapun yang sepertinya bodoh dan tak bisa apa-apa. Kita semua spesial dan pintar karena kita ciptaan Tuhan. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Minggu, 26 Mei 2013
Pertanyaan    : Apakah saya pribadi yang semangat dalam memaksimalkan talenta?
Aplikasi          : Jangan pernah menghina siapapun.
Doa                 : Tuhan, ajar saya menghargai diri sendiri dan orang lain. Amin.

Selasa, 30 April 2013

Belum Terbiasa

I Petrus 4 : 12 – 19
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. (I Petrus 4 : 12)

Kalau hari ini saya berkata kepada Anda, ″Saya tidak mungkin bisa makan dengan sumpit karena saya tidak terbiasa,″ atau ″Saya tidak mungkin bisa menjadi pendaki gunung karena takut ketinggian,″ Anda mungkin menganggap saya berlebihan. Kenapa?  Karena ada jutaan orang bisa makan sumpit dan menjadi pendaki gunung. Kita sebetulnya bisa melakukan segala sesuatu, meskipun bukan ahli. Kita saat ini belum bisa karena belum terbiasa.

WANITA, masihkah ada alasan untuk Anda menyerah melakukan sesuatu yang ingin Anda bisa namun sepertinya mustahil saat ini? Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini bicara cukup keras dengan mengatakan, jangan kita menganggap nyala api siksaan seolah-olah sesuatu yang luar biasa. Arti sederhananya, janganlah kita menganggap berbagai masalah dan tantangan yang kita alami sebagai seorang Kristen adalah hal yang luar biasa. Tuhan ijinkan kita mengalami berbagai ujian tentu sudah tahu kemampuan kita dan Dia pasti berikan jalan keluar. Kalau Tuhan hari ini gerakkan hati kita untuk melakukan sesuatu yang belum kita bisa, Tuhan pasti akan mampukan kita melakukan hal itu. Sekarang tinggal bagian kita, mau atau tidak mengambil tantangan itu. Kenapa hari ini ada sebagian orang Kristen hidupnya bertumbuh luar biasa padahal hidupnya mengalami banyak tekanan, sedangkan sebagian lain hidupnya suam-suam kuku? Karena yang suam-suam kuku menganggap berbagai tantangan yang ia alami luar biasa, sehingga mereka memilih mengasihani diri sendiri. Mereka takut gagal dan takut dicemooh orang sehingga memilih berdiam diri.

WANITA, gagal saat belajar sesuatu itu lumrah. Takut saat belajar sesuatu yang tidak pernah kita coba itu wajar. Namun jangan pernah menganggap Anda pasti tidak bisa. Anda pasti bisa kalau mau belajar, termasuk bisa tetap berdiri teguh mengikut Tuhan sampai mati. • Richard

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Jumat, 26 April 2013
Pertanyaan    : Apakah saya takut untuk mencoba.
Aplikasi          : Jangan takut untuk belajar.
Doa                 : Tuhan, ajar saya untuk berani mencoba ketrampilan atau ilmu yang belum saya kuasai. Amin.

Kamis, 28 Februari 2013

Kebaikan Kecil


Baca : Amsal 3 : 27 – 35
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. (Amsal 3 : 27)

Tahun 2006 merupakan tahun di mana kondisi keuangan saya sedang terpuruk. Kala itu saya kuliah tanpa mendapat biaya lagi dari orangtua, sehingga saya melamar pekerjaan ke sana ke mari, sambil bekerja serabutan. Suatu hari saat mengantar pesanan seorang teman ke rumahnya, ban sepeda saya sobek sehingga baik ban dalam maupun ban luarnya harus diganti. Padahal uang yang ada di dompet tak cukup. Akhirnya sambil menuntun sepeda, saya tetap mengantar pesanan ke rumahnya. Melihat keadaan sepeda dan tahu saya tak ada uang untuk beli ban, teman ini meminjami saya uang tiga puluh ribu rupiah sambil berkata nggak usah buru-buru dikembalikan. Kalau sudah ada pekerjaan tetap, baru saya boleh mengembalikan pinjamannya. Berkat bantuannya saya bisa membeli ban.

WANITA, peristiwa itu terjadi enam tahun silam dan saya percaya teman ini mungkin sudah lupa atas apa yang dia lakukan. Namun bagi saya, kebaikan kecilnya selalu saya ingat. Satu hal tampaknya sepele bagi seseorang, ternyata bisa menjadi hal yang sangat berarti dan selalu diingat oleh orang yang menerimanya. Mungkin ada sebagian kita paling malas kalau melakukan satu kebaikan yang terkesan sangat remeh. Misalnya menolong seorang nenek atau seorang buta menyebrang jalan, memberikan petunjuk jalan dengan ramah pada seseorang dari luar kota yang bertanya arah jalan, atau memberikan secangkir teh hangat pada seorang tak dikenal yang berteduh di teras rumah kala hujan. Jangan pernah anggap remeh kebaikan-kebaikan kecil karena kadang itu bisa berdampak besar bagi orang yang menerimanya.

Kalau kita bisa menabur kebaikan, jangan pernah menahannya dengan alasan apapun, karena kadang Tuhan kirimkan orang-orang tertentu kepada kita untuk bisa kita tolong, supaya kita bisa mempraktekkan kasih. Buatlah dunia lebih baik dengan kita menabur kebaikan-kebaikan kecil kepada siapapun yang bisa kita bantu saat ini. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Wanita – Jumat, 8 February 2013
Pertanyaan    : Pernahkah saya menahan kebaikan?
Aplikasi          : Buatlah dunia lebih baik dengan menabur kebaikan.
Doa                 : Tuhan, lembutkan hatiku agar aku selalu mampu menabur kebaikan. Amin.

Jumat, 28 Desember 2012

Hikmat

Baca : Lukas 5 : 1 – 11
Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Lukas 5 : 11)

Kalau ingin berhasil kita harus punya hikmat atau pengetahuan, bukan sekadar spekulasi. Dalam mengerjakan bidang apapun, kita wajib memiliki hikmat akan bidang yang kita geluti. Coba bayangkan, bagaimana mungkin saya bisa sukses sebagai penulis sementara pengetahuan saya tentang menulis nol besar? Tentu saja bukan berarti kita harus benar-benar seratus persen menguasai lebih dahulu bidang yang akan kia geluti. Karena kalau kita selalu menunggu hikmat kita sempurna, maka selamanya kita tidak akan melangkah.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, lalu bagaimana cara kita memiliki hikmat? Belajarlah dari orang-orang terbaik di bidangnya dan jangan melupakan Tuhan sebagai Sumber Hikmat. Saat Yesus mengajak Petrus dan rekan-rekannya menjadi penjala manusia, mereka sama sekali tidak mengerti bagaimana cara mengabarkan firman Tuhan, bagaimana cara menyembuhkan penyakit, bagaimana cara menangani masalah dalam pelayanan, atau bagaimana cara menghadapi orang-orang yang mendebat pengajaran mereka. Mereka ikut Yesus dulu dan belajar dari Yesus. Mereka perhatikan dan catat apa saja yang Yesus perbuat, sehingga kita hari ini mengenal kitab-kitab dalam Perjanjian Baru seperti Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Mereka pun pernah mengalami beberapa kegagalan saat menjadi murid Yesus, namun mereka semakin ahli. Akhirnya setelah Yesus terangkat ke sorga, mereka mampu menginjil sama seperti Yesus menginjil. Mereka bisa menjadi rasul yang hebat bukan dalam waktu sehari dua hari, namun butuh waktu bertahun-tahun.

Kalau kita merasa kekurangan hikmat hari ini, jangan pernah ragu memintanya kepada Tuhan. Dengan senang hati Tuhan akan tambahkan hikmat kita dengan berbagai cara ajaib yang tak pernah kita duga. Di samping itu, giatlah belajar dari orang-orang yang sudah ahli di bidang yang ingin kita geluti. Kalau kita gagal berulangkali saat mulai merintis usaha, jangan patah semangat. Jadikan berbagai kegagalan yang ada sebagai sarana untuk membentuk mental kita menjadi pejuang yang berkarakter dan berhikmat. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di RHK Aletea – Senin, 26 November 2012
Pertanyaan    : Apakah saya kekurangan hikmat?
Aplikasi          : Jangan pernah ragu meminta hikmat dari Tuhan.
Doa                 : Tuhan, lembutkan hatiku agar mau belajar dari orang yang ahli. Amin.