Website counter
Tampilkan postingan dengan label Keberanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keberanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

You Are the Hero


Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung. (Kejadian 41 : 49)

Ayat Bacaan :
Kejadian 41 : 37 – 57

Bicara tentang pahlawan, setiap kita tentu punya pilihan untuk orang-orang tertentu. Misalnya, sosok pahlawan yang saya kagumi adalah almarhum Papa karena dedikasinya membesarkan tiga anaknya sampai sarjana, meski pun pekerjaan beliau biasa-biasa saja, hanya karyawan toko. Beliau mengorbankan semua kepentingannya demi bisa menyekolahkan kami setinggi mungkin. Buat negara, sosok pahlawan adalah orang-orang seperti Sukarno, Patimura, atau Pangeran Hasanudin karena perjuangan mereka melawan penjajah dan mengupayakan kemerdekaan

Kita  semangat kalau membicarakan seseorang yang menjadi pahlawan bagi kita, namun di satu sisi kita pun harus menjadi pahlawan di mana pun Tuhan menempatkan kita. Yusuf meski orang asing di mata orang Mesir, menjadi pahlawan bangsa karena menyelamatkan rakyat Mesir, bahkan penduduk dari penjuru bumi dari bahaya kelaparan. Tak semua kita memiliki tuan yang sama-sama Kristen, namun itu bukan alasan kita untuk bekerja setengah hati, asal dapat gaji. Kita harus bekerja semaksimal mungkin sehingga perusahaan di mana kita bekerja berkembang pesat dan maju. Saat perusahaan kita dililit masalah berat, kita bukannya melarikan diri ke perusahaan lain, namun kita ikut bertindak untuk menyelesaikan masalah itu, sehingga kita menjadi pahlawan bagi perusahaan.

Pro & Biz, apa gunanya kita punya banyak talenta dan ilmu, kalau hidup kita tidak menjadi berkat buat banyak orang? Kita dikenal sebagai sosok yang memberkati, atau menjadi pahlawan, bukan dari seberapa banyak kemampuan yang kita kuasai, namun dari seberapa banyak yang kita bagikan. Mari kita menjadi pengaruh positif bagi sebanyak mungkin orang dan membuat hidup orang yang kita pengaruhi semakin lebih baik dan bertumbuh. (RTG)

Kamis, 31 Januari 2013

Anak Pemberani

Baca : I Korintus 13 : 1 – 13
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (I Korintus 13 : 6)

Mahatma Gandhi (1869 – 1948) adalah salah satu tokoh dunia yang terkenal menentang keras penjajahan dan diskriminasi ras. Namun tahukah kamu bahwa pada masa kecilnya beliau sangat penakut sehingga mendapat julukan si anak penakut? Julukan ini memang benar karena Gandhi kecil punya begitu banyak ketakutan dan pemalu. Ia sangat takut pada pencuri, setan, dan ular. Setiap malam ia selalu mengunci pintu kamarnya dan tidur dengan lampu menyala. Meski begitu, ia sebetulnya pemberani.

Satu hari saat ia mengantarkan berkas bapaknya yang ketinggalan di rumah, ia melewati pasar. Di situ ia melihat beberapa anak dari kasta Sudra dicaci maki oleh teman ayahnya di depan restoran miliknya. Tidak terima dengan hal ini, Gandhi kecil yang berasal dari kasta Vaisya berteriak kencang menentang perlakuan orang ini. Gandhi tidak malu dirinya diperhatikan orang banyak dan mendapat julukan anak aneh. Gandhi ingin setiap orang mendapat perlakuan yang sama. Hal inilah yang mendorongnya kelak menjadi pengacara dan mau berjuang dengan gigih demi kemerdekaan India dan persamaan hak.

Jagoan Kristus, apakah kamu merasa dirimu pengecut karena takut beberapa hal yang terkesan sepele? Jika ya, bukan berarti kamu tidak bisa melakukan sesuatu yang besar. Saat kamu melihat ketidakadilan dan menentangnya, sebetulnya kamu adalah anak pemberani. Kalau kamu berani membela temanmu yang dilecehkan karena ras, kalau kamu berani membela temanmu yang dituduh mencuri padahal tidak mencuri, atau kamu berani tidak mencontek saat sebagian temanmu nyontek, kamu anak pemberani dan sudah melakukan kasih. Karena salah satu ciri kasih adalah tidak bersukacita karena ketidakadilan. Jangan risaukan ejekan teman-temanmu dan beranilah bersukacita karena kebenaran. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit – Selasa, 29 Januari 2013

Pertanyaan    : Apa saja hal-hal yang saya takuti?
Aplikasi          : Jangan takut melakukan sesuatu yang benar.
Doa                 : Bimbing saya Tuhan untuk berani mencoba. Amin.

Coba Dulu

Baca : Keluaran 5 : 1 – 24
Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun." (Keluaran 5 : 1)

Saat kakak masih kelas satu SD, kakak termasuk anak yang pemalu dan minder. Kakak tidak akan bicara kalau tidak ditanya. Anehnya, guru sekolah minggu meminta kakak ikut lomba nyanyi gereja tingkat kota Majenang. Kakak diberi waktu satu bulan mempersiapkan diri. Kakak sangat takut karena merasa suara jelek, apalagi saat membayangkan orang-orang akan mentertawakan kakak. Namun guru sekolah minggu memotivasi bahwa kakak pasti bisa, bahkan meluangkan waktu untuk melatih kakak menyanyi dua kali seminggu. Kakak pun percaya diri dan ikut lomba. Hebatnya, kakak juara pertama. Kakak lalu diminta ikut lomba antar daerah. Kakak berhasil menjadi juara pertama tingkat kecamatan.

Jagoan Kristus, kakak berhasil menjadi juara karena mau mencoba dan mengalahkan ketakutan kakak dengan tekun berlatih. Musa pun melakukan hal yang sama. Sewaktu Tuhan tunjuk Musa menjadi utusan-Nya bagi Firaun, sekaligus menjadi pemimpin bangsa Israel, semula Musa menolak karena merasa tidak pantas. Di Keluaran 4 akan kamu lihat Musa merasa tak sanggup, berat lidah, bahkan meminta Tuhan pilih orang lain saja. Namun Tuhan tetap menyuruh Musa bertindak. Saat Musa menghadap Firaun, terbukti ia sanggup bicara. Saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan berbulan-bulan melintasi padang pasir, Musa terbukti mampu memimpin mereka. Musa berhasil menjadi pemimpin besar bukan dalam sekejab, namun dilatih oleh Tuhan dalam jangka waktu yang panjang.

Kalau hari ini Tuhan ″memaksamu″ melakukan sesuatu yang kamu takuti melalui orang-orang sekitarmu, misalnya mengikuti lomba menulis, lomba nyanyi, atau pertandingan olahraga, jangan buru-buru menolak. Coba dulu dan latih diri dulu, maka kamu pasti bisa. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Jumat, 14 Desember 2012
Pertanyaan    : Apakah saya berani mencoba sesuatu yang saya tidak bisa?
Aplikasi          : Berani mencoba.
Doa                 : Tuhan, didik kami untuk berani melatih diri dan mencoba keahlian baru. Amin.

Kamis, 30 Agustus 2012

Iklan

Baca : Markus 6 : 6b – 13
Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. (Markus 6 : 6b)

Saat nonton tv, kita melihat iklan. Saat mendengarkan radio, kita mendengar iklan. Saat melakukan perjalanan, di sepanjang jalan kita melihat iklan. Iklan ada di mana-mana, dan tahukah kamu bahwa iklan sudah ada sejak 3.200 SM? Pada tahun itu, iklan pertama adalah nama raja yang diberikan pada kuil-kuil yang sedang dibangun di Mesir. Selanjutnya, iklan berbentuk pengumuman di atas papyrus yang dibawa lari oleh para budak. Pada tahun 3000 SM, iklan berkembang di masyarakat Babilonia. Bentuknya berupa papan nama di atas toko yang menggunakan lambang, karena jaman itu orang masih buta huruf. Misalnya toko ikan, menggunakan lambang ikan, toko anggur menggunakan lambang semak anggur.

Iklan lalu berkembang lagi pada tahun 1500 SM menggunakan jasa tukang teriak. Para pedagang pasar menyewa orang-orang yang mampu berteriak dengan suara lantang untuk mempromosikan barang dagangannya dan membujuk pembeli mampir. Mirip tukang obat zaman sekarang. Tahun 1440, iklan berkembang secara massal melalui media cetak seperti poster dan selebaran karena sudah ditemukan mesin cetak. Pada tahun 1652, iklan muncul di koran. Di jaman sekarang, iklan ada di mana-mana dan mudah sekali kita temukan.

Jagoan Kristus, Yesus pun dahulu beriklan untuk mengabarkan keselamatan. Yesus bersama para murid berkeliling dari desa ke desa sambil mengajar. Yesus tak menginjil sendirian, namun ia mengutus kedua belas murid berdua-dua dan memberi mereka kuasa. Dari penginjilan mereka, banyak orang sakit disembuhkan dan setan-setan diusir (ayat 13). Kamu pun bisa menjadi juru iklannya Tuhan dengan menceritakan siapa Yesus, apa saja yang diperbuatNya, dan apa pengaruh Yesus dalam hidupmu kepada teman-temanmu yang belum tahu siapa Yesus. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Minggu, 26 Agustus 2012
Pertanyaan    : Apa yang sudah aku lakukan untuk mewartakan kabar baik?
Aplikasi          : Ceritakan siapa Yesus itu melalui tutur kata dan perbuatan kita.
Doa                 : Bantu aku Tuhan agar berani menceritakan kabar baik. Amin.