Website counter
Tampilkan postingan dengan label Cinta Tanah Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Tanah Air. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Sang Merah Putih

Baca : Lukas 7 : 11 – 17
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9 : 5)

Apa lambang negara Indonesia? Burung Garuda dan bendera Merah Putih. Di dunia internasional, bendera adalah lambang negara yang umum dipakai. Banyak peraturan yang berhubungan dengan cara mengibarkan atau memperlakukan bendera, yang semuanya bertujuan untuk menghormati negara. Inilah beberapa peraturan tentang bendera negara.

Bendera harus selalu dikibarkan dengan sisi kanan di atas, kecuali digunakan sebagai tanda keadaan darurat. Bendera lain tidak boleh dikibarkan di atas bendera nasional pada tiang yang sama. Kalau bendera nasional dibawa dalam prosesi dengan bendera lain (yang bukan bendera nasional) maka bendera nasional harus selalu berada di barisan sebelah kanan. Bendera harus dinaikkan dengan cepat saat fajar, dan diturunkan perlahan-lahan saat senja. Hormat harus diberikan saat dinaikkan atau diturunkan. Bendera tidak boleh digunakan sebagai penutup atau pembungkus, kecuali untuk menutupi peti mati. Bendera tak boleh menyentuh tanah. Bendera dapat dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung. Dalam kasus itu, bendera harus dinaikkan dulu ke puncak tiang, baru diturunkan perlahan-lahan. Tidak boleh membakar atau menginjak-injak bendera negara.

Jagoan Kristus, kalau bendera adalah lambang negara, salib adalah lambang Kristus. Saat kita memakai segala sesuatu yang berhubungan dengan salib seperti gantungan kunci salib, kalung salib, atau salib yang kita pasang di dinding, dalam tindakan nyata berarti kita harus meneladani cara hidup Yesus yang telah mati bagi kita. Yesus tidak membeda-mbedakan dalam berteman, Yesus mengampuni orang yang menyalibkan-Nya, Yesus mudah jatuh iba melihat kesulitan orang lain, Yesus suka menolong. Memakai kalung salib atau tidak, yuk kita melakukan apa yang Yesus sudah lakukan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Sabtu, 18 Agustus 2012
Pertanyaan    : Apakah aku menghormati Kristus?
Aplikasi          : Lakukan apa yang Kristus lakukan.
Doa                 : Tuhan, ajar aku meneladani tindakanMu. Amin.

Aku Cinta Indonesia

Baca : Mazmur 5 : 1 – 13
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. (Mazmur 5 : 4)

Piala Suzuki AFF 2010 membuat ribuan orang rela mengantri selama berjam-jam saat membeli tiket di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Mereka mau mengantri dan membeli tiket dengan harga yang cukup mahal karena bangga tim Merah Putih menang, walaupun di final kalah melawan Malaysia. Semangat nasionalisme membara karena mereka ingin membuktikan Indonesia pun bisa menjadi juara. Bermacam alasan dihalalkan untuk bisa datang ke Gelora Bung Karno dan membeli tiket. Ada yang membuat alasan sakit, sengaja tidak istirahat atau tidak makan siang saat jam istirahat, sengaja tidak membuka toko, jauh-jauh dari Semarang, Surabaya, bahkan Papua datang, dan tak sedikit anak muda rela berpanas-panas ria demi bisa dapat tiket dan menonton. Mereka rela berkorban waktu, uang, tenaga dan suara karena mereka cinta Indonesia, mereka bangga dan sangat ingin Indonesia bisa juara.

Sobat Muda, demi bisa menyaksikan dan mendukung tim Indonesia berlaga secara langsung, teman-teman kita dan mungkin kamu sendiri rela keluar duit, antri berjam-jam, teriak-teriak dan jingkrak-jingkrak sampai loyo. Itu semua dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita sebetulnya cinta Indonesia. Kalau kita bisa begitu semangat mendukung Indonesia, apakah kita memiliki semangat dan tindakan yang sama untuk mendukung Tuhan? Apakah kamu rela datang tepat waktu saat ibadah hari minggu, apakah kamu disiplin dalam saat teduh dan doa, apakah kamu mau di tolak, disakiti dan tidak dihargai saat berusaha mengasihi orang yang memusuhimu, apakah kamu tetap mengeluarkan perkataan yang baik saat di caci maki, apakah kamu rela kehilangan kenyamanan masa mudamu demi kegiatan gereja, apakah kamu tulus menolong orang, apakah kamu bener-bener jaga hidupmu sesuai FirTu ketika temen-temenmu yang lain seenaknya berbuat dosa?

Daud adalah sosok yang bener-bener tulus dalam mengasihi Tuhan. Dia nggak mau membuat Tuhan menunggu, namun Daud yang menunggu Tuhan. Berbanding terbalik dengan sebagian anak muda masa sekarang yang membiarkan Tuhan menunggu karena mereka datang terlambat saat ibadah. Kalau kamu rela berkorban untuk negara, hendaknya kamu pun rela berkorban untuk Tuhan. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Anak Muda – Jumat, 17 Agustus 2012
Pertanyaan    : Maukah aku menjadi pelaku firman dan hidup disiplin?
Aplikasi          : Teladanilah gaya hidup Tuhan Yesus.
Doa                 : Tuhan, ajar aku tulus mengasihiMu. Amin.

Minggu, 31 Juli 2011

Bangga Dengan Indonesia

Baca : Kejadian 41 : 37 – 57
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Yeremia 29 : 7

Pelajar Indonesia berhasil meraih 8 medali di ajang kompetisi penelitian tingkat dunia, yakni Internasional Conference of Young Scientis (ICYS) di Moskwa, Rusia, 24-29 April 2011 lalu. Indonesia mendapatkan satu medali emas, dua perak, dua medali perunggu, dan tiga penghargaan khusus.

Para pelajar yang mengharumkan nama bangsa di dunia internasional ini adalah Jesicca Lo (SMAK Cita Hati Surabaya) peraih medali emas. Lutfi Mu’awan (SMAN 1 Purwareja) dan Christy Hong (SMA St. Laurensia Tangerang) peraih medali perak. Ninda Frisky dan Annisa Fitriani (SMAN 1 Yogyakarta) peraih medali perunggu. Ganang Albryansyah (SMPN 1 Bontang), Fialdy Josua Pattijawane (SMP Chandra Kusuma Medan), dan Arief Ridho Kusuma (SMAN 1 Samarinda) peraih penghargaan khusus.

Bagaimana cara pandang diri kita tentang Indonesia? Banggakah kita menyebut diri I’am Indonesia? Sebagian orang saat ini sudah mulai kehilangan rasa cinta tanah air. Hal ini bisa kita lihat dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Cobalah tanyakan pada teman-teman atau diri sendiri, apakah kita lebih hapal lagu kebangsaan atau lagu-lagu modern? Saat berbelanja, apakah kita lebih suka membeli dan memakai produk buatan Indonesia, atau memilih produk luar negeri? Dalam masalah makan, apakah kita lebih suka makan masakan asli buatan Indonesia seperti soto, gado-gado, emping, pecel, atau lebih suka makan fast food buatan luar negeri? Presiden Amerika, Obama, aja bilang semua makanan Indonesia yang ia santap saat mengunjungi Indonesia enak. Meskipun saat ini Indonesia masih ada kekurangan di sana-sini seperti korupsi yang merajalela, teror bom di sana-sini dan sulitnya mendapatkan pendidikan dengan harga yang terjangkau rakyat kecil, kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Orang-orang Indonesia itu cerdas-cerdas, tanahnya subur, sumber daya alamnya melimpah. Kitalah generasi penerus yang mengolahnya untuk kesejahteraan negara.

Mari menjadi putra-putri Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia dengan talenta yang kita punya. Contohlah teladan Yusuf yang menjadi berkat bagi negara Mesir, meskipun kehadirannya di Mesir notabene karena dijual saudara-saudaranya. Di belahan Indonesia mana pun kita berada saat ini, jadilah warga negara yang berprestasi dan menghasilkan suatu tindakan yang membuat nama Indonesia dihargai di dunia internasional. • Richard T.G.R

Pertanyaan    : Tindakan apa yang sudah aku berikan untuk Indonesia?
Aplikasi        : Cintai dan pakailah produk dalam negeri.
Doa              : Tuhan, terima kasih aku Engkau lahirkan di Indonesia. Amin.