Website counter
Tampilkan postingan dengan label Cerdik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerdik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Menyertakan Tuhan


Bilangan 14 : 39 – 45
Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu, (Bilangan 14 : 42)

Os Hilman, penulis buku laris ″Nine to Five Window″, menceritakan salah satu pengalamannya. Seorang penasehat investasi berkata kepadanya untuk tidak usah melunasi hipoteknya. Ia menganjurkan uangnya digunakan untuk investasi sehingga menghasilkan lebih dari bunga hipotek yang ia bayar. Termakan oleh nasihat itu, ia memutuskan menunda pelunasan hipotek dan menggunakan uangnya untuk diinvestasikan. Ternyata prediksinya meleset karena investasi yang ditanamkan justru hancur berantakan. Padahal ia tetap harus membayar hipotek plus bunganya, padahal duit tak ada. Alhasil, selama tujuh tahun ia mengalami masalah keuangan karena salah mengambil keputusan.

Keluarga yang dikasihi Tuhan, kita boleh pintar, boleh punya keuangan yang baik, punya aset yang cukup kuat, namun kalau kita tidak menyertakan Tuhan, semuanya sia-sia. Jangan pernah merasa sombong dan merasa dunia sudah ada dalam genggaman karena kita sudah sangat menguasai talenta tertentu dan punya modal kuat. Beberapa orang dari bangsa Israel mengeraskan hati untuk tidak mau mendengar perintah Tuhan yang menghukum mereka tidak bisa memasuki tanah perjanjian selama 40 tahun ke depan. Mereka tetap maju untuk berusaha menduduki tanah perjanjian. Saat musa berusaha mengingatkan, mereka tetap tak peduli. Hasilnya, mereka dicerai-beraikan. Tanpa penyertaan Tuhan semua usaha mereka sia-sia sekalipun mereka punya semangat berapi-api dan kemauan. Mereka harus mau menanggung buah ketidaktaatan mereka. Karena mereka bandel dan tidak terima dengan keputusan Tuhan, maka Tuhan juga biarkan mereka dipukul mundur oleh orang Amalek dan orang Kanaan. Tuhan tidak lindungi mereka yang tidak mau mengandalkan diri-Nya.

Karena kita tidak pernah tahu hari esok, mari kita belajar punya sikap rendah hati di hadapan Tuhan. Selalu sertakan Tuhan dalam keluarga, pelayanan, bisnis, atau pekerjaan yang kita kerjakan sehari-hari. Tanpa penyertaan Tuhan, segigih apapun kita berusaha, sekuat apapun modal kita, atau sehebat apapun talenta kita, semuanya sia-sia dan kita pasti menanggung kerugian besar. Sehebat apapun kita, jangan pernah mengandalkan diri sendiri. {rtgr}

DOA   : Lembutkan hati kami Tuhan untuk selalu menyertakan Engkau dalam setiap tindakan yang kami lakukan. Amin.

Kamis, 30 Agustus 2012

Kamuflase

Baca : II Korintus 11 : 12 – 15 dan Matius 7 : 15 – 23
Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. (II Korintus 11 : 14)

Pernahkah kamu berpikir kenapa beruang salju berwarna putih? Mengapa ulat bulu berwarna hijau? Mengapa tentara menggunakan seragam loreng-loreng dan mukanya dicorang-coreng hitam saat perang? Mengapa kapal perang dicat kelabu? Itulah yang dinamakan kamuflase, berguna melindungi sesuatu dari kemungkinan terlihat oleh musuh-musuhnya. Kamuflase berasal dari kata Perancis ″camouflage″ yang berarti ″menyamar.″ Seni kamuflase sangat menolong prajurit dari berbagai angkatan agar sukar terlihat oleh pihak musuh, bisa menyusup ke daerah musuh, dan bisa lari menyelamatkan diri dengan cepat.

Jagoan Kristus, kamuflase sebetulnya tak hanya berlaku dalam dunia hewan dan militer, namun dalam semua sisi kehidupan. Iblis pun suka melakukan kamuflase supaya bisa menipu anak-anak Tuhan yang rohani agar jatuh dalam dosa. Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang untuk menyesatkan banyak orang. Sehingga jangan kaget kalau kamu nanti menemukan ada beberapa aliran agama yang ajarannya bertentangan dengan Firman Tuhan. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui mana ajaran yang sesuai Firman Tuhan dan mana ajaran yang menyesatkan dari iblis yang sedang berkamuflase? Lihatlah buah perbuatan orang yang mengajarkannya. Jika orang mengajarimu jujur namun dia suka berbohong, jangan ikuti dia. Atau ada seseorang yang membujukmu supaya ikut kelompoknya agar disiplin namun orang itu sendiri suka bolos, jangan mau.

Berhati-hatilah dalam bergaul dan memilih teman karena tak semua pergaulan dan teman itu bagus buat rohanimu. Jadikan Firman Tuhan sebagai pedoman untuk kamu mengikuti atau melakukan sesuatu yang dilakukan orang lain. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Senin, 27 Agustus 2012
Pertanyaan    : Apakah aku hati-hati dalam menerima setiap pengajaran?
Aplikasi          : Uji setiap ajaran yang kita dapat dengan kebenaran Firman Tuhan.
Doa                 : Tuhan, ajar aku jeli dalam menerima setiap pengajaran. Amin.

Sabtu, 30 Juni 2012

Naikkan Energimu

Baca : I Raja-raja 19 : 1 – 8
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11 : 28 )

Untuk melakukan segala aktifitas, kita membutuhkan energi. Namun ada kalanya sebelum kita mampu menyelesaikan segala aktifitas dalam satu hari, energi kita sudah hampir habis di tengah hari. Energi kita bisa terkuras habis sebelum waktunya biasanya terjadi oleh hal-hal yang sering tidak kita sadari. Contohnya : kurang tidur, dehidrasi, tidak cukup makan, kurang percaya diri, berperilaku buruk, dan mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai. Tentu saja kita tidak mau menjalani aktifitas dengan semangat yang lesu sehingga kinerja kita rendah.

Untuk mengatasinya, ada beberapa tips sederhana untuk menaikkan energi Anda saat lesu. Berikut beberapa tipsnya : Pertama, konsumsi makanan yang sehat. Di jam istirahat ini, isi perut Anda dengan makanan bergizi. Fast food memang enak dan praktis, namun itu hanya mengenyangkan perut dan tidak baik untuk kesehatan. Kedua, fokus terhadap hal-hal positif. Anda tak mampu mencegah rekan kerja berbuat menjengkelkan atau mengatur pelanggan agar ramah kepada Anda. Namun Anda bisa tetap memikirkan hal-hal positif yang Anda punyai saat ini. Ketiga, mengungkapkan rasa syukur. Bersyukurlah untuk hal-hal sederhana yang bisa Anda nikmati siang ini. Bersyukur masih bisa bekerja, masih bisa makan siang, masih bisa meluangkan waktu untuk saat teduh.

Semoga beberapa tips di atas membantu Anda untuk kembali memiliki energi dan menyelesaikan segala sesuatu dalam setengah hari yang tersisa. Sebagai manusia kita bisa letih lesu, namun kita bisa kembali semangat dan menghasilkan kinerja terbaik jika kita segera bangkit dan tidak membiarkan hal-hal negatif menguasai diri kita sepanjang hari. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Siang – Rabu, 27 Juni 2012
Pertanyaan     : Apakah aku sudah menghasilkan kinerja terbaik?
Aplikasi          : Berilah tubuh Anda kesempatan mengisi energi.
Doa                 : Tuhan, ajar aku untuk selalu menjaga energiku. Amin.

Singa Mengalahkan Gajah


Baca : I Samuel 21 : 10 – 15
Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya. (Amsal 16 : 22)

Saat pemerintahan dinasti utara dan selatan (420 – 589M), Raja Wen dari wilayah Song memerintahkan Tan He, gubernur daerah Jiaozhou, memperluas wilayah Linyi. Waktu itu, penguasa Linyi, Fan Yan, lebih berpengalaman di bidang militer dibandingkan dengan Tan. Tentaranya kekar dan kuat, bersenjatakan tombak panjang dengan menunggang gajah. Berkebalikan dengan pasukan Tan yang jangankan gajah, kuda tunggangan pun tak punya.

Tan He memiliki siasat cerdik agar menang perang. Bermodalkan kain dan tali, ia menautkan potongan-potongan kain membentuk kepala singa bermulut lebar yang dicat dengan warna menyala lengkap dengan kostumnya. Tibalah waktu perang. Saat melihat ″monster berkepala kucing raksasa″ berjoget, pasukan gajah pun lari tunggang langgang dan mengamuk kian kemari. Penunggangnya berjatuhan dan banyak yang mati terinjak-injak gajah, sisanya yang masih hidup ditangkap pasukan Tan. Perang pun dimenangkan Tan He. Sejak itu tarian barongsai menjadi upacara standar militer, yang kemudian menyebar ke masyarakat sipil.

Jagoan Kristus, Tuhan sudah memberikan kita semua akal budi agar mampu memecahkan segala masalah dan persoalan. Apakah kamu saat ini sedang pusing menghadapi satu masalah? Tenangkan diri dan berpikirlah sejenak, pasti kamu akan menemukan solusinya. Jika tidak ketemu juga, mintalah nasehat guru atau orang tua. Waktu Daud akan ditangkap para pegawai raja Akhis karena melarikan diri ke Gat, Daud dengan cerdik berpura-pura jadi gila sehingga selamatlah dia karena penduduk Gat alergi dengan orang gila. Apa pun masalahmu hari ini, pasti ada solusinya. Berpikirlah dan minta nasehat, pasti kamu bisa menyelesaikan masalah itu. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Rabu, 6 Juni 2012
Pertanyaan     : Apakah aku selalu menggunakan akal budiku?
Aplikasi          : Gunakan akal budimu untuk memecahkan masalah.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk akal budi yang aku miliki. Amin.

Senin, 16 April 2012

Eskalator

Baca : Amsal 15 : 32
Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan pengkhianat-pengkhianat mencelakakan mereka. (Amsal 13 : 15)

Eskalator atau tangga berjalan sangat berguna di zaman ini, terutama di kota-kota besar yang banyak memiliki gedung bertingkat. Coba bayangkan bila kita harus naik turun gedung bertingkat 10 atau 20 tanpa eskalator. Aduh cape sekali. Eskalator diciptakan oleh Jese Reno dan Charles Seeberger pada tahun 1890. Sepuluh tahun kemudian di tahun 1900, eskalator pertama dipasang di kota New York, setahun kemudian dipasang di kota Philadelphia.

Eskalator dirancang mudah digunakan. Ia terdiri dari rangkaian anak tangga yang mempunyai roda. Sehingga mereka mudah bergerak pada landasan penopangnya. Antara anak tangga yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh rantai kokoh yang digerakkan oleh sebuah motor listrik. Umumnya, tangga berjalan itu lebarnya bervariasi, yaitu sekitar 60 – 120 cm. Kecepatannya mencapai 27 hingga 54 meter per menit dan dalam waktu satu jam ia mampu memuat sepuluh ribu penumpang. Eskalator hanya berfungsi manual, artinya hanya bisa digunakan untuk naik atau turun saja sehingga jangan naik eskalator melawan arah bergeraknya. Hati-hati saat naik eskalator, jangan menginjak garis kuning diujung tangga yang pertama kali muncul karena kamu bisa jatuh terjengkang. Jangan melompat-lompat saat naik eskalator karena menganggu kenyamanan dan bisa merusak anak tangga.

Jagoan Kristus, Jese Reno dan Charles Seeberger bisa menciptakan eskalator karena menggunakan akal budinya untuk mendatangkan kemudahan, sehingga kita tak perlu lelah naik turun mall sambil menikmati lantai demi lantai. Kamu pun bisa menciptakan benda yang berguna bagi manusia kalau senantiasa takut akan Tuhan, patuh akan nasehat orangtua, dan tekun belajar. Gunakan akal budimu untuk hal-hal yang positif ya. • Richard T.G.R

Catatan          : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Junior – Rabu, 18 April 2012
Pertanyaan    : Sudahkah aku menggunakan akal budiku untuk kebaikan orang lain?
Aplikasi          : Gunakan segala kemampuan untuk menghasilkan tindakan terbaik.
Doa                 : Tuhan, terima kasih untuk hikmat yang Engkau berikan. Amin.

Jumat, 30 September 2011

Otot dan Otak


Baca : I Korintus 6 : 12 – 20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (I Korintus 6 : 20)

Berolahraga secara rutin tak hanya membuat tubuh kita sehat dan kuat, namun juga melindungi sel-sel otak. Peneliti di University of Illinois membuktikan hal ini setelah memperhatikan brain image 55 partisipan yang berusia 55 tahun ke atas. Ditemukan bahwa orang yang memiliki gaya hidup aktif alias sering bergerak mengalami paling sedikit kemunduran pada area otak yang bertanggungjawab akan fungsi kognitif. Asumsi mereka adalah bahwa latihan aerobic meningkatkan kemampuan otak untuk memperbaharui neuron yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif otak.

Segala sesuatu yang kita lakukan ditunjang oleh otak dan otot. FirTu berkata bahwa tubuh kita telah lunas dibayar sehingga kita harus memuliakan Tuhan dengan tubuh kita. Salah satu caranya adalah dengan menjaganya tetap sehat melalui olahraga. Bicara masalah olahraga teratur, ada beberapa orang yang membantah dengan berkata latihan jasmani terbatas gunanya. Jawaban itu betul karena latihan jasmani memang hanya berlaku selama kita masih hidup di dunia. Namun kalau tubuh sakit-sakitan, apa bisa melakukan berbagai perkara yang memuliakan Tuhan dengan maksimal? Meskipun ada orang-orang tertentu yang tetap bisa memuliakan Tuhan walaupun sakit, namun bukankah tetap jauh lebih baik kalau kita melayani dengan fisik yang sehat?

Contohnya, kita punya talenta dibidang tarik suara, namun kita malas olahraga sehingga mudah ngos-ngosan saat baru nyanyi satu atau dua lagu. Kita nggak bisa memuliakan Tuhan karena nggak mau merawat tubuh. Olahraga memang melelahkan dan mengeluarkan biaya, namun kita sesungguhnya sedang mengivestasi masa tua yang sehat dan bahagia. Orang yang masa mudanya malas berolahraga memang seakan nggak ada bedanya dengan orang yang rajin olahraga. Namun di masa tua terlihat perbedaannya. Orang yang malas olahraga, di masa tuanya mudah sakit-sakitan, pikun,dan jalannya terbungkuk-bungkuk. Orang yang suka olahraga, di masa tuanya tetap sehat, daya ingatnya bagus, dan energik.

Hidup sehat secara jasmani turut menunjang rohani, sehingga jangan malas berolahraga. Luangkan waktu berolahraga minimal tiga kali seminggu secara teratur, maka pasti tubuh kita akan jauh lebih sehat, otak lebih cemerlang, dan lebih banyak perkara yang memuliakan Tuhan bisa kita lakukan. • Richard T.G.R

Pertanyaan     : Apakah aku rutin berolahraga?
Aplikasi          : Disiplin diri untuk rutin berolahraga.
Doa                 : Tuhan, bantu aku merawat tubuh jasmani dan rohaniku. Amin.

Senin, 29 Maret 2010

Tamu tak Diundang

By : Richard T.G.R

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Matius 13 : 27

Bacaan : Matius 13 : 24 – 30


Di Kota Semarang, tepatnya di jalan Pemuda, ada sebuah restoran bernama De Koneng yang selalu menjadi langganan resepsi pernikahan. Suatu kali ada seorang teman yang cukup kaya namun agak nyentrik mengajak saya menghadiri resepsi pernikahan di situ. Karena tampangnya memang perlente dan meyakinkan, saya dan dia dengan mudah masuk tanpa memberikan amplop sumbangan dan mengikuti pesta. Setelah pesta usai dan kami pulang, dia berkata bahwa dia tidak kenal sama sekali dengan kedua mempelai. Dia hanya iseng datang agar bisa makan enak gratis. Lho? Itu memang kenyentrikannya dan mujur dia belum pernah ketahuan walaupun sering melakukan hal ini.

Berbeda dengan teman saya, Michaele dan Tareq Salahi nekat menjadi tamu tak diundang sebuah acara santap malam di Gedung Putih, Amerika Serikat, yang diadakan untuk menghormati Perdana Mentri India (24/11/09), Manmohan Singh. Dalam foto yang dirilis Gedung Putih pada 27 November 2009, terlihat Presiden AS Barrack Obama menyalami mereka, orang nomor 1 Amerika yang seharusnya dilindungi oleh dinas rahasia. Tak heran kalau kisah ini tak berhenti begitu saja seperti kisah teman saya. Gedung Putih meminta Dinas Rahasia AS melakukan tinjauan menyeluruh mengenai apa yang terjadi dan terhadap badan yang bertugas melindungi presiden dan pejabat-pejabat tinggi lainnya. Tamu yang tak tercantum dalam daftar seharusnya tak bisa masuk acara resmi yang diadakan Gedung Putih.

Iblis juga kerap menyusup dalam kehidupan kita seperti lalang di antara gandum supaya hidup kita tidak sungguh-sungguh melayani Dia. Iblis akan gunakan tehnik kamuflase (penyamaran) sehingga kamu sukar membedakan apakah nasehat temanmu atau pergaulanmu baik atau buruk. Cara paling sederhana agar kamu terhindar dari tipuan iblis adalah lihatlah buah dari teman kita atau pergaulannya. Jangan biarkan kamu tertipu dan tertipu lagi oleh tipuan iblis yang menyamar sebagai malaikat terang.


* Di muat di Renungan Spirit Girls – April 2010