Website counter

Sabtu, 30 Juni 2012

Buku Kosong Terlaris

Baca : Ratapan 3 : 1 - 26
…. selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3 : 23)

Sebuah buku berjudul ‘What Every Man Thinks About Apart From Sex’ (apa yang pria pikirkan selain sex) secara mengejutkan menjadi Best Seller atau kategori terlaris di situs Amazon. Seberapa baguskah isinya? Begitu sampulnya dibuka kita hanya menemukan halaman putih hingga ke halaman terakhir. Buku yang memiliki 200 halaman ini ternyata kosong, alias tidak ada tulisannya sama sekali. Buku tersebut dijual seharga £ 4,69 (hampir Rp 59.000). “Buku itu memberikan kebebasan kepada kaum laki-laki untuk mengisi sendiri sesuai dengan judulnya,” kata Sheridan, si pembuat buku menjelaskan idenya. “Dan saya tidak menyangka buku ini bisa mengalahkan buku-buku yang sudah ditulis oleh orang-orang jenius dengan pemikiran yang brilian dari segi penjualan.”

Girls, sadarkah kita bahwa Tuhan pun sesungguhnya setiap hari selalu memberikan satu hari yang baru untuk kita isi dengan apapun yang kita mau. Tuhan berikan kita kebebasan untuk mengisi hari-hari kita dengan bekerja, berkumpul bersama keluarga, bergumul dengan masalah, mewujudkan impian, aktif pelayanan, berbakti pada orang tua, dll. Setiap hari tidaklah sama sehingga hargailah anugrah Tuhan yang tak ternilai harganya ini. Tuhan berikan kita kebebasan bukan untuk hidup seenaknya, namun hidup berkualitas, agar kita kelak tidak menyesali diri. Kelak riwayat hidup kita dari lahir sampai mati akan dibaca oleh anak cucu kita, bahkan oleh orang-orang di seluruh penjuru dunia. Kecanggihan teknologi membuat hal ini menjadi mungkin. Kebaikan atau kebenaran yang kamu lakukan saat ini bisa diketahui orang ratusan atau ribuan tahun ke depan.

Apapun keadaan hidup kita saat ini, sehat atau sakit, bahagia atau menderita, miskin atau kaya, syukurilah hidup dengan mengisinya melalui perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan FirTu. Isi setiap hari yang Tuhan berikan dengan berbagai perbuatan positif. • Gouw

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Kamis, 14 Juni 2012
Pertanyaan     : Bagaimana caraku selama ini dalam menggunakan kebebasanku?
Aplikasi          : isi setiap hari dengan perbuatan positif.
Doa                 : Tuhan, ajar aku beraktifitas dengan benar. Amin.

Apa Makananmu?

Baca : Mazmur 1 : 1 – 6
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1 : 3)

Ketika naskah ini ditulis, udah hampir tiga bulan ini aku memiliki kebiasaan baru yaitu setiap dua hari sekali mengkonsumsi segelas jus alpukat. Selain karena enak, aku tahu buah alpukat sangat baik untuk kesehatan karena kaya gizi, mengandung 11 vitamin dan 14 mineral. Buah alpukat membuat kulit terlihat lebih muda, mencegah anemia, menurunkan tekanan darah tinggi, mampu melawan radikal bebas, dan menurunkan kolestrol jahat. Temanku memiliki kebiasaan lama yang cukup buruk, merokok. Sehari dia bisa habis 2 bungkus. Dia sudah tahu efek merokok tidak baik untuk kesehatannya namun tetap merokok. Batuk-batuk, nafas bau, kulit keriput, dan boros uang, itulah yang ia lakukan tiap hari.

Sobat Muda, apa yang kamu makan menentukan kesehatanmu sendiri, dan kondisi fisikmu adalah tolak ukurnya. Tak jauh beda dengan fisik, rohani kita pun perlu diberi makan. Makanan yang sehat berupa FirTu yang kita renungkan siang en malam. Tak cukup hanya direnungkan, namun juga harus dilakukan setiap saat. Sedangkan makanan yang tidak sehat buat rohani adalah kita cenderung lebih suka memenuhi keinginan daging seperti males belajar, suka lihat situs porno, begadang main game sehingga masuk sekolah selalu telat, atau ke gereja sekedar buat cari pacar. Kalau kita memberi makan rohani kita dengan makanan sehat, pasti kita jadi anak-anak Tuhan yang berkualitas, baik secara karakter maupun tindakan. Tetapi jika kita tak pernah memberi makan tubuh rohani, dan lebih suka memberi makan keinginan daging, jangan heran kalau karakter kita tidak bagus dan kita merasa hidup ini rasanya hambar.

Pertumbuhan membutuhkan makanan sehat. Kalau kamu ingin berhasil dalam segala hal, secara duniawi dan rohani, renungkan dan lakukan firman Tuhan. Memang sulit dan kadangkala sangat tidak enak, namun kalau kamu terus melakukannya pasti akan kamu rasakan dan kamu lihat hidupmu mengalami pertumbuhan di berbagai sisi. Selamat bertumbuh dan selalu konsumsi makanan yang sehat bagi jasmani maupun rohani. • Richard T.G.R

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Anak Muda – Rabu, 13 Juni 2012
Pertanyaan     : Makanan jasmani dan rohani apa yang selama ini aku makan?
Aplikasi          : Selalu konsumsi makanan sehat.
Doa                 : Tuhan, ajar aku bijaksana memilih makanan yang akan aku makan. Amin.

Pelit vs Hemat

Baca : I Samuel 25 : 2 – 44
…. pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (I Korintus 6 : 10)

Aku pernah berkenalan dengan seorang teman yang pelitnya luar biasa. Selama beberapa bulan kenal dengannya, aku dibuat heran, takjub, sekaligus tak percaya, namun bener-bener terjadi. Temanku, katakanlah namanya si A, tidak pernah sekalipun mentraktir temannya. Saat rekan-rekan satu kantornya patungan untuk masak-masak yang nantinya akan dimakan bersama, ia tak mau iuran dengan alasan bokek, tapi ikut makan. Ia pun jarang mandi dengan alasan hemat air. Urusan pulsa pun ia ″hemat″ dengan hanya mau sms, itu pun jarang-jarang, dan selalu berharap orang lain yang lebih dulu sms atau menelepon dia. Karena aksinya ini, uangnya memang banyak, namun ia dijauhi teman-temannya, termasuk aku, karena kami tidak nyaman berteman dengan orang kikir.

Girls, apa sih bedanya hemat dan pelit itu? Orang yang hemat adalah orang yang menggunakan uangnya secara bijaksana; sebagian besar terutama untuk hal-hal yang memang benar-benar dibutuhkan dan penting. Namun demikian, dia juga tetap tidak mengesampingkan kewajibannya sebagai anak Tuhan; misalnya persepuluhan dan kolekte. Selain itu, dia juga tetap memperhatikan kasih kepada sesama; sehingga tetap rela memberikan sebagian miliknya untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan, misalnya menyumbang untuk korban kebakaran atau bencana alam. Sedangkan orang yang pelit adalah orang yang berusaha sekuat tenaga untuk meminimalkan penggunaan uangnya; bahkan termasuk untuk kebutuhan yang penting sekalipun.

Girls, FirTu dengan jelas nulis orang kikir alias pelit nggak bisa masuk sorga. Alkitab pun catet kisah Nabal yang mati dengan tragis karena pelit nggak mau berterima kasih pada Daud yang meminta sedikit belas kasihnya. Meski kaya raya, Nabal terpaksa kehilangan segala-galanya yaitu nyawanya, istrinya, dan seluruh harta bendanya. Kamu akan berhasil kaya baik secara rohani maupun jasmani dengan berhemat, bukan karena pelit. • Gouw

Catatan           : Renungan ini dimuat di Renungan Spirit Girls – Selasa, 12 Juni 2012
Pertanyaan     : Apakah aku orang kikir ata orang hemat?
Aplikasi          : Jangan jadi orang kikir.
Doa                 : Ajar aku Tuhan untuk tidak pelit memberi. Amin.